• Berita
  • Penyaluran
  • Donasi
Sabtu, Agustus 30, 2025
  • Login
Suara Langit Indonesia
  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus
Mari Berdonasi
  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus
No Result
View All Result
Suara Langit Indonesia
No Result
View All Result
Home Berita

Israel Dituding “Rekayasa Pembantaian” di Gaza, Warga Palestina Terus Tewas Karena Kelaparan

Suara Langit Indonesia by Suara Langit Indonesia
2 Agustus 2025
in Berita
0
Israel Dituding “Rekayasa Pembantaian” di Gaza, Warga Palestina Terus Tewas Karena Kelaparan

Warga Palestina membawa kantong tepung dari truk bantuan yang masuk melalui Perlintasan Zikim di Gaza utara, 1 Agustus 2025. (Foto Bashar Taleb AFP)

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Gaza – Sabtu (2/8) Seorang pejabat kemanusiaan dari organisasi Médecins Sans Frontières (MSF) menuduh Israel melakukan “rekayasa kekacauan dan pembantaian” di Jalur Gaza. Tuduhan ini mencuat seiring terus berlanjutnya blokade bantuan kemanusiaan dan penembakan terhadap warga Palestina yang kelaparan saat mencoba mencari bantuan pangan.

Koordinator proyek MSF untuk Gaza, Caroline Willemen, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa krisis pangan di wilayah yang terkepung itu masih berada pada tingkat yang sangat kritis. Meskipun jumlah bantuan yang masuk meningkat dalam beberapa hari terakhir, hal itu belum mampu mengatasi kondisi darurat yang ada.

“Tidak ada tanda-tanda bahwa bantuan akan datang secara konsisten dalam jumlah yang cukup. Akibatnya, setiap hari warga mempertaruhkan nyawa mereka dalam pencarian makanan yang putus asa,” ujarnya.

Kementerian Kesehatan Gaza pada Jumat melaporkan tiga kematian terbaru akibat kelaparan dan malnutrisi, termasuk dua anak-anak. Sejak perang Israel di Gaza dimulai pada Oktober 2023, total kematian akibat kelaparan telah mencapai 162 jiwa, dengan 92 di antaranya adalah anak-anak.

Sementara itu, lebih dari 80 warga Palestina dilaporkan tewas dalam serangan udara Israel pada hari yang sama. Dari jumlah tersebut, 49 orang terbunuh dan lebih dari 270 lainnya terluka saat sedang mengantre bantuan, menurut sumber medis kepada Al Jazeera.

Kecaman terhadap kebijakan kelaparan Israel di Gaza terus meningkat. Sistem pemantau kelaparan global bahkan memperingatkan bahwa skenario terburuk kelaparan massal kini tengah berlangsung.

Meskipun Israel mengizinkan pengiriman bantuan melalui udara dalam beberapa hari terakhir, sejumlah pejabat tinggi PBB menilai langkah itu tidak efisien, mahal, dan berbahaya. Kepala UNRWA, Philippe Lazzarini, melalui platform X mengatakan, “Jika ada kemauan politik untuk mengizinkan airdrop yang mahal dan tidak efisien, maka harusnya ada kemauan yang sama untuk membuka jalur darat.”

“Ketika warga Gaza sekarat karena kelaparan, satu-satunya cara efektif untuk mengatasinya adalah membanjiri Gaza dengan bantuan,” tegasnya.

Hal senada disampaikan oleh Olga Cherevko dari Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA). Ia menyebut bahwa meski bantuan sedikit meningkat, jumlahnya masih sangat jauh dari kebutuhan. “Kenaikan itu bahkan belum menyentuh permukaan kebutuhan di lapangan,” katanya dari Deir el-Balah, Gaza tengah.

Warga Palestina berduka di luar kamar jenazah Rumah Sakit al-Shifa, Kota Gaza, 31 Juli 2025. (Foto: Bashar Taleb / AFP)

Tragedi Harian di Titik Distribusi Bantuan

Warga Gaza terus menghadapi risiko kematian setiap kali mendekati lokasi distribusi bantuan yang dikelola oleh GHF, sebuah lembaga yang mendapat dukungan dari Israel dan Amerika Serikat.

Ibrahim Mekki, warga kamp pengungsi Nuseirat, menceritakan bahwa ia harus menunggu lebih dari enam jam dan menghadapi risiko ditembak hanya untuk mendapatkan beberapa kantong pasta. “Ini seperti jebakan. Dibiarkan bergerak sedikit, lalu ditembaki,” ujarnya.

Kantor HAM PBB melaporkan bahwa sejak Mei, setidaknya 1.373 warga Palestina tewas saat mencoba mengakses bantuan di Gaza. Dari jumlah itu, 859 orang terbunuh di dekat titik distribusi GHF dan 514 lainnya tewas di sepanjang jalur konvoi bantuan. “Sebagian besar dari mereka dibunuh oleh militer Israel,” kata laporan tersebut.

Caroline Willemen dari MSF juga menyoroti insiden memilukan pada awal pekan ini, saat pasukan Israel menembaki warga yang mencoba mengakses truk bantuan di dekat perlintasan Zikim, Gaza utara. “Beberapa warga terluka akibat tembakan maupun desakan massa yang panik,” ungkapnya. “Insiden mematikan seperti ini sudah menjadi kenyataan harian di Gaza.”

Meski banyak kecaman, Israel dan sekutunya, AS, masih mendukung keberadaan GHF di Gaza. Utusan Khusus Presiden AS Donald Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, bersama Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, bahkan mengunjungi Gaza pada Jumat untuk meninjau situasi dan berdialog dengan GHF.

Kunjungan itu bertujuan untuk “menyusun rencana pengiriman bantuan makanan dan medis ke Gaza”, menurut Witkoff. Pemerintah AS sebelumnya telah mengumumkan dukungan dana sebesar 30 juta dolar untuk GHF. Selain itu, AS juga merupakan pemberi bantuan militer tahunan terbesar bagi Israel dan terus memberikan dukungan diplomatik di PBB sejak perang di Gaza pecah.

Sumber: Al Jazeera

Tags: GazaPalestina
Previous Post

63 Warga Gaza Menjadi Korban Jiwa akibat Serangan Israel dan Krisis Kelaparan Memburuk

Next Post

96 Anak Gaza Meninggal karena Lapar: Duka Mendalam di Tengah Blokade Tanpa Henti

Suara Langit Indonesia

Suara Langit Indonesia

Next Post
96 Anak Gaza Meninggal karena Lapar: Duka Mendalam di Tengah Blokade Tanpa Henti

96 Anak Gaza Meninggal karena Lapar: Duka Mendalam di Tengah Blokade Tanpa Henti

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • 112 Anak Gaza Meninggal Kelaparan, PBB: Generasi Sedang Dibunuh dengan Lapar
  • Serangan Israel Meningkat di Al-Zaytoun, 300 Rumah Hancur dalam Tiga Hari
  • Israel Membungkam Suara Kebenaran Gaza, Tapi Kebenaran Tak Akan Pernah Dibungkam
  • 96 Anak Gaza Meninggal karena Lapar: Duka Mendalam di Tengah Blokade Tanpa Henti
  • Israel Dituding “Rekayasa Pembantaian” di Gaza, Warga Palestina Terus Tewas Karena Kelaparan

Kategori

  • Berita
  • Laporan Khusus
  • Penyaluran

Suara Langit Indonesia

Suara Langit Indonesia (SLI) adalah lembaga kemanusiaan yang resmi berdiri dan berbadan hukum pada tanggal 5 Januari 2020. SLI menyelenggarakan berbagai kegiatan kemanusiaan dengan pendekatan dakwah, sosial, pendidikan, dan bantuan darurat.

Rekening Donasi

•BNI 2444266609
•BSI 7236-30881-7
•MANDIRI 170-00-1300772-3
A.N. Yayasan Suara Langit Indonesia

Konfirmasi transfer

• Admin SLI:‪‪‪‪‪‪‪‪‪‪‪‪ 0813 3946 8790
‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬(Whatsapp)

Ikuti Kami

Dana yang didonasikan melalui Suara Langit Indonesia sepenuhnya sah, halal, serta tidak terkait pencucian uang, terorisme, atau tindak kejahatan lainnya.

  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus

© 2025 Suara Langit - Sosial, Dakwah dan Kemanusiaan

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus

© 2025 Suara Langit - Sosial, Dakwah dan Kemanusiaan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In