Gaza – Sedikitnya lima warga Palestina, termasuk dua anak dan seorang perempuan, menjadi korban jiwa akibat serangan pasukan Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza pada Rabu, seiring Israel terus melanggar gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat, meskipun telah diumumkan transisi ke fase kedua dari rencana Trump.
Sumber medis mengonfirmasi bahwa tiga warga Palestina, termasuk seorang anak, menjadi korban jiwa dalam serangan artileri Israel di sebelah timur Deir al-Balah, Gaza bagian tengah.
Tak lama kemudian, seorang anak laki-laki berusia 13 tahun dan seorang perempuan berusia 32 tahun juga menjadi korban jiwa akibat tembakan pasukan Israel di Khan Younis, Gaza selatan.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan ayah dari anak laki-laki berusia 13 tahun tersebut menjerit dalam kesedihan mendalam atas kehilangan putranya.
Sumber setempat menyebutkan bahwa serangan-serangan tersebut terjadi di luar area penempatan pasukan Israel.
Sejak pagi hari, pasukan Israel dilaporkan telah membombardir wilayah Gaza utara, tengah, dan selatan, sementara sebuah helikopter tempur melepaskan tembakan di wilayah tengah Gaza.
Serangan artileri menghantam wilayah timur Khan Younis serta Kamp Bureij di Gaza tengah, sementara sebuah helikopter membuka tembakan di sekitar Deir al-Balah.
Pemboman Israel juga menyasar wilayah utara Gaza, di mana pasukan Israel melakukan penghancuran bangunan-bangunan permukiman di Beit Lahiya.
Israel terus melanggar kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku pada Oktober lalu, dengan menyebabkan sedikitnya 483 warga Palestina menjadi korban jiwa, termasuk 169 anak-anak dan 64 perempuan, serta menghalangi masuknya bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan.
Serangan-serangan tersebut terjadi meskipun Amerika Serikat telah mengumumkan transisi ke fase kedua serta kerangka pembentukan “Dewan Perdamaian” dalam rencana 20 poin yang diusulkan Trump.
sumber: QNN





