• Berita
  • Penyaluran
  • Donasi
Minggu, Februari 15, 2026
  • Login
Suara Langit Indonesia
  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus
Mari Berdonasi
  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus
No Result
View All Result
Suara Langit Indonesia
No Result
View All Result
Home Berita

Anak-Anak Gaza Tidur dalam Keadaan Lapar: UNICEF Peringatkan Krisis Gizi dan Penyakit

Suara Langit Indonesia by Suara Langit Indonesia
2 November 2025
in Berita
0
Anak-Anak Gaza Tidur dalam Keadaan Lapar: UNICEF Peringatkan Krisis Gizi dan Penyakit

UNICEF mendesak pihak pendudukan untuk membuka semua jalur masuk ke Gaza agar bantuan dapat sampai ke sana - Getty

0
SHARES
14
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

GAZA – Juru bicara Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF), Tess Ingram, menegaskan bahwa lebih dari satu juta anak di Jalur Gaza masih membutuhkan air dan makanan, sementara ribuan anak tidur dalam keadaan lapar setiap malam, meskipun telah diberlakukan gencatan senjata.
Selain itu, 650.000 anak masih belum dapat kembali ke sekolah.

Ingram menjelaskan bahwa gencatan senjata memang merupakan “berita baik” karena menghentikan serangan udara harian yang sebelumnya menewaskan banyak anak, namun itu saja tidak cukup untuk mengakhiri kelaparan atau memastikan keluarga memiliki akses ke air minum yang aman, menurut laporan kantor berita Anadolu.

“Keluarga di Gaza masih berjuang setiap hari untuk bertahan hidup,” ujar Ingram.
“Infrastruktur yang dulu menyediakan air dan layanan kesehatan bagi anak-anak kini rusak parah, membuat akses terhadap kebutuhan dasar menjadi sangat sulit.”


Gencatan Senjata Tak Hentikan Penderitaan

Pada 10 Oktober lalu, perjanjian gencatan senjata antara Hamas dan Israel mulai berlaku berdasarkan rencana perdamaian yang disusun Presiden AS Donald Trump.
Namun, pasukan pendudukan Israel melakukan banyak pelanggaran, menewaskan dan melukai ratusan warga Palestina, serta melanjutkan blokade ketat terhadap Gaza yang menghambat masuknya bantuan kemanusiaan.


Bantuan Masih Sangat Terbatas

Ingram menambahkan bahwa jumlah bantuan yang masuk ke Gaza hanya meningkat sedikit selama dua minggu pertama setelah gencatan senjata dimulai, namun tetap “sangat tidak mencukupi”.

“Jumlah bantuan yang masuk masih jauh di bawah tingkat normal sebelum perang dimulai,” katanya.
“Kami membutuhkan arus bantuan yang besar dan cepat, karena risikonya masih tinggi. Anak-anak menghadapi bahaya kematian akibat malnutrisi, suhu dingin, atau penyakit yang sebenarnya bisa dicegah.”


Seruan untuk Membuka Perbatasan

Ingram menyerukan agar otoritas pendudukan Israel membuka seluruh perlintasan menuju Gaza, agar bantuan kemanusiaan dapat menjangkau wilayah secara lebih luas.
Ia menegaskan bahwa banyak wilayah Gaza masih sama sekali belum menerima dukungan kemanusiaan yang memadai.

“Apakah gencatan senjata ini telah sepenuhnya mengubah kehidupan anak-anak di Gaza? Tidak. Gencatan ini memang menghentikan bom harian, tetapi tidak serta-merta mengembalikan kehidupan mereka seperti semula,” ujarnya.


Anak-anak Gaza: Masih Lapar dan Tanpa Perawatan

UNICEF mencatat, sekitar 650.000 anak membutuhkan akses kembali ke sekolah, sementara lebih dari satu juta anak membutuhkan air dan makanan.
Ribuan anak masih tidur dalam keadaan lapar, dan banyak yang menderita penyakit yang bisa diobati, tetapi kekurangan obat dan tenaga medis membuat mereka menahan sakit tanpa pengobatan.


“Kegagalan Dunia adalah Luka yang Menganga”

Ingram menutup pernyataannya dengan nada penuh keprihatinan:

“Kegagalan komunitas internasional untuk memanfaatkan momen gencatan senjata demi menyelamatkan nyawa anak-anak dan menghentikan penderitaan mereka adalah hal yang memilukan.”

Ia menyerukan solidaritas global untuk membantu anak-anak Gaza pulih dari bencana yang mereka alami selama dua tahun terakhir.


Selama dua tahun terakhir, Israel — dengan dukungan Amerika Serikat — melakukan genosida di Jalur Gaza, yang dimulai pada 7 Oktober 2023 dan berlangsung hingga kini.
Serangan tersebut telah menewaskan lebih dari 68.000 orang, melukai lebih dari 170.000 lainnya, serta menghancurkan sekitar 90% infrastruktur sipil di Gaza, dengan total kerugian diperkirakan mencapai 70 miliar dolar AS.

sumber : Arabi21

Tags: GazaPalestina
Previous Post

Ratusan Pengungsi dari El-Fasher, Sudan Tiba di Wilayah Utara dalam Kondisi Memprihatinkan

Next Post

Dari Tangan-Tangan Dermawan, Air Kehidupan Mengalir ke Gaza

Suara Langit Indonesia

Suara Langit Indonesia

Related Posts

Tujuh Warga Palestina Menjadi Korban Jiwa dalam Serangan Israel di Gaza, Pelanggaran Gencatan Senjata Terus Berlanjut
Berita

Tujuh Warga Palestina Menjadi Korban Jiwa dalam Serangan Israel di Gaza, Pelanggaran Gencatan Senjata Terus Berlanjut

11 Februari 2026
UNICEF: 37 Anak Palestina Menjadi Korban Jiwa di Gaza Sejak Awal Tahun, Gencatan Senjata Gagal Lindungi Warga Sipil
Berita

UNICEF: 37 Anak Palestina Menjadi Korban Jiwa di Gaza Sejak Awal Tahun, Gencatan Senjata Gagal Lindungi Warga Sipil

8 Februari 2026
Genosida Berlanjut: Serangan Israel Sebabkan 31 Warga Palestina Syahid, Kantor Polisi dan Tenda Pengungsi Diserang
Berita

Genosida Berlanjut: Serangan Israel Sebabkan 31 Warga Palestina Syahid, Kantor Polisi dan Tenda Pengungsi Diserang

1 Februari 2026
Next Post
Dari Tangan-Tangan Dermawan, Air Kehidupan Mengalir ke Gaza

Dari Tangan-Tangan Dermawan, Air Kehidupan Mengalir ke Gaza

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • PBB: Israel Blokir Sejumlah Misi Kemanusiaan di Gaza
  • Sudah Berapa Kali Israel Melanggar Gencatan Senjata di Gaza dalam Empat Bulan?
  • Tujuh Warga Palestina Menjadi Korban Jiwa dalam Serangan Israel di Gaza, Pelanggaran Gencatan Senjata Terus Berlanjut
  • UNICEF: 37 Anak Palestina Menjadi Korban Jiwa di Gaza Sejak Awal Tahun, Gencatan Senjata Gagal Lindungi Warga Sipil
  • Suara Langit Indonesia Tebar Manfaat Lewat Bakti Sosial di Gunung Kidul

Kategori

  • Berita
  • Laporan Khusus
  • Penyaluran
  • Uncategorized

Suara Langit Indonesia

Suara Langit Indonesia (SLI) adalah lembaga kemanusiaan yang resmi berdiri dan berbadan hukum pada tanggal 5 Januari 2020. SLI menyelenggarakan berbagai kegiatan kemanusiaan dengan pendekatan dakwah, sosial, pendidikan, dan bantuan darurat.

Rekening Donasi

•BNI 2444266609
•BSI 7236-30881-7
•MANDIRI 170-00-1300772-3
A.N. Yayasan Suara Langit Indonesia

Konfirmasi transfer

• Admin SLI:‪‪‪‪‪‪‪‪‪‪‪‪ 0813 3946 8790
‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬(Whatsapp)

Ikuti Kami

Dana yang didonasikan melalui Suara Langit Indonesia sepenuhnya sah, halal, serta tidak terkait pencucian uang, terorisme, atau tindak kejahatan lainnya.

  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus

© 2025 Suara Langit - Sosial, Dakwah dan Kemanusiaan

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus

© 2025 Suara Langit - Sosial, Dakwah dan Kemanusiaan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In