Gaza – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat kembali menyerukan akses yang aman dan berkelanjutan terhadap makanan dan obat-obatan di Jalur Gaza, memperingatkan bahwa kelaparan semakin mencengkeram wilayah tersebut.
Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan badan tersebut telah menyalurkan pasokan nutrisi penting ke Rumah Sakit Al Nasser, termasuk 4.900 unit susu formula bayi dan formula tinggi protein serta 2.000 komponen pemberian makan.
“Pasokan ini sangat penting bagi bayi baru lahir prematur dan pasien rawat inap yang tidak bisa disusui karena kondisi medis, serta bagi pasien yang membutuhkan dukungan nutrisi khusus,” ujar Tedros melalui media sosial X.
Ia menekankan bahwa pengiriman bantuan kemanusiaan tidak boleh hanya berupa intervensi terisolasi, tetapi harus menjadi bagian dari jalur kehidupan yang lebih luas dan berkelanjutan bagi warga sipil yang terjebak dalam konflik.
“Kami terus menyerukan peningkatan, keberlanjutan, dan akses yang aman terhadap makanan dan obat-obatan ke Gaza,” katanya, sambil memperingatkan bahwa sistem kesehatan tidak dapat bertahan tanpa saluran pasokan yang teratur.
PBB dan lembaga kemanusiaan berulang kali memperingatkan meningkatnya angka malnutrisi anak serta runtuhnya layanan kesehatan dasar di Gaza, di mana rumah sakit menghadapi kekurangan obat-obatan, makanan, dan bahan bakar yang sangat parah.
“Obat terbaik adalah perdamaian,” tambah Tedros.
Sejak Oktober 2023, Israel telah menewaskan lebih dari 63.000 orang di Gaza, merusak atau menghancurkan sebagian besar bangunan di wilayah tersebut, serta memaksa banyak gelombang pengungsian. Lembaga pemantau kelaparan global menyebut sebagian wilayah Gaza kini mengalami kelaparan.
sumber:
anadolu agency





