Gaza — Empat jurnalis Palestina menjadi korban jiwa dalam serangan udara Israel yang mengguncang Jalur Gaza pada Minggu (18/5). Kematian seorang jurnalis lainnya yang sebelumnya dinyatakan hilang selama dua hari juga telah dikonfirmasi, sehingga jumlah jurnalis yang gugur akibat serangan Israel sejak awal genosida di Gaza kini mencapai sedikitnya 222 orang.
Jurnalis Nour Qandil, bersama suaminya Khaled Abu Saif dan bayi perempuan mereka, menjadi korban jiwa saat rumah mereka di Deir Al-Balah dihantam serangan.
Di wilayah utara Gaza, jurnalis Aziz Al-Hajjar beserta istri dan anak-anaknya menjadi korban dalam serangan udara Israel di Bir Al-Na’ja.
Sementara itu, di kamp Sanabel, Khan Younis, jurnalis Ahmed Al-Zainati bersama keluarga juga menjadi korban jiwa setelah tenda tempat mereka berlindung menjadi sasaran serangan.
Jurnalis Abdul Rahman Tawfiq Al-Abadlah ditemukan sudah tak bernyawa di kota Al-Qarara, Khan Younis, setelah dua hari dinyatakan hilang.
Sejak fajar hingga Minggu malam, sedikitnya 125 warga Palestina dilaporkan menjadi korban jiwa dalam gelombang serangan terbaru Israel yang menyasar kawasan pemukiman padat dan tenda-tenda pengungsi di berbagai wilayah Gaza.
Selama 72 jam terakhir, warga Gaza menggambarkan situasi yang mereka alami sebagai “layaknya kiamat,” seiring intensifikasi serangan pasca-pengumuman rencana pembantaian besar-besaran oleh militer Israel.
Gelombang serangan ini disebut sebagai salah satu yang paling brutal sejak Israel mengakhiri kesepakatan gencatan senjata pada Januari lalu dan kembali melancarkan agresi ke Gaza hampir dua bulan terakhir.
Di tengah serangan yang semakin gencar, militer Israel pada Sabtu mengumumkan pengerahan pasukan dalam operasi besar bertajuk “Gideon’s Chariots” dengan tujuan menguasai wilayah-wilayah strategis Gaza. Militer Israel juga mengklaim telah menghantam lebih dari 150 target yang mereka sebut “sarang teror” hanya dalam kurun waktu 24 jam.
Operasi Gideon’s Chariots disebut mencakup pendudukan wilayah, pemindahan paksa warga sipil ke bagian selatan Gaza, serta pengambilalihan distribusi bantuan kemanusiaan.
Sejak Oktober 2023, militer Israel telah membunuh lebih dari 53.200 warga Palestina di Jalur Gaza. Setidaknya 10.000 orang lainnya dinyatakan hilang dan diduga tewas, sementara hampir 120.000 orang mengalami luka-luka.
sumber:
Quds News Network