Koresponden RT melaporkan bahwa 13 anak meninggal dunia, termasuk 10 janin, di Kompleks Medis Nasser, Gaza Selatan, dalam 24 jam terakhir. Di antara mereka terdapat tiga bayi prematur yang kehilangan nyawa di dalam inkubator.
Sementara itu, sumber medis di Jalur Gaza menyebutkan bahwa enam kasus tiba dari wilayah utara, akibat kondisi para ibu yang menderita kekurangan gizi, rasa takut berkepanjangan, serta stres akibat pengungsian paksa akibat serangan udara Israel yang terus berlanjut.
Sumber tersebut menambahkan bahwa kelelahan dan tekanan fisik turut memperburuk kondisi kesehatan, sehingga menyebabkan keguguran dan kematian bayi prematur.
Situasi ini merupakan bagian dari krisis yang terus berlangsung di Kompleks Medis Nasser, di mana setiap hari tercatat kasus keguguran dan kematian bayi prematur akibat kekurangan gizi serta tidak adanya layanan medis dasar, di tengah kondisi kesehatan yang sangat kritis akibat perang dan blokade yang terus berlanjut.
Kementerian Kesehatan di Gaza pada Sabtu kemarin juga melaporkan bahwa total korban meninggal setelah pengumuman Integrated Food Security Phase Classification (IPC) telah meningkat menjadi 164 orang, termasuk 32 anak.
Pada hari ke-716 dari perang genosida yang diakui PBB, Israel terus memaksakan kebijakan kelaparan terhadap penduduk Gaza untuk mendorong mereka mengungsi dari Kota Gaza, bersamaan dengan meningkatnya serangan udara dan artileri.
Sumber: RT Arabi





