Gaza, Palestina – Serangan udara Israel menghantam area tepat di sebelah kamp pengungsian di Gaza tengah pada Rabu, tempat keluarga Palestina yang terusir dari rumah mereka akibat genosida berlindung. Serangan tersebut mengakibatkan korban jiwa sedikitnya satu orang dan melukai sejumlah lainnya.
Menurut otoritas kesehatan, satu warga Palestina menjadi korban jiwa dan tujuh lainnya mengalami luka-luka dalam serangan yang meninggalkan kawah dengan lebar sekitar 20 meter.
Serangan tersebut jatuh hanya beberapa meter dari kamp, menyebabkan kerusakan parah pada tenda-tenda yang menampung keluarga pengungsi.
Serangan Meningkat di Tengah Gencatan Senjata
Serangan Israel di Jalur Gaza mengalami peningkatan, terutama sejak dimulainya agresi Israel–Amerika Serikat terhadap Iran, meskipun gencatan senjata telah diberlakukan sejak Oktober.
Israel dilaporkan telah melanggar kesepakatan tersebut lebih dari 2.070 kali, dengan mengakibatkan ratusan korban jiwa dan menghambat masuknya bantuan kemanusiaan.
Serangan Sebelumnya Saat Idulfitri
Pada Senin sebelumnya, pasukan Israel juga menargetkan kawasan padat penduduk di Kota Gaza saat warga Palestina tengah berkumpul pada hari ketiga Idulfitri.
Serangan tersebut menghancurkan momen kebahagiaan warga setelah dua tahun perang, pengungsian paksa, dan kelaparan.
Pada hari yang sama, dua serangan terpisah juga menargetkan kerumunan warga sipil di kawasan Sheikh Radwan serta kendaraan polisi di Gaza tengah, yang mengakibatkan korban jiwa sedikitnya lima orang.
Korban Terus Bertambah
Sejak gencatan senjata diberlakukan, pasukan Israel telah mengakibatkan korban jiwa lebih dari 689 warga Palestina, termasuk lebih dari 305 anak-anak, perempuan, dan lansia.
Secara keseluruhan, lebih dari 72.000 warga Palestina telah menjadi korban jiwa sejak dimulainya perang pada 7 Oktober 2023.
Serangan pada Senin tersebut terjadi hanya beberapa hari setelah Israel mengakibatkan korban jiwa sembilan petugas kepolisian saat bertugas.
Beberapa jam sebelumnya, serangan lain di Gaza tengah juga mengakibatkan korban jiwa satu keluarga yang terdiri dari empat orang, yakni ibu yang sedang hamil, ayah, dan anak mereka.
sumber: QNN





