Gaza (QNN) – Sedikitnya tujuh warga Palestina menjadi korban jiwa dalam serangan Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza sejak Senin malam, seiring pelanggaran berulang Israel terhadap apa yang disebut sebagai gencatan senjata. Serangan tersebut terjadi bersamaan dengan terus diblokirnya masuk bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan ke wilayah itu.
Pada Selasa, sumber medis di Al-Aqsa Martyrs Hospital menyatakan bahwa dua warga Palestina menjadi korban jiwa akibat pemboman Israel di Jalan Salah al-Din, Gaza bagian tengah. Pada waktu yang sama, seorang perempuan menjadi korban jiwa setelah ditembak drone Israel di Desa Al-Musaddar, Gaza tengah.
Kantor Media Pemerintah Gaza pada Selasa melaporkan bahwa sejak gencatan senjata diberlakukan, setidaknya 573 warga Palestina menjadi korban jiwa dan 1.553 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan Israel di Jalur Gaza. Di antara para korban, terdapat 292 anak-anak, perempuan, dan lansia, sementara 99 persen korban merupakan warga sipil.
Meski kesepakatan gencatan senjata secara tegas menyebutkan bahwa “bantuan penuh akan segera dikirimkan ke Jalur Gaza”, Israel dilaporkan terus menghalangi masuknya bantuan kemanusiaan esensial ke wilayah yang dikepung tersebut.
Sejak dimulainya perang genosida Israel terhadap Gaza pada Oktober 2023, lebih dari 72.000 warga Palestina telah menjadi korban jiwa akibat serangan Israel di Jalur Gaza.
Sumber: QNN





