• Berita
  • Penyaluran
  • Donasi
Jumat, April 3, 2026
  • Login
Suara Langit Indonesia
  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus
Mari Berdonasi
  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus
No Result
View All Result
Suara Langit Indonesia
No Result
View All Result
Home Berita

Untuk Pertama Kalinya dalam 59 Tahun, Masjid Al-Aqsa Tanpa Salat Idulfitri

Suara Langit Indonesia by Suara Langit Indonesia
21 Maret 2026
in Berita
0
Untuk Pertama Kalinya dalam 59 Tahun, Masjid Al-Aqsa Tanpa Salat Idulfitri

Untuk pertama kalinya dalam 59 tahun, suara takbir tidak terdengar dari Masjid Al-Aqsa dan jamaah dilarang melaksanakan salat Idul Fitri di dalamnya (Reuters)

0
SHARES
10
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Yerusalem, Palestina – Untuk pertama kalinya dalam 59 tahun, gema takbir tidak terdengar di Masjid Al-Aqsa, dan salat Idulfitri tidak dapat dilaksanakan di pelatarannya. Hal ini meninggalkan halaman masjid dalam keheningan yang mendalam, setelah sekian lama menjadi pusat kehidupan spiritual yang dipenuhi jamaah dan para penjaga (murabitun).

Tahun ini, pelaksanaan salat Idulfitri di Masjid Al-Aqsa dilarang setelah penutupan yang berlangsung selama berhari-hari, termasuk pada Jumat terakhir Ramadan, malam Lailatul Qadar, serta sepuluh hari terakhir bulan suci. Suasana duka dan kesedihan pun menyelimuti warga Palestina yang kehilangan kesempatan menjalankan ibadah di kiblat pertama umat Islam.


Penutupan dengan Dalih “Keadaan Darurat”

Pada 28 Februari lalu, otoritas Israel menutup Masjid Al-Aqsa dan kawasan Kota Tua Yerusalem dengan alasan pemberlakuan keadaan darurat, bertepatan dengan serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Meski demikian, warga Palestina tetap berusaha mempertahankan ibadah mereka. Video yang beredar menunjukkan jamaah melaksanakan salat Tarawih di sekitar Gerbang Al-Asbat di Yerusalem, sebagai bentuk keteguhan dan perlawanan terhadap pembatasan yang diberlakukan.

Namun, pasukan Israel berupaya membubarkan jamaah tersebut. Puluhan warga Palestina tetap melaksanakan salat Isya dan Tarawih di sekitar Masjid Al-Aqsa, sementara salah satu penjaga masjid dilaporkan diusir dari lokasi.


Seruan untuk Tetap Salat di Sekitar Al-Aqsa

Di tengah penutupan dan larangan salat Idulfitri di dalam kompleks masjid, khatib Masjid Al-Aqsa, Syekh Ikrima Sabri, menyerukan kepada warga Palestina untuk tetap mendatangi kawasan Al-Aqsa.

Ia menegaskan bahwa salat harus tetap dilaksanakan di titik terdekat yang memungkinkan dari kompleks masjid.

Ia juga mengajak warga Yerusalem, wilayah Palestina dalam garis hijau, serta Tepi Barat untuk berkumpul dalam jumlah besar di sekitar masjid dan melaksanakan salat di gerbang, pelataran luar, dan jalan menuju Al-Aqsa.

Menurutnya, hal tersebut merupakan kewajiban agama sekaligus nasional untuk menolak pengepungan terhadap salah satu situs suci umat Islam.


Gelombang Reaksi dan Kemarahan

Penutupan Masjid Al-Aqsa dan larangan salat Idulfitri memicu kemarahan luas di media sosial. Aktivis Palestina dan Arab menilai langkah tersebut sebagai eskalasi berbahaya yang menargetkan tempat suci serta melanggar hak beribadah umat Islam.

Para murabitun menggambarkan Ramadan dan Idulfitri tahun ini sebagai yang “paling berat dan paling pahit” yang pernah mereka alami.

Mereka menyatakan bahwa kosongnya Masjid Al-Aqsa dari jamaah meninggalkan luka emosional dan spiritual yang mendalam, serta memperkuat rasa kehilangan terhadap kiblat pertama umat Islam.

Sejumlah pengamat juga mempertanyakan tidak adanya respons nyata dari komunitas internasional, meskipun penutupan telah berlangsung selama lebih dari 20 hari.

Mereka menilai bahwa sikap diam tersebut justru membuka ruang bagi pelanggaran yang lebih besar di masa mendatang.


Kekhawatiran Eskalasi Lebih Lanjut

Sebagian pihak memperingatkan bahwa penutupan Masjid Al-Aqsa bisa berlanjut bahkan setelah Idulfitri, mengingat tidak adanya langkah konkret untuk menghentikan kebijakan tersebut.

Mereka juga menilai bahwa tindakan ini merupakan bagian dari upaya sistematis untuk mengubah status dan pengelolaan Masjid Al-Aqsa, termasuk pembatasan terhadap para penjaga dan jamaah.

Secara keseluruhan, penutupan ini dipandang sebagai langkah yang direncanakan untuk menciptakan perubahan besar terhadap status quo Al-Aqsa, di tengah pertanyaan besar mengenai peran komunitas internasional dalam melindungi situs suci dan hak-hak keagamaan warga Palestina.

sumber: Aljazeera

Tags: Al-Aqsa ClosedIdulfitriIsraelMasjid Al-AqsaPalestinaRamadanYerusalem
Previous Post

Menembus Batas, Paket Buka dan Sahur dari Indonesia Sampai ke Gaza

Next Post

Idulfitri di Gaza di Tengah Kepungan, Warga Hadapi Krisis dan Kelangkaan

Suara Langit Indonesia

Suara Langit Indonesia

Related Posts

Tentara Indonesia Gugur dalam Serangan ke Markas UNIFIL di Lebanon Selatan
Berita

Tentara Indonesia Gugur dalam Serangan ke Markas UNIFIL di Lebanon Selatan

30 Maret 2026
Gigi Itu Berkata Tidak: Kisah Nyata dari Genosida Israel di Gaza
Berita

Gigi Itu Berkata Tidak: Kisah Nyata dari Genosida Israel di Gaza

29 Maret 2026
Israel Perpanjang Penutupan Masjid Al-Aqsa hingga Pertengahan April, Warga Palestina Dilarang Salat di Sekitarnya
Berita

Israel Perpanjang Penutupan Masjid Al-Aqsa hingga Pertengahan April, Warga Palestina Dilarang Salat di Sekitarnya

28 Maret 2026
Next Post
Idulfitri di Gaza di Tengah Kepungan, Warga Hadapi Krisis dan Kelangkaan

Idulfitri di Gaza di Tengah Kepungan, Warga Hadapi Krisis dan Kelangkaan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Tentara Indonesia Gugur dalam Serangan ke Markas UNIFIL di Lebanon Selatan
  • Gigi Itu Berkata Tidak: Kisah Nyata dari Genosida Israel di Gaza
  • Israel Perpanjang Penutupan Masjid Al-Aqsa hingga Pertengahan April, Warga Palestina Dilarang Salat di Sekitarnya
  • Serangan Israel di Dekat Kamp Pengungsian Gaza Tengah Mengakibatkan Korban Jiwa dan Luka-luka
  • Israel Targetkan Apartemen di Kawasan Padat Gaza pada Hari Ketiga Idulfitri

Kategori

  • Berita
  • Laporan Khusus
  • Penyaluran
  • Uncategorized

Suara Langit Indonesia

Suara Langit Indonesia (SLI) adalah lembaga kemanusiaan yang resmi berdiri dan berbadan hukum pada tanggal 5 Januari 2020. SLI menyelenggarakan berbagai kegiatan kemanusiaan dengan pendekatan dakwah, sosial, pendidikan, dan bantuan darurat.

Rekening Donasi

•BNI 2444266609
•BSI 7236-30881-7
•MANDIRI 170-00-1300772-3
A.N. Yayasan Suara Langit Indonesia

Konfirmasi transfer

• Admin SLI:‪‪‪‪‪‪‪‪‪‪‪‪ 0813 3946 8790
‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬(Whatsapp)

Ikuti Kami

Dana yang didonasikan melalui Suara Langit Indonesia sepenuhnya sah, halal, serta tidak terkait pencucian uang, terorisme, atau tindak kejahatan lainnya.

  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus

© 2025 Suara Langit - Sosial, Dakwah dan Kemanusiaan

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus

© 2025 Suara Langit - Sosial, Dakwah dan Kemanusiaan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In