Lumajang, Jawa Timur — Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Rabu sore yang disertai luncuran awan panas sejauh 7 kilometer dari puncak. Aktivitas vulkanik ini memaksa ribuan warga di wilayah rawan terdampak untuk segera mengungsi ke tempat aman.
Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, sedikitnya 2.219 orang telah mengungsi pascaerupsi. Abu vulkanik pekat menyelimuti kawasan permukiman, menurunkan jarak pandang dan menghambat aktivitas warga. Tim relawan serta aparat setempat bergerak cepat mengevakuasi masyarakat, terutama kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil.
Sementara itu, sejumlah posko darurat telah dibuka untuk menampung pengungsi dan menyediakan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, masker, serta perlengkapan medis. Berbagai lembaga kemanusiaan turut melakukan koordinasi untuk mengirimkan dukungan logistik dan tenaga relawan.
Meski situasi masih bergerak dinamis, semangat kebersamaan antarwarga terlihat kuat. Banyak warga yang harus meninggalkan rumah dan harta benda mereka, namun tetap memanjatkan doa agar bencana ini segera mereda.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap berada di zona aman dan mematuhi instruksi resmi terkait aktivitas Gunung Semeru yang hingga kini masih berstatus siaga.
Di tengah langit yang diselimuti abu, doa dan harapan terus mengalir untuk masyarakat Lumajang. Indonesia kembali diuji, dan solidaritas menjadi kekuatan terbesar dalam menghadapi musibah ini.
Suara Langit Indonesia mengajak masyarakat ikut membantu pemulihan warga terdampak. Donasi dapat disalurkan melalui:
– BNI 2444266609
– BSI 7236-30881-7
– MANDIRI 170-00-1300772-3
A.N. Yayasan Suara Langit Indonesia
Konfirmasi transfer :
•Admin SL1: 0813-3946-8790 (Whatsapp)
Semoga bantuan kita menjadi jalan kebaikan bagi mereka yang sedang diuji.





