Gaza – Sedikitnya sembilan warga Palestina lagi, termasuk dua anak-anak, meninggal dalam 24 jam terakhir akibat malnutrisi parah di Jalur Gaza, menurut pernyataan Kementerian Kesehatan di wilayah yang terkepung itu pada hari Jumat (25 Juli 2025).
Direktur Jenderal Kementerian, Munir al-Bursh, mengatakan kepada Anadolu bahwa kematian terbaru ini meningkatkan jumlah total korban akibat kelaparan sejak 7 Oktober 2023 menjadi 122 orang, di antaranya 83 adalah anak-anak.
Gaza saat ini tengah mengalami salah satu bencana kemanusiaan terburuk dalam sejarahnya. Dengan bantuan kemanusiaan yang sebagian besar diblokir, kelaparan menyebar luas dan tanda-tanda malnutrisi akut terlihat jelas, terutama di kalangan anak-anak dan pasien. Fasilitas kesehatan telah memperingatkan meningkatnya jumlah kematian akibat kondisi yang sebenarnya dapat dicegah, karena kekurangan makanan, obat-obatan, dan bahan bakar.
Menolak seruan internasional untuk gencatan senjata, tentara Israel telah membunuh lebih dari 59.500 warga Palestina — sebagian besar wanita dan anak-anak — di Jalur Gaza sejak Oktober 2023.
Pada November lalu, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya, Yoav Gallant, atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Israel juga menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas agresinya di wilayah tersebut.
Sumber: Anadolu Agency