• Berita
  • Penyaluran
  • Donasi
Minggu, Februari 15, 2026
  • Login
Suara Langit Indonesia
  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus
Mari Berdonasi
  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus
No Result
View All Result
Suara Langit Indonesia
No Result
View All Result
Home Berita

Israel Langgar Gencatan Senjata: 42 Warga Gaza Syahid dalam Serangan Hari Minggu

Suara Langit Indonesia by Suara Langit Indonesia
20 Oktober 2025
in Berita
0
Israel Langgar Gencatan Senjata: 42 Warga Gaza Syahid dalam Serangan Hari Minggu
0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Sedikitnya 42 warga Palestina menjadi korban jiwa di seluruh Jalur Gaza pada hari Minggu 19 Oktober 2025, ketika pasukan Israel meningkatkan serangan mereka meskipun ada perjanjian gencatan senjata — menandai salah satu hari paling berdarah sejak gencatan itu diberlakukan.


Apa yang Terjadi pada Hari Minggu?

Pasukan Israel meningkatkan serangan di berbagai wilayah Gaza, menewaskan sedikitnya 42 orang dan melukai banyak lainnya — sebuah pelanggaran terang-terangan terhadap perjanjian gencatan senjata.

Menurut Kantor Media Pemerintah Gaza, pasukan Israel melanggar perjanjian gencatan senjata sebanyak 21 kali pada hari Minggu.

Sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober, Israel telah melanggar perjanjian itu sebanyak 80 kali, tambah kantor tersebut, dengan total 97 orang tewas dan 230 lainnya terluka.

Pelanggaran itu termasuk tindakan kejahatan berupa penembakan langsung terhadap warga sipil, pengeboman disengaja, dan penangkapan sejumlah warga, yang menunjukkan kebijakan agresi Israel yang terus berlanjut meskipun perang secara resmi telah dinyatakan berakhir.


Klaim dan Respons dari Pihak Israel dan Hamas

Israel menuduh Hamas menargetkan pasukannya di kota Rafah bagian selatan.

Media publik Israel mengklaim serangan itu terjadi setelah “baku tembak” dengan pejuang Hamas.
Ada juga laporan mengenai ledakan alat peledak rakitan (IED) yang melukai beberapa tentara Israel di Rafah, setelah bulldozer milik pemukim Israel menabrak amunisi yang belum meledak, memicu ledakan besar.

Militer Israel kemudian mengakui telah melancarkan serangan udara di Rafah, dengan dalih bahwa pasukannya menjadi sasaran serangan Hamas.

Dalam pernyataan militernya, Israel mengatakan pejuang Palestina menembakkan rudal antitank dan senjata ringan ke arah tentara mereka, dan pasukan Israel membalas dengan serangan udara.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu juga merilis pernyataan bahwa tindakan militer itu diambil setelah berkonsultasi dengan pejabat pertahanan senior.


Respons Hamas

Sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, menanggapi tuduhan itu dengan mengatakan bahwa mereka tetap mematuhi perjanjian gencatan senjata dan tidak mengetahui adanya pertempuran di Rafah.

“Kami tidak memiliki informasi tentang insiden atau bentrokan apa pun di wilayah Rafah, karena area tersebut adalah zona merah di bawah kendali pendudukan, dan kontak dengan kelompok kami yang tersisa di sana telah terputus sejak perang dilanjutkan pada Maret tahun ini,” kata Brigade Al-Qassam dalam pernyataannya.

Beberapa jam kemudian, militer Israel mengeluarkan pernyataan baru, mengklaim bahwa pasukannya kini tengah “memperkuat gencatan senjata di Gaza” setelah “serangkaian serangan besar.”


Bantuan Dihentikan, Tekanan Internasional Meningkat

Secara terpisah, Netanyahu memerintahkan penghentian sementara pengiriman bantuan ke Gaza atas rekomendasi militer, dengan dalih pelanggaran oleh Hamas — “hingga pemberitahuan lebih lanjut.”
Namun kemudian Israel mencabut keputusan itu, dilaporkan setelah mendapat tekanan dari AS dan mediator regional.

Ketika seorang jurnalis di Air Force One bertanya apakah gencatan senjata di Gaza masih berlaku, Presiden AS Donald Trump menjawab: “Ya, masih berlaku.”


Pernyataan Hamas Setelah Serangan

Menanggapi serangan tersebut, Hamas mengeluarkan pernyataan resmi:

“Hamas sepenuhnya mematuhi dan menjalankan semua komitmennya terhadap perjanjian, melaksanakannya dengan ketepatan dan integritas.”

“Tidak ada bukti dari mediator atau pihak penjamin yang menunjukkan bahwa gerakan kami melanggar atau menghambat kesepakatan. Sebaliknya, Hamas telah bekerja dengan sungguh-sungguh dan tulus untuk menegakkan perjanjian ini secara utuh — demi stabilitas dan mengurangi penderitaan rakyat kami di Jalur Gaza.”

“Sebaliknya, pihak pendudukan Israel dengan sengaja melanggar perjanjian ini sejak hari pertama gencatan senjata diberlakukan. Mereka telah melakukan banyak pelanggaran serius dan kejahatan terhadap warga sipil. Semua pelanggaran ini telah didokumentasikan dan diserahkan kepada para mediator, lengkap dengan foto, laporan, dan bukti yang tak terbantahkan.”

sumber : Quds News Network

Tags: GazaPalestina
Previous Post

Pelanggaran Gencatan Senjata: Peluru Tank Israel Hantam Mobil Keluarga di Zaytoun, 11 Syahid Termasuk Anak-Anak

Next Post

Satu Generasi yang Hilang di Gaza: Luka Fisik, Trauma Jiwa, dan Cacat Seumur Hidup

Suara Langit Indonesia

Suara Langit Indonesia

Related Posts

Tujuh Warga Palestina Menjadi Korban Jiwa dalam Serangan Israel di Gaza, Pelanggaran Gencatan Senjata Terus Berlanjut
Berita

Tujuh Warga Palestina Menjadi Korban Jiwa dalam Serangan Israel di Gaza, Pelanggaran Gencatan Senjata Terus Berlanjut

11 Februari 2026
UNICEF: 37 Anak Palestina Menjadi Korban Jiwa di Gaza Sejak Awal Tahun, Gencatan Senjata Gagal Lindungi Warga Sipil
Berita

UNICEF: 37 Anak Palestina Menjadi Korban Jiwa di Gaza Sejak Awal Tahun, Gencatan Senjata Gagal Lindungi Warga Sipil

8 Februari 2026
Genosida Berlanjut: Serangan Israel Sebabkan 31 Warga Palestina Syahid, Kantor Polisi dan Tenda Pengungsi Diserang
Berita

Genosida Berlanjut: Serangan Israel Sebabkan 31 Warga Palestina Syahid, Kantor Polisi dan Tenda Pengungsi Diserang

1 Februari 2026
Next Post
Satu Generasi yang Hilang di Gaza: Luka Fisik, Trauma Jiwa, dan Cacat Seumur Hidup

Satu Generasi yang Hilang di Gaza: Luka Fisik, Trauma Jiwa, dan Cacat Seumur Hidup

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • PBB: Israel Blokir Sejumlah Misi Kemanusiaan di Gaza
  • Sudah Berapa Kali Israel Melanggar Gencatan Senjata di Gaza dalam Empat Bulan?
  • Tujuh Warga Palestina Menjadi Korban Jiwa dalam Serangan Israel di Gaza, Pelanggaran Gencatan Senjata Terus Berlanjut
  • UNICEF: 37 Anak Palestina Menjadi Korban Jiwa di Gaza Sejak Awal Tahun, Gencatan Senjata Gagal Lindungi Warga Sipil
  • Suara Langit Indonesia Tebar Manfaat Lewat Bakti Sosial di Gunung Kidul

Kategori

  • Berita
  • Laporan Khusus
  • Penyaluran
  • Uncategorized

Suara Langit Indonesia

Suara Langit Indonesia (SLI) adalah lembaga kemanusiaan yang resmi berdiri dan berbadan hukum pada tanggal 5 Januari 2020. SLI menyelenggarakan berbagai kegiatan kemanusiaan dengan pendekatan dakwah, sosial, pendidikan, dan bantuan darurat.

Rekening Donasi

•BNI 2444266609
•BSI 7236-30881-7
•MANDIRI 170-00-1300772-3
A.N. Yayasan Suara Langit Indonesia

Konfirmasi transfer

• Admin SLI:‪‪‪‪‪‪‪‪‪‪‪‪ 0813 3946 8790
‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬(Whatsapp)

Ikuti Kami

Dana yang didonasikan melalui Suara Langit Indonesia sepenuhnya sah, halal, serta tidak terkait pencucian uang, terorisme, atau tindak kejahatan lainnya.

  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus

© 2025 Suara Langit - Sosial, Dakwah dan Kemanusiaan

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus

© 2025 Suara Langit - Sosial, Dakwah dan Kemanusiaan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In