Sumatera, 7 Desember 2025 — Gelombang bencana yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kembali menorehkan luka mendalam bagi Indonesia. Berdasarkan data terbaru Pusdatin BNPB, tercatat:
- 916 jiwa meninggal dunia
- 274 orang dinyatakan hilang
- Lebih dari 4.200 warga mengalami luka-luka
- ±826.000 jiwa terpaksa mengungsi ke lokasi-lokasi darurat
Rincian korban meninggal menunjukkan sebaran yang signifikan di tiga provinsi:
- Aceh: 359 jiwa
- Sumatera Utara: 329 jiwa
- Sumatera Barat: 228 jiwa
Kondisi ini menjadikan bencana di Sumatera sebagai salah satu kejadian dengan dampak kemanusiaan terbesar dalam satu dekade terakhir.
Banjir Bandang, Longsor Beruntun, dan Kerusakan Infrastruktur
Sejak awal Desember, curah hujan ekstrem yang dipicu anomali cuaca La Niña moderat menyebabkan banjir besar di sejumlah kabupaten. Sungai-sungai utama meluap, memutus akses jalan, merendam permukiman, dan menghanyutkan fasilitas publik.
BMKG menyebutkan bahwa intensitas hujan di sebagian wilayah Sumatera “melampaui rerata klimatologis 30 tahun terakhir,” sehingga meningkatkan risiko banjir bandang dan longsor secara bersamaan.
Di beberapa daerah, laporan relawan menyebutkan:
- Banyak warga masih terjebak di atap rumah menunggu evakuasi
- Akses menuju desa-desa terdampak putus total
- Listrik padam di banyak wilayah akibat gardu terendam
- Fasilitas kesehatan kewalahan menerima pasien luka-luka
Gelombang Pengungsian Meningkat — Kebutuhan Mendesak Terus Bertambah
Lebih dari 826 ribu pengungsi kini tersebar di ratusan titik. Banyak di antaranya merupakan balita, lansia, dan ibu hamil yang memerlukan penanganan khusus.
Menurut laporan lapangan dari sejumlah tim kemanusiaan termasuk Suara Langit Indonesia, kebutuhan paling mendesak saat ini meliputi:
- Makanan siap saji
- Kebutuhan balita & perlengkapan kesehatan dasar
- Dapur umum dan air bersih
- Pakaian hangat & selimut
- Evakuasi korban di wilayah terisolasi
Relawan PMI dan BPBD terus melakukan penyisiran menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang belum tersentuh bantuan.
Pemerintah dan Relawan Tingkatkan Operasi Darurat
BNPB menetapkan status Darurat Bencana dan mengirimkan dukungan logistik ke provinsi terdampak. Sementara itu, TNI–Polri dikerahkan untuk mempercepat evakuasi dan membuka akses jalan.
Presiden RI dalam konferensi pers menyampaikan bahwa pemerintah “memfokuskan upaya penyelamatan jiwa dan pemenuhan kebutuhan pengungsi sesegera mungkin.”
Namun, dengan skala bencana yang sangat luas, peran masyarakat sipil dan lembaga filantropi menjadi sangat krusial.
Saatnya Bergerak Bersama
Ribuan keluarga kehilangan rumah dan meninggalkan kampung halaman tanpa membawa apa pun selain pakaian di badan. Di tengah situasi darurat ini, setiap uluran tangan memiliki arti yang sangat besar.
Suara Langit Indonesia mengajak masyarakat untuk turut membantu penyediaan makanan, air bersih, perlengkapan balita, selimut, serta dukungan evakuasi bagi korban yang masih terisolasi.
💛 Mari bersama ringankan duka saudara-saudara kita di Sumatera.
Klik untuk berdonasi: https://suaralangit.id/campaign/peduli-bencana-sumatera-saatnya-kita-mengulurkan-tangan






