• Berita
  • Penyaluran
  • Donasi
Minggu, Februari 15, 2026
  • Login
Suara Langit Indonesia
  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus
Mari Berdonasi
  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus
No Result
View All Result
Suara Langit Indonesia
No Result
View All Result
Home Berita

Update Banjir Sumatera 4 Desember: Korban Jiwa Tembus 800 Orang

Suara Langit Indonesia by Suara Langit Indonesia
4 Desember 2025
in Berita
0
Update Banjir Sumatera 4 Desember: Korban Jiwa Tembus 800 Orang
0
SHARES
13
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

SUMATERA – Duka mendalam menyelimuti Pulau Sumatera. Hingga Kamis sore (4/12/2025), bencana hidrometeorologi basah berupa banjir bandang dan tanah longsor yang menghantam tiga provinsi sekaligus—Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—mencatat lonjakan jumlah korban jiwa yang signifikan.

Berdasarkan data terbaru yang dihimpun dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan laporan lapangan hingga pukul 16.00 WIB, total korban meninggal dunia yang terkonfirmasi telah mencapai 836 jiwa, sementara lebih dari 500 orang masih dinyatakan hilang.

Rincian Korban dan Wilayah Terdampak

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers virtual hari ini menyebutkan bahwa operasi pencarian masih terus dilakukan secara masif.

“Angka kematian terus bergerak dinamis seiring ditemukannya jenazah di area yang sebelumnya terisolir. Hingga sore ini, akumulasi dari tiga provinsi mencapai lebih dari 800 jiwa,” ungkapnya.

Berikut adalah rincian dampak di tiga provinsi utama:

  • Aceh: Menjadi wilayah dengan dampak terparah, terutama di Aceh Utara dan Aceh Tenggara. Tercatat 277 hingga 325 korban jiwa (data bervariasi seiring evakuasi berjalan) dengan ratusan ribu warga masih mengungsi. Di Aceh Utara saja, dilaporkan 163.000 warga terdampak dan banyak wilayah pedalaman yang masih terisolasi total akibat putusnya jembatan dan jalan.
  • Sumatera Utara (Sumut): Banjir bandang dan longsor menghantam Tapanuli Tengah, Humbang Hasundutan, dan Deli Serdang. Di Kota Medan, banjir rob dan luapan sungai menyebabkan 13 orang meninggal dunia. Data Pusdalops PB Sumut per Kamis sore mencatat korban hilang di provinsi ini bertambah menjadi 205 orang.
  • Sumatera Barat (Sumbar): Korban meninggal tercatat mencapai 200 jiwa, dengan fokus kerusakan parah di wilayah pesisir dan pegunungan akibat galodo (banjir bandang).

Respon Pemerintah dan Status Siaga

Pemerintah pusat bergerak cepat merespons krisis ini. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dijadwalkan meninjau langsung tiga provinsi terdampak untuk memastikan distribusi bantuan.

Sementara itu, Kementerian Pertanian telah melepas 207 truk bantuan logistik senilai Rp34,8 miliar. Di sisi penegakan hukum, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengambil langkah tegas dengan mencabut izin 8 perusahaan yang diduga menjadi pemicu kerusakan lingkungan yang memperparah dampak bencana ini.

Tidak hanya di tiga provinsi tersebut, Provinsi Riau juga mulai menetapkan status siaga. Kabupaten Rokan Hulu dan Indragiri Hilir (Inhil) resmi menetapkan status “Siaga Bencana Hidrometeorologi” menyusul naiknya debit Sungai Rokan dan Batang Lubuh di atas ambang batas normal.

Penyebab dan Peringatan Lingkungan

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Riau menyoroti bahwa bencana ini bukan semata faktor cuaca ekstrem. Deforestasi masif dan hilangnya tutupan hutan tropis di sepanjang Bukit Barisan dinilai menjadi faktor utama yang membuat tanah tidak mampu lagi menahan curah hujan tinggi, memicu flash flood yang mematikan.

BMKG memperingatkan bahwa meski intensitas hujan diprediksi sedikit menurun di beberapa titik, potensi banjir susulan—khususnya banjir rob di pesisir Medan Utara—masih sangat tinggi pada periode 4–6 Desember 2025. Warga diimbau untuk tetap berada di posko pengungsian dan tidak memaksakan diri kembali ke rumah yang berada di zona merah.

Galang Solidaritas: Mari Bantu Saudara Kita di Sumatera

Bencana ini belum usai. Di balik angka statistik korban jiwa, terdapat ribuan keluarga yang kehilangan tempat tinggal, akses air bersih, dan kehangatan rumah. Saat ini, kebutuhan paling mendesak bagi para pengungsi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat adalah makanan siap saji, selimut, obat-obatan, dan perlengkapan bayi/balita.

Kami mengajak para pembaca untuk turut serta meringankan beban saudara-saudara kita di tanah Sumatera. Sekecil apapun bantuan Anda, akan menjadi harapan besar bagi mereka untuk bangkit kembali.

Klik link dibawah ini untuk berdonasi:

https://suaralangit.id/campaign/peduli-bencana-sumatera-saatnya-kita-mengulurkan-tangan

Tags: indonesianasional
Previous Post

Dalam 50 Hari Gencatan Senjata: Israel Lakukan 591 Pelanggaran, 357 Korban Jiwa

Next Post

Yayasan Suara Langit Salurkan Bantuan Tahap 1, Tembus Wilayah Aceh Utara

Suara Langit Indonesia

Suara Langit Indonesia

Related Posts

Tujuh Warga Palestina Menjadi Korban Jiwa dalam Serangan Israel di Gaza, Pelanggaran Gencatan Senjata Terus Berlanjut
Berita

Tujuh Warga Palestina Menjadi Korban Jiwa dalam Serangan Israel di Gaza, Pelanggaran Gencatan Senjata Terus Berlanjut

11 Februari 2026
UNICEF: 37 Anak Palestina Menjadi Korban Jiwa di Gaza Sejak Awal Tahun, Gencatan Senjata Gagal Lindungi Warga Sipil
Berita

UNICEF: 37 Anak Palestina Menjadi Korban Jiwa di Gaza Sejak Awal Tahun, Gencatan Senjata Gagal Lindungi Warga Sipil

8 Februari 2026
Genosida Berlanjut: Serangan Israel Sebabkan 31 Warga Palestina Syahid, Kantor Polisi dan Tenda Pengungsi Diserang
Berita

Genosida Berlanjut: Serangan Israel Sebabkan 31 Warga Palestina Syahid, Kantor Polisi dan Tenda Pengungsi Diserang

1 Februari 2026
Next Post
Yayasan Suara Langit Salurkan Bantuan Tahap 1, Tembus Wilayah Aceh Utara

Yayasan Suara Langit Salurkan Bantuan Tahap 1, Tembus Wilayah Aceh Utara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • PBB: Israel Blokir Sejumlah Misi Kemanusiaan di Gaza
  • Sudah Berapa Kali Israel Melanggar Gencatan Senjata di Gaza dalam Empat Bulan?
  • Tujuh Warga Palestina Menjadi Korban Jiwa dalam Serangan Israel di Gaza, Pelanggaran Gencatan Senjata Terus Berlanjut
  • UNICEF: 37 Anak Palestina Menjadi Korban Jiwa di Gaza Sejak Awal Tahun, Gencatan Senjata Gagal Lindungi Warga Sipil
  • Suara Langit Indonesia Tebar Manfaat Lewat Bakti Sosial di Gunung Kidul

Kategori

  • Berita
  • Laporan Khusus
  • Penyaluran
  • Uncategorized

Suara Langit Indonesia

Suara Langit Indonesia (SLI) adalah lembaga kemanusiaan yang resmi berdiri dan berbadan hukum pada tanggal 5 Januari 2020. SLI menyelenggarakan berbagai kegiatan kemanusiaan dengan pendekatan dakwah, sosial, pendidikan, dan bantuan darurat.

Rekening Donasi

•BNI 2444266609
•BSI 7236-30881-7
•MANDIRI 170-00-1300772-3
A.N. Yayasan Suara Langit Indonesia

Konfirmasi transfer

• Admin SLI:‪‪‪‪‪‪‪‪‪‪‪‪ 0813 3946 8790
‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬(Whatsapp)

Ikuti Kami

Dana yang didonasikan melalui Suara Langit Indonesia sepenuhnya sah, halal, serta tidak terkait pencucian uang, terorisme, atau tindak kejahatan lainnya.

  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus

© 2025 Suara Langit - Sosial, Dakwah dan Kemanusiaan

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus

© 2025 Suara Langit - Sosial, Dakwah dan Kemanusiaan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In