Gaza, Palestina – Pasukan Israel menargetkan kawasan padat penduduk di Kota Gaza pada Senin, saat warga Palestina tengah berkumpul merayakan hari ketiga Idulfitri, menghancurkan momen kebahagiaan setelah dua tahun genosida.
Sumber lokal dan Pertahanan Sipil Palestina di Gaza mengonfirmasi bahwa serangan Israel menghantam sebuah apartemen yang berada di dekat pusat perbelanjaan, kafe, dan sejumlah pasar.
Serangan tersebut terjadi pada hari ketiga Idulfitri, ketika warga Palestina memenuhi jalanan dan berusaha menikmati momen singkat ketenangan setelah dua tahun perang, pengungsian paksa, dan kelaparan.
Serangan Beruntun di Gaza
Sebelumnya, pasukan Israel juga melancarkan dua serangan terpisah, yang menargetkan kerumunan warga sipil di kawasan Sheikh Radwan di Kota Gaza serta sebuah kendaraan polisi di Gaza tengah.
Serangan tersebut mengakibatkan korban jiwa sedikitnya lima orang.
Serangan Israel di Jalur Gaza terus meningkat, terutama sejak dimulainya agresi Israel–Amerika Serikat terhadap Iran, meskipun kesepakatan gencatan senjata telah diberlakukan sejak Oktober.
Pelanggaran Gencatan Senjata
Israel dilaporkan telah melanggar gencatan senjata lebih dari 2.070 kali, dengan mengakibatkan ratusan korban jiwa dan menghambat masuknya bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan.
Sejak gencatan senjata berlaku, pasukan Israel telah mengakibatkan korban jiwa lebih dari 670 warga Palestina, termasuk lebih dari 305 anak-anak, perempuan, dan lansia.
Secara keseluruhan, lebih dari 72.000 warga Palestina telah menjadi korban jiwa akibat serangan Israel sejak perang dimulai pada 7 Oktober 2023.
Serangan Terbaru dan Korban Keluarga
Serangan pada Senin ini terjadi hanya beberapa hari setelah Israel mengakibatkan korban jiwa sembilan petugas kepolisian Palestina saat mereka sedang bertugas.
Beberapa jam sebelum penembakan terhadap aparat tersebut, serangan Israel di Gaza tengah juga mengakibatkan korban jiwa satu keluarga yang terdiri dari empat orang: seorang ibu yang sedang hamil, ayah, dan anak mereka.
Sumber: QNN





