Gaza, Palestina – Dua warga Palestina gugur pada Rabu setelah ditembak oleh tentara Israel di timur Kota Khan Younis, selatan Jalur Gaza. Laporan setempat menyebutkan bahwa salah satu dari mereka sempat ditangkap sebelum dieksekusi di tempat.
Sumber lokal melaporkan bahwa jenazah kedua korban, Maher Harb Samour dan Muntasir Saad Samour, telah dibawa ke Rumah Sakit Nasser setelah mengalami luka tembak akibat serangan tentara pendudukan di wilayah Bani Suhaila, timur Kota Khan Younis.
Pada Rabu pagi, wilayah timur Khan Younis menyaksikan tembakan intensif dari kendaraan militer Israel yang ditempatkan di sebelah timur “Garis Kuning”, yaitu garis pemisah antara wilayah yang masih dikuasai tentara Israel dan wilayah yang telah ditinggalkan berdasarkan kesepakatan gencatan senjata—yang hingga kini terus dilanggar oleh pihak pendudukan.
Selain itu, artileri Israel juga membombardir sejumlah kawasan di timur Kota Gaza. Di saat yang sama, kapal perang Israel menembakkan senapan mesin dan peluru artileri ke arah pesisir kota tersebut.
Korban Agresi Terus Bertambah
Jumlah korban akibat agresi Israel di Jalur Gaza terus meningkat. Sejak dimulainya serangan pada 7 Oktober 2023, tercatat 72.117 warga Palestina gugur dan 171.801 lainnya terluka.
Kementerian Kesehatan Palestina pada Rabu juga melaporkan bahwa dalam 24 jam terakhir, satu korban syahid dan tiga korban luka telah tiba di rumah sakit di Gaza.
Namun, sejumlah korban masih berada di bawah reruntuhan dan di jalanan, sementara tim ambulans dan penyelamat belum mampu menjangkau mereka.
Sumber yang sama menyebutkan bahwa sejak gencatan senjata diberlakukan pada 11 Oktober lalu, jumlah korban syahid telah meningkat menjadi 633 orang, dengan total 1.703 korban luka. Selain itu, 753 jenazah berhasil dievakuasi dari bawah reruntuhan.
Dua warga Palestina gugur ditembak tentara Israel di Khan Younis, Gaza selatan. Jumlah korban agresi Israel sejak Oktober 2023 kini mencapai lebih dari 72 ribu jiwa.
sumber: Arabi21





