• Berita
  • Penyaluran
  • Donasi
Rabu, Juli 15, 2026
  • Login
Suara Langit Indonesia
  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus
Mari Berdonasi
  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus
No Result
View All Result
Suara Langit Indonesia
No Result
View All Result
Home Laporan Khusus

“Apakah Rumahmu Masih Berdiri?”, Pertanyaan yang Menggema di Gaza Setelah Dua Tahun Genosida

Suara Langit Indonesia by Suara Langit Indonesia
12 Oktober 2025
in Laporan Khusus
0
“Apakah Rumahmu Masih Berdiri?”, Pertanyaan yang Menggema di Gaza Setelah Dua Tahun Genosida
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Setelah berbulan-bulan mengalami pengusiran paksa di bawah ancaman Israel, ribuan warga Palestina kini mulai kembali ke lingkungan mereka di Gaza Utara, Kota Gaza, dan Khan Younis — menyusul penarikan pasukan Israel sebagai bagian dari tahap pertama perjanjian gencatan senjata dalam rencana Trump.

Namun bagi banyak dari mereka, pertanyaan pertama yang terucap kepada teman atau tetangga bukanlah tentang keselamatan, makanan, atau air.
Pertanyaannya sederhana, namun memilukan:

“Apakah rumahmu masih berdiri?”

Bagi keluarga-keluarga yang melarikan diri di bawah gempuran bom Israel, pertanyaan itu kini menjadi simbol beban emosional dalam perjalanan pulang mereka.

“Saya berjalan berjam-jam untuk sampai ke rumah saya di kawasan Sheikh Redwan,” kata Amal Haboub (42), yang mengungsi bersama anak-anaknya ke tempat penampungan PBB di Gaza tengah pada hari-hari awal serangan besar Israel ke Kota Gaza.
“Tidak ada atap. Dindingnya retak dan hangus. Tapi rumah itu masih berdiri — dan itu lebih dari yang saya harapkan.”

Tidak semua seberuntung itu.

“Rumah saya sudah tidak ada,” ujar Mahmoud al-Jabari, sambil berdiri di depan tumpukan puing bekas rumah keluarganya di Gaza utara.
“Tidak ada yang bisa dibangun kembali. Saya hanya menemukan cangkir teh milik ibu saya yang terkubur di debu. Itu saja yang tersisa.”

“Kerusakan ini sungguh tak terbayangkan. Rumah keluarga kami—tempat di mana kami dibesarkan dan menciptakan begitu banyak kenangan—telah hancur.”

Di seluruh Jalur Gaza, warga yang kembali menyaksikan lingkungan mereka berubah menjadi gurun puing.
Jalan-jalan rata dengan tanah, infrastruktur hancur, sekolah dan rumah sakit penuh luka akibat perang.

Namun di tengah kehancuran itu, orang-orang tetap kembali — didorong oleh tekad untuk merebut kembali tanah, kehidupan, dan martabat mereka.

“Saya tidak kembali untuk mencari dinding,” kata Huda al-Najjar, seorang guru di Khan Younis.
“Saya datang untuk berdiri di atas tanah saya — untuk menunjukkan kepada anak-anak saya bahwa kami masih ada.”

Di beberapa wilayah, keluarga kini mendirikan tenda di samping reruntuhan rumah mereka, menyapu puing, menancapkan bendera, dan menyalakan api untuk menyeduh teh — tindakan kecil penuh makna, simbol perlawanan dan keteguhan di tengah kehancuran.

“Genosida Israel mungkin telah berakhir, tapi penderitaan belum,” ujar Nouran Mohamed, seorang perawat di Rumah Sakit Al-Aqsa, Gaza Tengah.
“Kami menghadapi trauma, luka fisik, dan kerusakan psikologis yang luar biasa. Tapi saya melihat keteguhan yang sulit saya gambarkan.”

Entisar Ashour, warga Tel Al-Hawa yang terpaksa melarikan diri di bawah serangan berat, mengatakan:

“Kehancurannya tak bisa dipercaya. Rumah keluarga kami — tempat kami tumbuh dan menyimpan begitu banyak kenangan — kini telah lenyap.”

Rumah keluarga Entisar Ashour setelah dihancurkan oleh pasukan Israel.

Di masjid, pasar, dan tempat penampungan darurat, pertanyaan yang sama terus bergema seperti nyanyian kesedihan:

“Apakah rumahmu masih berdiri?”

Kadang, jawabannya ya.
Namun lebih sering, sunyi.
Atau air mata.

Meski demikian, kehidupan perlahan kembali ke Gaza — pelan, penuh luka — saat keluarga-keluarga mulai menyusun kembali apa yang tersisa dan menatap masa depan, berjuang membangun bukan hanya rumah, tetapi kehidupan dan harapan mereka yang hancur.

sumber : Quds News Network

Tags: GazaPalestina
Previous Post

Laporan Resmi: Gaza Alami “Genosida Kesehatan” Akibat Dua Tahun Serangan Israel

Next Post

Jurnalis Gaza, Salih Al-Jaafrawi, Syahid Ditembak oleh Kelompok Bersenjata yang Didukung Israel di Gaza Selatan

Suara Langit Indonesia

Suara Langit Indonesia

Related Posts

Kesedihan dan Kepedihan Kehilangan: Beginilah Israel Merenggut Kebahagiaan Idul Adha di Gaza
Laporan Khusus

Kesedihan dan Kepedihan Kehilangan: Beginilah Israel Merenggut Kebahagiaan Idul Adha di Gaza

28 Mei 2026
“Saya Merasa Kehilangan Hidup Saya”: Korban Amputasi di Gaza Berjuang untuk Bisa Bergerak di Tengah Krisis Alat Medis
Laporan Khusus

“Saya Merasa Kehilangan Hidup Saya”: Korban Amputasi di Gaza Berjuang untuk Bisa Bergerak di Tengah Krisis Alat Medis

25 Mei 2026
Infrastruktur Gaza Hancur: Sistem Kehidupan Lumpuh Meski Gencatan Senjata
Laporan Khusus

Infrastruktur Gaza Hancur: Sistem Kehidupan Lumpuh Meski Gencatan Senjata

21 April 2026
Next Post
Jurnalis Gaza, Salih Al-Jaafrawi, Syahid Ditembak oleh Kelompok Bersenjata yang Didukung Israel di Gaza Selatan

Jurnalis Gaza, Salih Al-Jaafrawi, Syahid Ditembak oleh Kelompok Bersenjata yang Didukung Israel di Gaza Selatan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Yayasan Suara Langit Indonesia Salurkan Bantuan Pemenuhan Gizi bagi Warga Gaza
  • Setelah 1.000 Hari Genosida, Gaza Tetap Dilanda Serangan dan Krisis Kemanusiaan
  • Guterres Sebut Kondisi Gaza “Sangat Mengerikan”, Desak Perlindungan Warga Palestina
  • Di Antara Rasa Sakit dan Ketakutan: Anak-Anak Gaza Menanggung Dampak Serangan Israel yang Terus Berlanjut
  • Kehilangan Suami Akibat Perang, Ribuan Perempuan Gaza Berjuang Bertahan di Tengah Kelaparan

Kategori

  • Berita
  • Laporan Khusus
  • Penyaluran
  • Uncategorized

Suara Langit Indonesia

Suara Langit Indonesia (SLI) adalah lembaga kemanusiaan yang resmi berdiri dan berbadan hukum pada tanggal 5 Januari 2020. SLI menyelenggarakan berbagai kegiatan kemanusiaan dengan pendekatan dakwah, sosial, pendidikan, dan bantuan darurat.

Rekening Donasi

•BNI 2444266609
•BSI 7236-30881-7
•MANDIRI 170-00-1300772-3
A.N. Yayasan Suara Langit Indonesia

Konfirmasi transfer

• Admin SLI:‪‪‪‪‪‪‪‪‪‪‪‪ 0813 3946 8790
‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬(Whatsapp)

Ikuti Kami

Dana yang didonasikan melalui Suara Langit Indonesia sepenuhnya sah, halal, serta tidak terkait pencucian uang, terorisme, atau tindak kejahatan lainnya.

  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus

© 2025 Suara Langit - Sosial, Dakwah dan Kemanusiaan

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus

© 2025 Suara Langit - Sosial, Dakwah dan Kemanusiaan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In