Palestina – Serangan Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki mengakibatkan korban jiwa sedikitnya 16 warga Palestina pada Minggu (15/03/2026), menurut otoritas kesehatan. Angka ini menjadi salah satu jumlah korban harian tertinggi dalam beberapa pekan terakhir.
Petugas medis dan Kementerian Dalam Negeri Gaza melaporkan bahwa serangan udara Israel menargetkan sebuah kendaraan di dekat pintu masuk kota Al-Zawayda, Gaza tengah. Serangan tersebut menewaskan seorang pejabat senior kepolisian bersama delapan orang lainnya yang berada di dalam kendaraan.
Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan bahwa sedikitnya 14 orang lainnya mengalami luka-luka dalam serangan yang sama, sebagian besar merupakan warga sipil yang kebetulan berada di sekitar lokasi saat rudal menghantam.
Serangan di Kamp Nuseirat
Sebelumnya pada hari yang sama, serangan udara Israel juga menghantam kamp pengungsi Nuseirat bagian barat di Gaza tengah.
Serangan tersebut menewaskan seorang pria Palestina, istrinya yang sedang hamil, serta anak laki-laki mereka.
Militer Israel mengklaim bahwa serangan dilakukan sebagai respons atas dugaan penembakan oleh pejuang Hamas terhadap pasukan Israel sehari sebelumnya. Namun, tidak dijelaskan secara rinci apakah klaim tersebut terkait dengan serangan di Al-Zawayda atau Nuseirat.
Targetkan Aparat Sipil
Sejak awal genosida, pasukan Israel berulang kali menargetkan anggota kepolisian dan aparat keamanan internal Gaza.
Pejabat Palestina menyebut serangan ini bertujuan untuk menghancurkan struktur penegakan hukum lokal dan menciptakan kekacauan di wilayah yang terkepung.
Menurut data Kantor Media Pemerintah Gaza, lebih dari 787 anggota kepolisian, aparat keamanan, dan unit perlindungan bantuan telah gugur saat bertugas sejak dimulainya perang.
Pelanggaran Gencatan Senjata
Kekerasan terus berlangsung meskipun gencatan senjata diberlakukan sejak 10 Oktober.
Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa pelanggaran gencatan senjata oleh Israel telah menewaskan 663 warga Palestina dan melukai 1.762 lainnya sejak kesepakatan tersebut berlaku.
Dengan dukungan kuat dari Amerika Serikat, Israel telah melancarkan perang genosida di Gaza sejak 8 Oktober 2023, yang telah menewaskan lebih dari 72.000 warga Palestina dan melukai sekitar 172.000 orang lainnya.
Serangan besar-besaran juga telah menghancurkan atau merusak hampir 90 persen infrastruktur di Gaza.
Serangan Meluas ke Tepi Barat
Di Tepi Barat yang diduduki, otoritas kesehatan melaporkan bahwa pasukan Israel menewaskan empat anggota satu keluarga pada Minggu saat mereka berada di dalam kendaraan di kota Tamoun.
Korban diidentifikasi sebagai Ali Khaled Bani Odeh (37), istrinya Waad (35), serta dua anak mereka, Mohammed (5) dan Othman (7). Dua anak lainnya selamat namun mengalami luka-luka.
Menurut laporan, tembakan tentara Israel mengenai kepala para korban.
Militer Israel menyatakan bahwa operasi dilakukan untuk menangkap warga Palestina yang diduga terlibat dalam aktivitas yang mereka sebut sebagai “terorisme”.
Tentara juga mengklaim kendaraan tersebut melaju dengan cepat ke arah pasukan, sehingga mereka melepaskan tembakan karena menganggap adanya ancaman.
Operasi Militer Semakin Intensif
Operasi militer Israel di Tepi Barat meningkat sejak dimulainya perang di Gaza pada Oktober 2023.
Serangan tersebut mencakup penggerebekan, penangkapan, pembunuhan, pengusiran warga, serta perluasan permukiman ilegal di wilayah tersebut.
sumber: QNN




