Jalur Gaza kembali digempur tanpa henti oleh serangan Israel, puluhan warga Palestina menjadi korban jiwa dan bahkan menyasar wilayah yang sebelumnya ditetapkan sebagai “zona aman,” meskipun Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa Israel telah “sementara menghentikan pengeboman.”
Pada Jumat lalu, Hamas menyerahkan tanggapannya terhadap rencana perdamaian Trump untuk mengakhiri genosida dua tahun di Gaza, dengan menyatakan kesediaan untuk “membebaskan semua tawanan Israel.” Kelompok itu juga menyebut siap “segera memasuki negosiasi melalui mediator untuk membahas detail pertukaran.”
Trump menyambut positif tanggapan Hamas dan menulis di platform Truth Social bahwa ia percaya kelompok Palestina itu “siap untuk perdamaian yang langgeng (lasting PEACE).”
Dalam pengumuman besar, Trump juga menegaskan bahwa “Israel harus segera menghentikan pengeboman di Gaza” agar proses pertukaran tawanan dapat terlaksana.
Para pemimpin dunia pun menyambut baik langkah Hamas dan menyerukan agar Israel segera menghentikan genosida terhadap warga Palestina.
Pada Sabtu pagi, Trump kembali menyatakan bahwa ia menghargai langkah Israel yang “sementara menghentikan pengeboman” untuk memberi “kesempatan agar kesepakatan dapat diselesaikan.”
Klaim Israel Mengurangi Serangan
Laporan tidak terkonfirmasi dari Army Radio Israel mengklaim bahwa Israel telah memerintahkan militernya untuk “meminimalkan operasi di Gaza” setelah perintah dari Trump, dan hanya melakukan “aksi defensif.”
Koresponden militer Army Radio, Doron Kadosh, menulis di platform X:
“Implikasi praktisnya: operasi untuk menaklukkan [Kota Gaza] telah diblokir — dan dihentikan untuk sementara waktu.”
Serangan Israel Masih Berlanjut
Namun, sumber-sumber lokal dan warga Gaza melaporkan bahwa sejak perintah Trump untuk menghentikan pengeboman, justru terjadi pengeboman besar-besaran secara membabi buta di seluruh Jalur Gaza.
Menurut sumber medis, setidaknya 70 warga Palestina Syahid akibat serangan Israel dalam 24 jam terakhir.
Di wilayah “zona aman” di Gaza selatan — tempat warga diperintahkan mengungsi oleh militer Israel — terdengar deru artileri berat dan serangan jet tempur yang tiada henti sepanjang malam.
Setidaknya 47 korban tewas akibat serangan udara dan bombardemen pada Sabtu berada di Kota Gaza, wilayah yang kini dilanda kelaparan dan menjadi fokus ofensif Israel dalam beberapa pekan terakhir. Sekitar satu juta penduduk telah mengungsi ke selatan yang kini penuh sesak, sementara Israel berencana menduduki kota tersebut.
Dalam pernyataannya, Hamas mengatakan bahwa serangan yang terus berlangsung ini membuktikan bahwa Israel tetap melanjutkan “kejahatan dan pembantaian mengerikan terhadap rakyat Palestina.”
Menurut pernyataan yang dirilis oleh Kantor Media Pemerintah Gaza pada Sabtu malam, sejak fajar hari itu pasukan Israel telah melancarkan lebih dari 93 serangan udara dan artileri di seluruh Gaza, menargetkan area padat penduduk yang dipenuhi warga sipil dan keluarga pengungsi.
sumber : Quds News Network





