Gaza – Sebuah tank Israel menembakkan peluru langsung ke kendaraan sipil yang membawa keluarga Shaaban di wilayah Zaytoun, Gaza, pada Jumat sore, menewaskan seluruh anggota keluarga — dalam apa yang disebut sebagai pelanggaran baru terhadap perjanjian gencatan senjata yang sedang berlangsung.
Menurut Pertahanan Sipil Gaza, keluarga tersebut sedang dalam perjalanan pulang ke rumah ketika peluru tank menghantam kendaraan mereka. Serangan itu menewaskan seluruh 11 penumpang, termasuk tujuh anak dan tiga perempuan.
🕯 Korban yang Teridentifikasi:
Anak-anak:
- Mohammad Abu Shaaban (5)
- Ibrahim Ihab Abu Shaaban (6)
- Anas Sufian Shaaban (8)
- Karam Sufian Shaaban (10)
- Jumana Ihab Shaaban (10)
- Nasma Sufian Shaaban (12)
- Nasser Ihab Abu Shaaban (13)
Orang tua dan kerabat:
- Ihab Abu Shaaban (38)
- Randa Abu Shaaban (36)
- Samar Shaaban
- Sufian Shaaban
Pejabat Pertahanan Sipil menjelaskan bahwa kendaraan keluarga itu bergerak ke arah timur Kota Gaza dan melintasi garis kuning sebelum dihantam tembakan tank.
“Mereka bisa saja diberi peringatan atau dihentikan tanpa dibunuh,” ujar juru bicara Pertahanan Sipil Gaza. “Namun pendudukan Israel tampaknya haus darah dan tetap bertekad membunuh warga sipil tak bersalah.”
⚖️ Hamas: Serangan Ini Adalah Kejahatan Perang Penuh dan Pelanggaran Gencatan Senjata
Gerakan perlawanan Palestina Hamas mengecam keras serangan tersebut, menyebutnya sebagai
“kejahatan perang yang disengaja dan lengkap”
serta “pelanggaran terang-terangan terhadap gencatan senjata.”
“Tentara pendudukan Israel menembakkan peluru tank langsung ke kendaraan keluarga Shaaban saat mereka mencoba memeriksa rumah mereka di Zaytoun,”
bunyi pernyataan resmi Hamas.“Sebelas anggota keluarga — termasuk tujuh anak dan tiga perempuan — tewas seketika.”
Hamas menegaskan bahwa serangan ini menunjukkan niat Israel untuk terus melanjutkan agresinya, meskipun ada kesepakatan gencatan senjata yang diawasi AS dan dimediasi oleh Mesir, Qatar, dan Turki awal bulan ini.
“Kejahatan mengerikan ini menunjukkan betapa Israel tidak menghormati kehidupan manusia maupun hukum internasional,” tambah Hamas.
Hamas juga menyerukan Presiden Donald Trump dan para mediator untuk menuntut pertanggungjawaban Israel dan menghentikan serangan terhadap warga sipil.
🩸 Kantor Media Pemerintah Gaza: “Pembantaian Lain Terhadap Keluarga Tak Berdaya”
Kantor Media Pemerintah Gaza juga mengecam keras serangan tersebut, menyebutnya sebagai
“pembantaian baru terhadap keluarga tak bersenjata dan tak berdaya.”
Mereka menyerukan penyelidikan internasional segera atas pelanggaran berulang Israel terhadap perjanjian gencatan senjata.
Sejak Oktober 2023, genosida Israel di Gaza telah menewaskan sekitar 70.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 170.000 lainnya, sebagian besar perempuan dan anak-anak.
sumber : Quds News Network





