Gaza – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa otoritas Israel memblokir sejumlah misi kemanusiaan di Jalur Gaza, termasuk misi untuk menjangkau instalasi pengolahan air limbah di Khan Younis, sehingga membatasi bantuan bagi warga sipil yang sangat membutuhkan.
Mengutip Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA), juru bicara United Nations, Stephane Dujarric, mengatakan dalam konferensi pers bahwa tim PBB telah berupaya mengoordinasikan delapan misi kemanusiaan.
“Lima misi difasilitasi sepenuhnya, sementara tiga lainnya—termasuk misi untuk menjangkau instalasi pengolahan air limbah di Khan Younis—ditolak oleh otoritas Israel,” ujarnya.
Dujarric menjelaskan bahwa misi yang berhasil dilaksanakan mengumpulkan pasokan makanan dan medis di penyeberangan Kerem Shalom dan Karem Abu Salem, serta memantau kargo kemanusiaan di perlintasan Kerem Shalom dan Kissufim.
Hambatan Berat di Tengah Gencatan Senjata
“Empat bulan sejak kesepakatan gencatan senjata berlaku, peningkatan respons kemanusiaan telah menyelamatkan banyak nyawa dan mencegah kelaparan di Gaza,” kata Dujarric.
Namun, ia menegaskan bahwa banyak warga Gaza masih hidup dalam kondisi yang sangat keras. Respons kemanusiaan, lanjutnya, menghadapi hambatan besar, terutama terkait pembatasan masuknya barang dan keterbatasan operasional mitra kemanusiaan.
Hampir 1,5 juta orang—sekitar dua dari tiga warga Palestina di Gaza—tinggal di sekitar 1.000 lokasi pengungsian yang sering kali padat, serta di tenda-tenda yang tidak memberikan privasi maupun perlindungan memadai dari cuaca.
Meski mitra PBB telah menyalurkan tenda, perlengkapan tidur, dan pakaian kepada lebih dari 85.000 keluarga pada Januari, Dujarric memperingatkan bahwa untuk menyediakan solusi yang lebih berkelanjutan, pembatasan masuknya material dan peralatan konstruksi penting harus segera dicabut.
Korban Jiwa Terus Bertambah
Kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober mengakhiri perang Israel selama dua tahun yang dimulai pada 8 Oktober 2023.
Otoritas Palestina menyatakan konflik tersebut telah menyebabkan lebih dari 72.000 warga Palestina menjadi korban jiwa, melukai lebih dari 171.000 lainnya, serta menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Gaza. PBB memperkirakan biaya rekonstruksi mencapai sekitar 70 miliar dolar AS.
Meski demikian, menurut Kementerian Kesehatan Gaza, setidaknya 591 warga Palestina menjadi korban jiwa dan lebih dari 1.578 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan Israel sejak gencatan senjata diberlakukan.
Sumber: ANADOLU / PBB / OCHA




