Hujan deras yang mengguyur Pulau Sumatera selama beberapa hari terakhir memicu banjir besar dan longsor di sejumlah wilayah. Data terbaru dari berbagai lembaga resmi menunjukkan bahwa bencana ini menimbulkan korban jiwa, warga hilang, kerusakan infrastruktur, dan gelombang pengungsian yang terus bertambah.
Puluhan Warga Meninggal dan Hilang
Berdasarkan laporan CNBC Indonesia, sedikitnya 34 orang meninggal dunia dan 52 lainnya dilaporkan hilang akibat banjir bandang dan longsor yang menerjang 12 kabupaten/kota di Sumatera Utara. (Sumber: CNBC Indonesia, “Banjir Longsor Mematikan Hantam Sumatera Utara”).
Sementara itu, di Sumatera Barat, Tirto.id mencatat bahwa setidaknya 9 warga meninggal dunia dalam rangkaian banjir dan longsor yang melanda sejumlah daerah, termasuk Padang, Agam, dan Pasaman Barat. (Sumber: Tirto.id, “Info Banjir Sumatera Barat Hari Ini”).
Wilayah Paling Terdampak
Laporan BNPB dan BPBD daerah menunjukkan titik-titik paling parah berada di:
- Tapanuli Tengah
- Tapanuli Selatan
- Sibolga
- Padang dan sekitarnya
- Pasaman Barat
- Kabupaten Agam
Sejumlah ruas jalan nasional tertutup material longsor, jembatan rusak, dan permukiman terendam lumpur hingga setinggi pinggang orang dewasa.
Ribuan Warga Mengungsi
Hingga berita ini diturunkan, total ribuan warga telah dievakuasi ke pos-pos pengungsian. Tim SAR gabungan terus menyisir daerah aliran sungai dan lereng bukit untuk mencari korban yang masih hilang.
Metrotvnews.com mencatat bahwa sedikitnya 13 wilayah di Sumatera Utara saat ini berstatus tanggap darurat dan memerlukan suplai logistik tambahan.
BMKG: Curah Hujan Ekstrem & Risiko Susulan
BMKG memperingatkan bahwa cuaca ekstrem masih berpotensi berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Tingginya curah hujan diperparah dengan kondisi tanah yang sudah jenuh air, sehingga risiko longsor susulan dan banjir lanjutan masih sangat tinggi.
Faktor lingkungan seperti deforestasi dan buruknya tata ruang juga disebut memperparah skala bencana, sebagaimana disampaikan dalam laporan investigatif Tirto.id mengenai sejarah banjir besar di Sumatera.
Pemerintah Imbau Warga Tetap Waspada
BNPB, BPBD, TNI, dan Polri telah dikerahkan ke wilayah terdampak untuk percepatan evakuasi dan distribusi bantuan. Pemerintah daerah mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai, lereng bukit, dan kawasan rawan longsor untuk bersiap melakukan evakuasi dini bila situasi kembali memburuk.
Bencana ini menjadi pengingat bahwa banyak keluarga kehilangan rumah, harta benda, bahkan anggota keluarga. Uluran tangan masyarakat sangat dibutuhkan untuk membantu meringankan beban para penyintas banjir.





