• Berita
  • Penyaluran
  • Donasi
Minggu, Februari 15, 2026
  • Login
Suara Langit Indonesia
  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus
Mari Berdonasi
  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus
No Result
View All Result
Suara Langit Indonesia
No Result
View All Result
Home Berita

Bayi Gaza Menjadi Korban Jiwa di Tengah Blokade Israel dan Cuaca Dingin Ekstrem

Suara Langit Indonesia by Suara Langit Indonesia
12 Januari 2026
in Berita
0
Bayi Gaza Menjadi Korban Jiwa di Tengah Blokade Israel dan Cuaca Dingin Ekstrem
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Gaza – Seorang bayi Palestina berusia tujuh hari menjadi korban jiwa akibat cuaca dingin ekstrem di Jalur Gaza, di tengah krisis kemanusiaan yang kian memburuk akibat blokade Israel terhadap masuknya kebutuhan vital ke wilayah tersebut.

Sumber medis menyampaikan kepada Al Jazeera pada Sabtu bahwa bayi bernama Mahmoud Al-Aqraa menjadi korban jiwa di Deir el-Balah, Gaza tengah, seiring penurunan suhu yang drastis dalam beberapa hari terakhir.

Warga Palestina yang mengungsi dan tinggal di tenda-tenda darurat hampir tidak memiliki perlindungan dari angin kencang dan hujan. Sebagian besar tempat berlindung tersebut terbuat dari kain tipis dan lembaran plastik, yang tidak memadai menghadapi cuaca ekstrem.

Israel terus membatasi masuknya tenda dan hunian layak ke Gaza, melanggar kesepakatan gencatan senjata yang disepakatinya dengan Hamas pada Oktober, sekaligus mengingkari kewajibannya berdasarkan hukum internasional sebagai kekuatan pendudukan di wilayah tersebut.

Selain tenda, Israel juga memblokade kebutuhan vital lainnya, termasuk rumah mobil (mobile homes), serta peralatan dan bahan untuk memperbaiki tenda-tenda yang rusak.

Dalam beberapa hari terakhir, suhu malam hari di Gaza dilaporkan turun hingga sembilan derajat Celsius.

Dalam pernyataan pada Jumat, Pertahanan Sipil Gaza menyebut bahwa “setiap sistem tekanan rendah berubah menjadi bencana kemanusiaan akibat pencegahan masuknya material bangunan dan terhambatnya rekonstruksi.”

Lembaga tersebut memperingatkan potensi “bencana besar” menyusul sistem tekanan rendah yang menyebabkan kerusakan serius pada tempat tinggal sementara, dengan ribuan tenda dilaporkan rusak total.

Pertahanan Sipil Gaza juga mengimbau warga untuk mengamankan tenda mereka agar tidak tersapu angin, mengingat rumah mobil tidak diizinkan masuk ke wilayah tersebut.

“Apa yang terjadi bukanlah krisis cuaca, melainkan akibat langsung dari pencegahan masuknya bahan bangunan dan terhambatnya rekonstruksi. Warga dipaksa hidup di tenda-tenda robek dan rumah retak tanpa keamanan dan martabat,” ujar juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Basal.

Ia menambahkan, banyak warga Palestina terpaksa mendirikan tenda di sepanjang pantai karena tidak tersedianya ruang di dalam kota, menyusul kehancuran luas akibat serangan Israel.

Reporter Al Jazeera, Hind Khoudary, melaporkan dari Kota Gaza bahwa banyak tenda yang ia kunjungi telah hancur.
“Tidak ada cara untuk memperbaiki tenda-tenda ini karena keluarga tidak memiliki bahan yang dibutuhkan,” ujarnya. Akibatnya, keluarga yang tenda-tendanya rusak terpaksa terus berpindah tempat dan mengalami pengungsian berulang.

Otoritas meteorologi Gaza memperingatkan bahwa angin kencang diperkirakan akan terus berlanjut disertai penurunan suhu lebih lanjut.

Dalam pernyataan kepada kantor berita AFP pekan lalu, Direktur Palestinian NGO Network di Gaza, Amjad Shawa, mengatakan sekitar 1,5 juta dari 2,2 juta penduduk Gaza telah kehilangan tempat tinggal akibat perang Israel yang telah berlangsung lebih dari dua tahun.

Dari lebih 300.000 tenda yang dibutuhkan untuk menampung para pengungsi, “kami baru menerima 60.000 unit,” kata Shawa, seraya menyoroti pembatasan Israel terhadap pengiriman bantuan kemanusiaan.

Pada Sabtu, pasukan Israel juga dilaporkan menghancurkan bangunan-bangunan permukiman di wilayah yang berada di bawah kendalinya di tenggara Khan Younis, Gaza selatan.

Menurut United Nations, hampir 80 persen bangunan di Jalur Gaza telah hancur atau rusak akibat perang Israel.

Sementara itu, sumber rumah sakit di Gaza melaporkan bahwa tiga warga Palestina menjadi korban jiwa dan tujuh lainnya mengalami luka-luka akibat serangan pasukan Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza pada Sabtu.

Dalam satu insiden, sebuah drone quadcopter Israel menyerang seorang pria Palestina yang tengah dievakuasi menuju rumah sakit di Khan Younis, menyebabkan ia menjadi korban jiwa, menurut sumber medis.

Kantor berita Palestina Wafa melaporkan bahwa dua pria lainnya menjadi korban jiwa akibat tembakan pasukan Israel di timur kawasan Zeitoun, Kota Gaza. Wafa juga melaporkan adanya sejumlah korban dalam serangan udara Israel di pintu masuk Kamp Maghazi, Gaza tengah, serta berlanjutnya tembakan artileri Israel ke pinggiran Rafah di Gaza selatan.


Sumber: Al Jazeera, AFP, Wafa

Tags: GazaPalestina
Previous Post

Israel Kembali Langgar Gencatan Senjata, Anak Perempuan Syahid akibat Tembakan di Gaza

Next Post

PBB Laporkan Hampir 95.000 Kasus Gizi Buruk Anak di Jalur Gaza Sepanjang 2025

Suara Langit Indonesia

Suara Langit Indonesia

Related Posts

Tujuh Warga Palestina Menjadi Korban Jiwa dalam Serangan Israel di Gaza, Pelanggaran Gencatan Senjata Terus Berlanjut
Berita

Tujuh Warga Palestina Menjadi Korban Jiwa dalam Serangan Israel di Gaza, Pelanggaran Gencatan Senjata Terus Berlanjut

11 Februari 2026
UNICEF: 37 Anak Palestina Menjadi Korban Jiwa di Gaza Sejak Awal Tahun, Gencatan Senjata Gagal Lindungi Warga Sipil
Berita

UNICEF: 37 Anak Palestina Menjadi Korban Jiwa di Gaza Sejak Awal Tahun, Gencatan Senjata Gagal Lindungi Warga Sipil

8 Februari 2026
Genosida Berlanjut: Serangan Israel Sebabkan 31 Warga Palestina Syahid, Kantor Polisi dan Tenda Pengungsi Diserang
Berita

Genosida Berlanjut: Serangan Israel Sebabkan 31 Warga Palestina Syahid, Kantor Polisi dan Tenda Pengungsi Diserang

1 Februari 2026
Next Post
PBB Laporkan Hampir 95.000 Kasus Gizi Buruk Anak di Jalur Gaza Sepanjang 2025

PBB Laporkan Hampir 95.000 Kasus Gizi Buruk Anak di Jalur Gaza Sepanjang 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • PBB: Israel Blokir Sejumlah Misi Kemanusiaan di Gaza
  • Sudah Berapa Kali Israel Melanggar Gencatan Senjata di Gaza dalam Empat Bulan?
  • Tujuh Warga Palestina Menjadi Korban Jiwa dalam Serangan Israel di Gaza, Pelanggaran Gencatan Senjata Terus Berlanjut
  • UNICEF: 37 Anak Palestina Menjadi Korban Jiwa di Gaza Sejak Awal Tahun, Gencatan Senjata Gagal Lindungi Warga Sipil
  • Suara Langit Indonesia Tebar Manfaat Lewat Bakti Sosial di Gunung Kidul

Kategori

  • Berita
  • Laporan Khusus
  • Penyaluran
  • Uncategorized

Suara Langit Indonesia

Suara Langit Indonesia (SLI) adalah lembaga kemanusiaan yang resmi berdiri dan berbadan hukum pada tanggal 5 Januari 2020. SLI menyelenggarakan berbagai kegiatan kemanusiaan dengan pendekatan dakwah, sosial, pendidikan, dan bantuan darurat.

Rekening Donasi

•BNI 2444266609
•BSI 7236-30881-7
•MANDIRI 170-00-1300772-3
A.N. Yayasan Suara Langit Indonesia

Konfirmasi transfer

• Admin SLI:‪‪‪‪‪‪‪‪‪‪‪‪ 0813 3946 8790
‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬(Whatsapp)

Ikuti Kami

Dana yang didonasikan melalui Suara Langit Indonesia sepenuhnya sah, halal, serta tidak terkait pencucian uang, terorisme, atau tindak kejahatan lainnya.

  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus

© 2025 Suara Langit - Sosial, Dakwah dan Kemanusiaan

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus

© 2025 Suara Langit - Sosial, Dakwah dan Kemanusiaan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In