Gaza, Palestina – Sedikitnya enam warga Palestina tewas pada Minggu dalam dua serangan terpisah yang dilancarkan Israel di Jalur Gaza. Para korban termasuk dua perempuan, seorang anak, dan seorang tenaga medis. Serangan ini menjadi yang paling mematikan sejak dimulainya serangan Amerika Serikat–Israel terhadap Iran.
Direktur Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza, Mohamed Abu Selmia, mengatakan tiga pria tewas dalam serangan Israel di dekat Universitas Al-Azhar di bagian barat Kota Gaza. Salah satu korban adalah paramedis Mohammad Hamduna, bersama dua warga lainnya.
Serangan tersebut menghantam area dekat kamp tenda yang padat oleh warga Palestina yang mengungsi akibat perang genosida Israel. Sejumlah orang lainnya juga dilaporkan mengalami luka-luka.
Militer Israel dalam pernyataannya mengklaim telah menewaskan dua anggota Hamas yang disebut sedang mempersiapkan serangan terhadap tentara Israel, namun seperti biasa tidak menyertakan bukti atas klaim tersebut.
Serangan Tank di Nuseirat
Tak lama setelah tengah malam di Jalur Gaza bagian tengah, tembakan tank Israel menewaskan sedikitnya tiga orang lainnya, termasuk dua perempuan berusia 30 dan 46 tahun serta seorang anak perempuan berusia 12 tahun.
Serangan tersebut juga melukai 10 orang lainnya, beberapa di antaranya anak-anak, menurut pejabat kesehatan di Rumah Sakit Al-Awda di kamp Nuseirat.
Petugas medis mengatakan peluru tank menghantam kamp tenda yang menampung keluarga-keluarga pengungsi di wilayah barat Nuseirat.
Dua serangan tersebut menjadi yang paling mematikan sejak dimulainya agresi Amerika Serikat–Israel terhadap Iran sepekan lalu.
Pelanggaran Gencatan Senjata Berulang
Israel juga menutup seluruh perlintasan menuju Jalur Gaza, yang merupakan jalur vital bagi masuknya bantuan kemanusiaan dan evakuasi medis bagi pasien yang membutuhkan perawatan di luar wilayah tersebut.
Penutupan ini terjadi meskipun bantuan kemanusiaan yang masuk ke Gaza sebelumnya telah sangat dibatasi.
Sejak gencatan senjata diberlakukan pada Oktober lalu, Israel dilaporkan telah melanggarnya lebih dari 1.200 kali, menewaskan ratusan warga sipil dan menghambat masuknya bantuan yang sangat dibutuhkan.
Pasukan Israel juga dilaporkan telah menewaskan lebih dari 640 warga Palestina sejak gencatan senjata diberlakukan, termasuk lebih dari 288 anak-anak, perempuan, dan lansia.
Secara keseluruhan, sedikitnya 72.120 warga Palestina telah tewas akibat serangan Israel sejak perang dimulai pada 7 Oktober 2023.
Sumber: Quds News Network (QNN)





