Gaza – Seorang anak perempuan Palestina menjadi korban jiwa pada Kamis pagi setelah ditembak pasukan Israel di Gaza utara, dalam pelanggaran terbaru terhadap gencatan senjata yang rapuh. Israel dilaporkan terus melanggar kesepakatan tersebut dengan menewaskan ratusan warga sipil serta menghalangi masuknya bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan ke wilayah itu.
Sumber-sumber lokal mengonfirmasi bahwa Hamsa Housou (11), ditembak dan dibunuh oleh tembakan pasukan Israel di wilayah barat Jabalia, Gaza utara, meski tidak menimbulkan ancaman apa pun.
Sumber yang sama menambahkan bahwa Israel terus menyerang Jalur Gaza melalui serangan udara, tembakan artileri, dan tembakan langsung. Ledakan keras dilaporkan terdengar di Gaza utara hingga larut malam sebelumnya.
Sejak deklarasi gencatan senjata di Jalur Gaza pada 10 Oktober 2025, Israel disebut hampir setiap hari melanggar kesepakatan tersebut. Kantor Media Pemerintah Gaza menyatakan bahwa Israel telah melanggar gencatan senjata setidaknya 969 kali dalam periode 10 Oktober hingga 28 Desember.
Menurut kantor tersebut, pasukan Israel menembaki warga sipil sebanyak 298 kali, melakukan penggerebekan ke kawasan permukiman di luar “garis kuning” sebanyak 54 kali, melancarkan pengeboman dan penembakan artileri 455 kali, serta menghancurkan properti warga pada 162 kesempatan. Israel juga dilaporkan menahan 45 warga Palestina dari Gaza selama beberapa bulan terakhir.
Selain serangan militer, Israel terus memblokade masuknya bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan ke wilayah yang dilanda perang tersebut.
Sumber: QNN





