Aktivis senior pro-Palestina asal Inggris, Sarah Wilkinson (62 tahun), ikut bergabung dalam Global Sumud Flotilla, misi maritim terbesar yang pernah diorganisir untuk menantang blokade Israel atas Gaza dan mengirimkan bantuan kemanusiaan.
Kini berlayar di salah satu kapal flotilla, Wilkinson mengatakan kepada QNN bahwa keputusannya bukan lahir dari inspirasi mendadak, melainkan dari keputusasaan terhadap kegagalan dunia mencegah genosida dan kelaparan di Gaza.
“Ini tentang hilangnya harapan pada pemerintah dan para pemimpin. Mereka tidak akan melakukan apa pun untuk menghentikan genosida atau mencegah kelaparan. Maka ini menjadi sebuah keharusan,” ujarnya.
Kata-katanya mencerminkan bukan hanya tekad, tetapi juga kelelahan setelah bertahun-tahun beraktivisme yang menurutnya gagal menghentikan penderitaan rakyat Palestina.
“Harus ada sesuatu yang dilakukan. Harus mencoba segalanya. Dan flotilla ini adalah langkah berikutnya dari perjalanan panjang aktivisme pro-Palestina yang justru beriringan dengan pemusnahan rakyat Palestina.”
Ke Gaza Penuh Dengan Risiko
Misi ini berlayar di bawah bayang-bayang kemungkinan intersepsi keras oleh pasukan Israel. Namun Wilkinson tidak gentar.
“Meski ada risiko, kami memilih untuk berlayar,” tegasnya. “Dalam segala hal selalu ada risiko, tapi mereka adalah saudara-saudari kita. Saya tidak bisa hanya duduk di rumah dan tidak melakukan apa-apa.”
Bagi Wilkinson, flotilla ini lebih dari sekadar aksi perlawanan. Ia adalah simbol solidaritas global dalam skala yang belum pernah ia saksikan.
“Luar biasa melihat persatuan ini dan menjadi bagian darinya. Entah kami berhasil mencapai Gaza atau tidak, sudah ada unsur kemenangan di dalamnya,” katanya.
Ia menekankan keragaman peserta misi ini sebagai bukti dari apa yang ia sebut “sumud global”; keteguhan yang mendunia.
“Di setiap kapal ada kewarganegaraan yang berbeda. Seluruh dunia terwakili. Saya percaya ini adalah misi kemanusiaan terbesar dalam sejarah manusia.”
Wilkinson menutup dengan sebuah bayangan yang terus menguatkannya:
“Kami akan dibimbing oleh bayangan anak-anak yang menunggu di pantai menyambut flotilla. Saya berharap mereka bisa melihat kapal-kapal ini, berlayar dari setiap penjuru dunia. Inshallah, kami akan mencapai Gaza.”
sumber: Quds News Network





