Gaza, Palestina – Kementerian Kesehatan Palestina pada Senin (2/3/2026) mengumumkan kedatangan satu korban syahid baru ke rumah sakit di Jalur Gaza dalam 24 jam terakhir, disertai lima korban luka. Korban tersebut merupakan bagian dari pelanggaran yang terus dilakukan tentara pendudukan terhadap kesepakatan gencatan senjata.
Dalam pernyataan resminya, kementerian menyebutkan bahwa masih terdapat sejumlah korban yang tertimbun reruntuhan dan tergeletak di jalanan. Tim ambulans dan pertahanan sipil hingga kini belum mampu menjangkau mereka.
Sejak gencatan senjata diberlakukan pada 11 Oktober lalu, total korban syahid mencapai 630 orang, dengan 1.698 korban luka. Selain itu, sebanyak 735 jenazah berhasil dievakuasi dari bawah reruntuhan.
Kementerian juga menjelaskan bahwa secara kumulatif sejak dimulainya agresi pada 7 Oktober 2023, jumlah korban telah mencapai 72.097 orang syahid dan 171.796 luka-luka.
Serangan Terus Berlanjut
Pada Minggu, tentara pendudukan Israel menewaskan dua warga Palestina dan melukai tiga lainnya dalam sejumlah serangan terpisah di Jalur Gaza, meskipun kesepakatan gencatan senjata masih berlaku sejak 10 Oktober lalu.
Sumber medis melaporkan bahwa dua warga Palestina, Omar Sufyan Manoun dan Mustafa Ahmad Zaghloul, gugur akibat serangan udara Israel di wilayah Jabalia, Gaza utara.
Di wilayah Beit Lahia, Gaza utara, dua warga Palestina—salah satunya seorang anak—terluka akibat tembakan tentara Israel di area yang berada di luar zona penyebaran militer sesuai kesepakatan, menurut sumber medis dan saksi mata.
Sementara itu, di wilayah tengah Gaza, seorang remaja juga mengalami luka tembak akibat serangan Israel di kawasan Abu al-Ajeen, timur Kota Deir al-Balah, yang juga berada di luar area penyebaran militer berdasarkan perjanjian.
Pada Minggu pagi, artileri Israel membombardir kawasan timur lingkungan Al-Tuffah dan Al-Zaytoun di Kota Gaza. Pesawat tempur Israel juga melancarkan dua serangan udara di bagian timur Kota Khan Younis, wilayah selatan Gaza, yang termasuk dalam area kontrol dan penyebaran militer sesuai kesepakatan.
Dampak Perang Dua Tahun
Kesepakatan gencatan senjata tercapai setelah dua tahun perang genosida yang dimulai pada Oktober 2023 dengan dukungan Amerika Serikat.
Perang tersebut menyebabkan kehancuran besar-besaran, dengan sekitar 90 persen infrastruktur sipil hancur. Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan biaya rekonstruksi mencapai sekitar 70 miliar dolar AS.
sumber: Arabi21





