Jurnalis Salih Al-Jaafrawi tewas ditembak pada Minggu oleh milisi bersenjata yang didukung Israel di wilayah Gaza Selatan.
Al-Jaafrawi menjadi sasaran tembakan saat sedang meliput kehancuran di kawasan Sabra.
Pengguna media sosial membagikan foto-foto yang menunjukkan dirinya sesaat setelah serangan, dengan klaim bahwa ia diculik dan dibunuh oleh kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan ISIS.
Kelompok bersenjata tersebut menargetkan sejumlah pemuda di Sabra, termasuk Al-Jaafrawi, yang ditembak tujuh kali.
Seorang pejabat senior dari Kementerian Dalam Negeri Gaza mengatakan kepada Al-Jazeera bahwa bentrokan pecah di kota itu dengan “milisi bersenjata yang terhubung dengan pendudukan (Israel)”, dan menyebabkan beberapa orang tewas serta terluka.

Sumber keamanan kemudian mengonfirmasi bahwa otoritas Gaza telah sepenuhnya menguasai situasi dan melancarkan penyisiran besar-besaran di area tersebut.
Beberapa tersangka yang dituduh mengeksekusi warga sipil pengungsi dan bekerja sama dengan Israel tewas dalam bentrokan tersebut.
Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan konfrontasi bersenjata antara pasukan keamanan Gaza dan kelompok milisi di kawasan Sabra.
Al-Jaafrawi dikenal sebagai salah satu figur media terkemuka selama dua tahun genosida Israel di Gaza.
Melalui akun Instagram-nya, ia kerap mendokumentasikan kejahatan perang dan penderitaan warga sipil.
Karena liputannya yang berani terhadap blokade dan serangan Israel, Al-Jaafrawi masuk dalam “daftar merah” Israel — daftar target yang juga mencakup nama-nama jurnalis seperti koresponden Al-Jazeera, Anas Al-Sharif.
sumber : Quds News Network





