PBB pada hari Kamis (20/11/2025) menyampaikan keprihatinan mendalam atas serangan udara terbaru Israel di Jalur Gaza yang menewaskan sejumlah warga sipil, termasuk anak-anak, meskipun telah ada perjanjian gencatan senjata Gaza yang disepakati pada 10 Oktober.
“Berbicara mengenai Gaza, saya dapat sampaikan bahwa kami sangat prihatin atas serangan udara Israel yang kami lihat, di mana warga sipil dilaporkan tewas dan terluka kemarin, termasuk anak-anak,” kata juru bicara PBB Stephane Dujarric dalam konferensi pers.
Menekankan bahwa situasi ini adalah pengingat betapa rapuhnya gencatan senjata tersebut, Dujarric mengatakan, “Yang kita butuhkan adalah semua pihak memastikan bahwa gencatan senjata tetap bertahan dan terus dipertahankan.”
Ia menegaskan bahwa warga sipil harus selalu dilindungi dan dijauhkan dari bahaya.
Pada Rabu, tentara Israel membunuh 25 warga Palestina dan melukai 77 lainnya dalam serangkaian serangan berturut-turut di sejumlah wilayah yang sebelumnya telah ditinggalkan Israel. Otoritas Palestina menyebut tindakan ini sebagai pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata, menurut Kementerian Kesehatan di Gaza.
Data dari faksi-faksi Palestina, kelompok hak asasi manusia, dan lembaga pemerintah menunjukkan bahwa Israel telah melakukan puluhan pelanggaran gencatan senjata sejak perjanjian tersebut mulai berlaku pada 10 Oktober.
Israel telah membunuh 280 warga Palestina dan melukai 672 lainnya sejak 11 Oktober, menurut pernyataan Kementerian Kesehatan Gaza pada Rabu.
Sejak Oktober 2023, tentara Israel telah membunuh hampir 70.000 orang di Gaza — sebagian besar perempuan dan anak-anak — melukai lebih dari 170.000 orang, dan menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza menjadi puing-puing.
Sumber: Anadolu Agency





