• Berita
  • Penyaluran
  • Donasi
Minggu, Februari 15, 2026
  • Login
Suara Langit Indonesia
  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus
Mari Berdonasi
  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus
No Result
View All Result
Suara Langit Indonesia
No Result
View All Result
Home Laporan Khusus

Sudah Berapa Kali Israel Melanggar Gencatan Senjata di Gaza dalam Empat Bulan?

Suara Langit Indonesia by Suara Langit Indonesia
11 Februari 2026
in Laporan Khusus
0
Sudah Berapa Kali Israel Melanggar Gencatan Senjata di Gaza dalam Empat Bulan?
0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Gaza (QNN) – Kantor Media Pemerintah Gaza pada Selasa mengecam “pelanggaran serius dan sistematis” Israel terhadap kesepakatan gencatan senjata, seraya menyebut bahwa Israel telah melanggar perjanjian tersebut lebih dari 1.620 kali sejak mulai berlaku pada 10 Oktober, menyebabkan ratusan warga sipil menjadi korban jiwa serta terus membatasi masuknya bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan.


Serangan dan Korban Jiwa

Kantor Media Pemerintah Gaza merinci bentuk-bentuk pelanggaran Israel, di antaranya:

  • 560 kali penembakan terhadap warga sipil
  • 79 kali penggerebekan kawasan permukiman di luar “garis kuning”
  • 749 kali pengeboman dan penembakan artileri
  • 232 kali penghancuran properti warga
  • 50 warga Palestina diculik dari Gaza

Sejak gencatan senjata diberlakukan, sedikitnya 573 warga Palestina menjadi korban jiwa dan 1.553 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan Israel.

Di antara para korban terdapat 292 anak-anak, perempuan, dan lansia, dengan 99 persen korban merupakan warga sipil.


Bantuan Kemanusiaan Terus Diblokir

Israel juga terus menghalangi masuknya bantuan kemanusiaan esensial ke Jalur Gaza, meski kesepakatan gencatan senjata secara tegas menyatakan bahwa “bantuan penuh akan segera dikirimkan ke Jalur Gaza.”

Dalam periode 10 Oktober hingga 9 Februari, hanya 31.178 truk bantuan yang masuk ke Gaza dari total 72.000 truk yang dialokasikan—rata-rata 260 truk per hari, atau hanya 43 persen dari kebutuhan.

Selain itu, Israel dilaporkan memblokir masuknya bahan pangan bergizi penting seperti daging, produk susu, dan sayuran. Sebagai gantinya, makanan minim gizi seperti makanan ringan, cokelat, keripik, dan minuman ringan justru diizinkan masuk.


Krisis Hunian dan Cuaca Ekstrem

Kantor Media Pemerintah Gaza memperingatkan krisis kemanusiaan yang semakin memburuk dan belum pernah terjadi sebelumnya, seiring Israel terus menghalangi masuknya tenda, rumah mobil, karavan, dan bahan hunian darurat lainnya, yang disebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap perjanjian dan hukum humaniter internasional.

Badai musim dingin baru-baru ini menyebabkan runtuhnya puluhan rumah dan bangunan yang sebelumnya rusak akibat pemboman Israel, mengakibatkan lebih dari 20 warga sipil menjadi korban jiwa. Sejumlah warga juga dilaporkan menjadi korban jiwa akibat dingin ekstrem di dalam tenda.

Lebih dari 127.000 tenda kini tidak lagi layak pakai, meninggalkan lebih dari 1,5 juta warga pengungsi tanpa perlindungan dasar.


Penyeberangan Rafah

Israel pekan lalu membuka kembali Rafah Crossing secara terbatas dengan pengawasan dan pembatasan ketat.

Otoritas kesehatan Gaza menyatakan sedikitnya 1.268 orang menjadi korban jiwa saat menunggu evakuasi medis selama penyeberangan ditutup Israel.

Kementerian Kesehatan Palestina memperingatkan terdapat 20.000 pasien, termasuk 4.500 anak-anak, yang membutuhkan perawatan medis mendesak di luar Gaza. Sekitar 6.000 korban luka memerlukan evakuasi segera untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

Menurut kementerian tersebut, diperlukan evakuasi minimal 500 pasien per hari untuk mencegah meningkatnya korban jiwa. Namun, saat ini hanya sekitar 50 pasien per hari yang diizinkan keluar.

“Kami masih kehilangan nyawa setiap hari. Mengizinkan hanya 50 pasien keluar dari Gaza per hari jelas tidak memadai,” ujar Direktur Al-Shifa Hospital, Muhamed Abu Salmiya. Ia menegaskan bahwa sistem kesehatan Gaza telah “dihancurkan sepenuhnya” oleh militer Israel.

Israel menduduki sisi Palestina Penyeberangan Rafah pada Mei 2024, menghancurkan fasilitasnya, menghentikan perjalanan, dan memperparah krisis kemanusiaan—terutama bagi pasien. Pasukan Israel juga ditempatkan di sepanjang Koridor Philadelphi dan masih berada di sana hingga kini.

Sejak penyeberangan dibuka kembali pada 2 Februari, hanya 255 warga Palestina yang diizinkan keluar, 172 orang kembali ke Gaza, sementara 26 lainnya ditolak Israel untuk kembali.


Sikap Hamas dan Data Tambahan

Hamas berulang kali memperingatkan bahwa “pelanggaran terang-terangan dan tidak bermoral” Israel mengancam keberlangsungan gencatan senjata. Hamas menyerukan para mediator—terutama Presiden AS Donald Trump—untuk menekan Israel agar mematuhi perjanjian.

Menurut analisis Al Jazeera, Israel telah menyerang Gaza pada 106 dari 123 hari sejak gencatan senjata berlaku. Artinya, hanya 17 hari tanpa laporan serangan, korban jiwa, atau luka-luka.

Kesepakatan gencatan senjata fase pertama dalam rencana 20 poin Trump sejatinya menyerukan pembukaan penuh bantuan kemanusiaan dan pembukaan Penyeberangan Rafah dua arah. Namun, Israel terus melanggar kesepakatan tersebut, menyebabkan korban jiwa, memblokir bantuan, serta tetap menduduki lebih dari 50 persen wilayah Gaza.


Sumber: QNN, Kantor Media Pemerintah Gaza, Al Jazeera

Tags: GazaPalestina
Previous Post

Tujuh Warga Palestina Menjadi Korban Jiwa dalam Serangan Israel di Gaza, Pelanggaran Gencatan Senjata Terus Berlanjut

Next Post

PBB: Israel Blokir Sejumlah Misi Kemanusiaan di Gaza

Suara Langit Indonesia

Suara Langit Indonesia

Related Posts

Lahir sebagai Pengungsi, Dikenang sebagai Simbol: Siapakah Abu Obeida?
Laporan Khusus

Lahir sebagai Pengungsi, Dikenang sebagai Simbol: Siapakah Abu Obeida?

2 Januari 2026
Gencatan Senjata Gaza? Data Menunjukkan Jawabannya: Tidak
Laporan Khusus

Gencatan Senjata Gaza? Data Menunjukkan Jawabannya: Tidak

27 November 2025
Kisah Pahit Gaza: 36 Anak Yatim Tinggal di Tenda, Diasuh Nenek Berusia 60 Tahun
Laporan Khusus

Kisah Pahit Gaza: 36 Anak Yatim Tinggal di Tenda, Diasuh Nenek Berusia 60 Tahun

24 November 2025
Next Post
PBB: Israel Blokir Sejumlah Misi Kemanusiaan di Gaza

PBB: Israel Blokir Sejumlah Misi Kemanusiaan di Gaza

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • PBB: Israel Blokir Sejumlah Misi Kemanusiaan di Gaza
  • Sudah Berapa Kali Israel Melanggar Gencatan Senjata di Gaza dalam Empat Bulan?
  • Tujuh Warga Palestina Menjadi Korban Jiwa dalam Serangan Israel di Gaza, Pelanggaran Gencatan Senjata Terus Berlanjut
  • UNICEF: 37 Anak Palestina Menjadi Korban Jiwa di Gaza Sejak Awal Tahun, Gencatan Senjata Gagal Lindungi Warga Sipil
  • Suara Langit Indonesia Tebar Manfaat Lewat Bakti Sosial di Gunung Kidul

Kategori

  • Berita
  • Laporan Khusus
  • Penyaluran
  • Uncategorized

Suara Langit Indonesia

Suara Langit Indonesia (SLI) adalah lembaga kemanusiaan yang resmi berdiri dan berbadan hukum pada tanggal 5 Januari 2020. SLI menyelenggarakan berbagai kegiatan kemanusiaan dengan pendekatan dakwah, sosial, pendidikan, dan bantuan darurat.

Rekening Donasi

•BNI 2444266609
•BSI 7236-30881-7
•MANDIRI 170-00-1300772-3
A.N. Yayasan Suara Langit Indonesia

Konfirmasi transfer

• Admin SLI:‪‪‪‪‪‪‪‪‪‪‪‪ 0813 3946 8790
‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬(Whatsapp)

Ikuti Kami

Dana yang didonasikan melalui Suara Langit Indonesia sepenuhnya sah, halal, serta tidak terkait pencucian uang, terorisme, atau tindak kejahatan lainnya.

  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus

© 2025 Suara Langit - Sosial, Dakwah dan Kemanusiaan

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus

© 2025 Suara Langit - Sosial, Dakwah dan Kemanusiaan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In