Gaza – Militer Israel mengakui keakuratan data korban jiwa yang dirilis Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, dengan mengonfirmasi bahwa sekitar 71.000 warga Palestina telah menjadi korban jiwa dalam genosida yang berlangsung, setelah bertahun-tahun menolak mengakui laporan tersebut.
Menurut surat kabar Israel Haaretz pada Kamis, militer menyatakan bahwa angka sekitar 71.000 korban jiwa tersebut pada dasarnya benar, namun belum mencakup mereka yang masih hilang atau terkubur di bawah reruntuhan.
Selama bertahun-tahun, Israel menolak menerima angka korban jiwa yang dilaporkan Kementerian Kesehatan Palestina, bahkan menyebutnya sebagai “menyesatkan dan tidak dapat dipercaya”.

Militer Israel menyatakan masih menganalisis data tersebut, yang juga belum memasukkan korban yang meninggal akibat kelaparan atau penyakit yang diperparah oleh genosida Israel yang telah berlangsung bertahun-tahun di Gaza.
Meski mengakui keakuratan data tersebut, militer Israel mengatakan sedang berupaya membedakan antara korban sipil dan kombatan di wilayah tersebut.
Data korban jiwa dan luka yang dirilis Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza telah digunakan sejak awal genosida oleh banyak organisasi internasional, termasuk badan-badan PBB, pemerintah, media, dan peneliti. Terdapat kesepakatan luas bahwa data tersebut dapat dipercaya.
Sejumlah studi bahkan mengindikasikan kemungkinan bahwa jumlah korban jiwa di Gaza jauh lebih tinggi dari angka resmi Kementerian Kesehatan. Pada Juni 2025, sebuah studi menyimpulkan bahwa hingga Januari tahun tersebut, sekitar 75.200 warga Gaza telah menjadi korban jiwa akibat perang. Pada saat itu, semakin banyak pakar internasional menilai data Kementerian Kesehatan Palestina tidak hanya akurat, tetapi juga sangat konservatif.
Menurut Kementerian Kesehatan Palestina pekan ini, lebih dari 71.660 warga Palestina telah menjadi korban jiwa dalam genosida di Gaza, sementara 171.340 lainnya mengalami luka-luka.
sumber: QNN





