Selama dua tahun, genosida Israel di Gaza berlangsung tanpa henti. Setiap upaya mediasi gagal menghentikan bom-bom Israel maupun meringankan penderitaan lebih dari dua juta warga Palestina yang terperangkap di bawah pengepungan.
Meskipun berbagai perundingan telah dilakukan dan peta politik terus berubah, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu — yang kini dicari oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas tuduhan kejahatan perang — tetap menolak setiap gencatan senjata permanen. Pemerintahnya terus mengejar kemenangan militer, bukan solusi diplomatik.
Berikut adalah linimasa upaya gencatan senjata dan inisiatif perdamaian yang mewarnai dua tahun kehancuran di Gaza:
November 2023: Gencatan Senjata Pertama
Melalui mediasi Qatar dan Mesir, tercapai gencatan senjata pertama antara Israel dan kelompok perlawanan Palestina.
Kesepakatan itu hanya bertahan selama tujuh hari.
Perjanjian tersebut mencakup pembebasan 109 tawanan tentara Israel dengan imbalan 240 warga Palestina yang diculik.
Namun, Israel melanggar gencatan senjata dan kembali melancarkan serangan udara dan operasi darat besar-besaran.
Desember 2023: Khan Younis Dikepung
Pada awal Desember, pasukan Israel memperluas invasi darat ke Khan Younis, wilayah selatan Gaza.
Ribuan orang tewas ketika seluruh lingkungan dihancurkan.
Fase baru genosida dimulai — dengan skala kehancuran dan pengungsian massal yang semakin besar.
Mei 2024: Proposal Tiga Tahap
Sebuah rencana baru diajukan dengan usulan gencatan senjata tiga tahap, masing-masing berlangsung sekitar 40 hari.
Tujuannya: mengakhiri genosida dan memungkinkan keluarga pengungsi kembali ke rumah mereka.
Namun Netanyahu menolak rencana itu dan justru memerintahkan serangan baru ke Rafah, wilayah terakhir yang menjadi tempat perlindungan warga sipil Gaza.
31 Mei 2024: Peta Jalan Versi Biden
Presiden AS Joe Biden mengumumkan peta jalan berdasarkan rencana tiga tahap versi Israel sendiri.
Hamas menyetujui secara prinsip.
Namun Netanyahu kembali menolak, dengan alasan bahwa Israel “belum mencapai tujuan keamanannya.”
10 Juni 2024: Resolusi PBB 2735
Dewan Keamanan PBB mengesahkan Resolusi 2735, yang mendukung rencana Biden dan menyerukan gencatan senjata penuh.
Israel mengabaikannya.
Genosida terus berlanjut, sementara krisis kemanusiaan semakin parah.
Desember 2024: Trump Turun Tangan
Sebagai presiden terpilih, Donald Trump memperingatkan akan terjadi “neraka di Timur Tengah” jika para tawanan tentara Israel di Gaza tidak dibebaskan sebelum pelantikannya.
Pernyataannya sempat memicu upaya diplomatik baru, namun gagal menghentikan genosida Israel.
Januari 2025: Gencatan Senjata Kedua
Pada pertengahan Januari, diumumkan gencatan senjata baru yang dimulai pada 19 Januari dan bertahan selama 42 hari.
Perjanjian ini mencakup pembebasan 33 tawanan tentara Israel dengan imbalan ratusan warga Palestina yang ditahan.
Maret 2025: Israel Melanjutkan Genosida
Pada awal Maret, Israel secara sepihak melanjutkan serangan militernya dan memberlakukan pengepungan total atas Gaza.
Pasokan makanan, obat-obatan, dan bahan bakar diputus sepenuhnya.
Kehancuran dan kelaparan meluas di seluruh wilayah, sementara para pemimpin Israel membahas rencana mengusir warga Gaza dan mengubah tanah mereka menjadi proyek investasi.
Oktober 2025: Rencana Trump
Saat genosida memasuki tahun ketiga, Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana perdamaian 20 poin yang didukung oleh Netanyahu.
Rencana tersebut mencakup:
- Gencatan senjata segera dan pembebasan seluruh tawanan tentara Israel dalam waktu 72 jam.
- Pelucutan senjata Hamas.
- Penarikan bertahap pasukan Israel dari Gaza.
- Pembentukan otoritas transisi di bawah pengawasan Trump, melibatkan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair.
Hamas menyambut baik proposal tersebut.
Kelompok itu menyetujui pembebasan semua tawanan tentara Israel, hidup maupun gugur, dengan imbalan gencatan senjata total dan penarikan penuh pasukan Israel.
Hamas juga menerima gagasan untuk menyerahkan administrasi Gaza kepada otoritas Palestina independen dan bersedia memasuki perundingan baru di Sharm El Sheikh untuk membahas implementasi rencana tersebut.
sumber : Quds News Network





