• Berita
  • Penyaluran
  • Donasi
Minggu, Februari 15, 2026
  • Login
Suara Langit Indonesia
  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus
Mari Berdonasi
  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus
No Result
View All Result
Suara Langit Indonesia
No Result
View All Result
Home Berita

Banjir Bandang Sumatera: Korban Jiwa Tembus 753 Orang, Tiga Provinsi Nyatakan Darurat Bencana

Suara Langit Indonesia by Suara Langit Indonesia
3 Desember 2025
in Berita
0
Banjir Bandang Sumatera: Korban Jiwa Tembus 753 Orang, Tiga Provinsi Nyatakan Darurat Bencana
0
SHARES
14
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Rabu (3/12/2025) – Bencana hidrometeorologi basah yang melanda Pulau Sumatera sejak akhir November lalu kini mencatatkan angka korban jiwa yang memilukan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi utama—Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—telah menembus angka 753 jiwa.

Skala kehancuran yang masif menjadikan peristiwa ini sebagai salah satu bencana alam paling mematikan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, memicu respons darurat nasional dan sorotan internasional.

Update Korban dan Pengungsi: Angka Terus Bergerak

Berdasarkan data terbaru dari Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, selain korban meninggal, tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap lebih dari 460 warga yang dinyatakan hilang.

Dampak kemanusiaan dari bencana ini sangat luas:

  • Korban Luka: Lebih dari 2.600 orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan atau terseret arus.
  • Pengungsi: Sekitar 1,1 hingga 1,5 juta warga terpaksa meninggalkan rumah mereka dan kini menempati posko-posko pengungsian darurat yang tersebar di 50 kabupaten/kota terdampak.
  • Total Terdampak: Diperkirakan 3,3 juta jiwa terdampak langsung oleh lumpuhnya aktivitas ekonomi dan sosial.

Provinsi Sumatera Utara mencatatkan jumlah korban meninggal terbanyak, disusul oleh Sumatera Barat dan Aceh. Akses yang terputus membuat verifikasi data di lapangan masih dinamis dan berpotensi bertambah.

Infrastruktur Lumpuh: Ribuan Rumah dan Jembatan Hancur

Banjir bandang yang membawa material lumpur, batu, dan kayu gelondongan telah meluluhlantakkan infrastruktur vital. Laporan lapangan mencatat kerusakan signifikan:

  • Permukiman: Lebih dari 3.500 rumah rusak berat (hancur total), 2.100 rusak sedang, dan 20.500 rusak ringan.
  • Fasilitas Umum: Sebanyak 277 jembatan dilaporkan putus atau rusak parah, memutus isolasi antar-kecamatan. Selain itu, lebih dari 300 fasilitas pendidikan (sekolah) tidak dapat digunakan.

Putusnya jembatan dan jalan nasional telah menghambat distribusi bantuan logistik ke wilayah terisolir, memaksa tim tanggap darurat menggunakan helikopter untuk menyuplai makanan dan obat-obatan.

Penyebab: Kombinasi Cuaca Ekstrem dan Faktor Lingkungan

Para ahli dan otoritas terkait menyebut bencana ini sebagai akumulasi dari “badai sempurna”. Faktor utama pemicu bencana meliputi:

  1. Siklon Tropis Senyar: Fenomena ini yang mendarat sejak akhir November memicu curah hujan ekstrem yang tak henti-henti.
  2. Degradasi Lingkungan: Kerusakan daerah resapan air di hulu sungai akibat alih fungsi lahan memperparah laju air bah yang turun ke pemukiman.
  3. Fenomena Super Full Moon: BMKG juga memperingatkan adanya potensi banjir rob (pasang air laut) di pesisir Sumatera Barat pada 3–7 Desember 2025, yang dapat memperlambat surutnya air sungai ke laut.

Respons Pemerintah dan Peringatan Dini BMKG

Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh jajaran terkait, termasuk TNI, Polri, dan Kementerian Sosial, untuk memprioritaskan evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi. “Keselamatan rakyat adalah prioritas mutlak. Tidak ada birokrasi yang boleh menghambat bantuan,” tegas Presiden dalam rapat terbatas kemarin.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat untuk tetap waspada. Potensi hujan lebat masih diprediksi terjadi hingga sepekan ke depan. Warga yang tinggal di bantaran sungai dan area perbukitan rawan longsor diimbau untuk segera mengevakuasi diri ke tempat yang lebih aman jika hujan turun dengan intensitas tinggi selama lebih dari satu jam.

Klik link dibawah ini untuk berdonasi:

https://suaralangit.id/campaign/peduli-bencana-sumatera-saatnya-kita-mengulurkan-tangan

Tags: indonesianasional
Previous Post

DARURAT BENCANA: Banjir dan Longsor Terjang Sumatera dan Aceh, Korban Jiwa Tembus 442 Orang

Next Post

Dalam 50 Hari Gencatan Senjata: Israel Lakukan 591 Pelanggaran, 357 Korban Jiwa

Suara Langit Indonesia

Suara Langit Indonesia

Related Posts

Tujuh Warga Palestina Menjadi Korban Jiwa dalam Serangan Israel di Gaza, Pelanggaran Gencatan Senjata Terus Berlanjut
Berita

Tujuh Warga Palestina Menjadi Korban Jiwa dalam Serangan Israel di Gaza, Pelanggaran Gencatan Senjata Terus Berlanjut

11 Februari 2026
UNICEF: 37 Anak Palestina Menjadi Korban Jiwa di Gaza Sejak Awal Tahun, Gencatan Senjata Gagal Lindungi Warga Sipil
Berita

UNICEF: 37 Anak Palestina Menjadi Korban Jiwa di Gaza Sejak Awal Tahun, Gencatan Senjata Gagal Lindungi Warga Sipil

8 Februari 2026
Genosida Berlanjut: Serangan Israel Sebabkan 31 Warga Palestina Syahid, Kantor Polisi dan Tenda Pengungsi Diserang
Berita

Genosida Berlanjut: Serangan Israel Sebabkan 31 Warga Palestina Syahid, Kantor Polisi dan Tenda Pengungsi Diserang

1 Februari 2026
Next Post
Dalam 50 Hari Gencatan Senjata: Israel Lakukan 591 Pelanggaran, 357 Korban Jiwa

Dalam 50 Hari Gencatan Senjata: Israel Lakukan 591 Pelanggaran, 357 Korban Jiwa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • PBB: Israel Blokir Sejumlah Misi Kemanusiaan di Gaza
  • Sudah Berapa Kali Israel Melanggar Gencatan Senjata di Gaza dalam Empat Bulan?
  • Tujuh Warga Palestina Menjadi Korban Jiwa dalam Serangan Israel di Gaza, Pelanggaran Gencatan Senjata Terus Berlanjut
  • UNICEF: 37 Anak Palestina Menjadi Korban Jiwa di Gaza Sejak Awal Tahun, Gencatan Senjata Gagal Lindungi Warga Sipil
  • Suara Langit Indonesia Tebar Manfaat Lewat Bakti Sosial di Gunung Kidul

Kategori

  • Berita
  • Laporan Khusus
  • Penyaluran
  • Uncategorized

Suara Langit Indonesia

Suara Langit Indonesia (SLI) adalah lembaga kemanusiaan yang resmi berdiri dan berbadan hukum pada tanggal 5 Januari 2020. SLI menyelenggarakan berbagai kegiatan kemanusiaan dengan pendekatan dakwah, sosial, pendidikan, dan bantuan darurat.

Rekening Donasi

•BNI 2444266609
•BSI 7236-30881-7
•MANDIRI 170-00-1300772-3
A.N. Yayasan Suara Langit Indonesia

Konfirmasi transfer

• Admin SLI:‪‪‪‪‪‪‪‪‪‪‪‪ 0813 3946 8790
‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬(Whatsapp)

Ikuti Kami

Dana yang didonasikan melalui Suara Langit Indonesia sepenuhnya sah, halal, serta tidak terkait pencucian uang, terorisme, atau tindak kejahatan lainnya.

  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus

© 2025 Suara Langit - Sosial, Dakwah dan Kemanusiaan

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus

© 2025 Suara Langit - Sosial, Dakwah dan Kemanusiaan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In