• Berita
  • Penyaluran
  • Donasi
Minggu, Februari 15, 2026
  • Login
Suara Langit Indonesia
  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus
Mari Berdonasi
  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus
No Result
View All Result
Suara Langit Indonesia
No Result
View All Result
Home Berita

Gencatan Senjata Tak Hentikan Derita: UNICEF Laporkan Pembunuhan Anak Terus Berlanjut di Gaza

Suara Langit Indonesia by Suara Langit Indonesia
22 November 2025
in Berita
0
Gencatan Senjata Tak Hentikan Derita: UNICEF Laporkan Pembunuhan Anak Terus Berlanjut di Gaza
0
SHARES
10
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Gaza – UNICEF memperingatkan pada Jumat bahwa hampir dua anak terbunuh setiap hari di Gaza sejak gencatan senjata diumumkan. Badan tersebut mengatakan serangan Israel terus berlanjut meskipun kesepakatan itu seharusnya menghentikan pertumpahan darah.

Berbicara di Jenewa, juru bicara UNICEF, Ricardo Pires, mengatakan: “Sejak 11 Oktober, ketika gencatan senjata mulai berlaku, sedikitnya 67 anak telah tewas dalam insiden terkait konflik di Jalur Gaza. Puluhan lainnya terluka.” Ia menegaskan bahwa angka tersebut berarti hampir dua anak kehilangan nyawa setiap hari di bawah gencatan senjata yang seharusnya melindungi mereka.

Pires menekankan bahwa setiap angka mewakili seorang anak yang hidupnya berakhir dengan kekerasan. “Ini bukan statistik,” ujarnya. “Setiap anak memiliki kisah, keluarga, dan masa depan yang telah direnggut.”

Tim UNICEF terus menyaksikan kondisi yang tak tertahankan di lapangan. Anak-anak tidur di luar ruangan dengan anggota tubuh yang diamputasi. Yang lain hidup sebagai yatim piatu di tempat penampungan darurat yang tergenang air. Banyak yang gemetar ketakutan dan bertahan hidup tanpa martabat. Pires mengatakan: “Saya melihat langsung kondisi ini pada Agustus lalu. Tidak ada tempat yang aman bagi mereka. Dunia tidak boleh menormalkan penderitaan ini.”

UNICEF telah memperluas operasi kemanusiaannya, namun badan itu mengakui respons yang ada masih jauh dari cukup. Pires menegaskan bahwa PBB “dapat melakukan jauh lebih banyak jika bantuan yang benar-benar dibutuhkan dapat masuk lebih cepat.”

Dengan musim dingin yang semakin dekat, risiko bagi ratusan ribu anak terlantar terus meningkat. Pires memperingatkan bahwa “taruhannya sangat besar,” karena musim dingin menjadi pengganda ancaman. Anak-anak tidak memiliki pemanas, tidak ada insulasi, dan selimut yang sangat terbatas. Infeksi pernapasan meningkat, sementara air yang terkontaminasi memicu diare.

Ia menggambarkan anak-anak yang “memanjat reruntuhan tanpa alas kaki,” sebuah pengingat harian tentang bahaya dan kekurangan yang mereka hadapi.

“Terlalu banyak anak yang telah membayar harga tertinggi,” kata Pires. “Terlalu banyak yang masih membayarnya, bahkan di bawah gencatan senjata. Dunia telah berjanji untuk menghentikan semua ini dan melindungi mereka.” Ia menutup pernyataannya dengan seruan tindakan: “Sekarang kita harus membuktikannya.”

sumber: Quds News Network

Tags: GazaPalestina
Previous Post

Erupsi Gunung Semeru: 2.219 Warga Mengungsi, Doa Mengalir untuk Lumajang

Next Post

Kisah Pahit Gaza: 36 Anak Yatim Tinggal di Tenda, Diasuh Nenek Berusia 60 Tahun

Suara Langit Indonesia

Suara Langit Indonesia

Related Posts

Tujuh Warga Palestina Menjadi Korban Jiwa dalam Serangan Israel di Gaza, Pelanggaran Gencatan Senjata Terus Berlanjut
Berita

Tujuh Warga Palestina Menjadi Korban Jiwa dalam Serangan Israel di Gaza, Pelanggaran Gencatan Senjata Terus Berlanjut

11 Februari 2026
UNICEF: 37 Anak Palestina Menjadi Korban Jiwa di Gaza Sejak Awal Tahun, Gencatan Senjata Gagal Lindungi Warga Sipil
Berita

UNICEF: 37 Anak Palestina Menjadi Korban Jiwa di Gaza Sejak Awal Tahun, Gencatan Senjata Gagal Lindungi Warga Sipil

8 Februari 2026
Genosida Berlanjut: Serangan Israel Sebabkan 31 Warga Palestina Syahid, Kantor Polisi dan Tenda Pengungsi Diserang
Berita

Genosida Berlanjut: Serangan Israel Sebabkan 31 Warga Palestina Syahid, Kantor Polisi dan Tenda Pengungsi Diserang

1 Februari 2026
Next Post
Kisah Pahit Gaza: 36 Anak Yatim Tinggal di Tenda, Diasuh Nenek Berusia 60 Tahun

Kisah Pahit Gaza: 36 Anak Yatim Tinggal di Tenda, Diasuh Nenek Berusia 60 Tahun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • PBB: Israel Blokir Sejumlah Misi Kemanusiaan di Gaza
  • Sudah Berapa Kali Israel Melanggar Gencatan Senjata di Gaza dalam Empat Bulan?
  • Tujuh Warga Palestina Menjadi Korban Jiwa dalam Serangan Israel di Gaza, Pelanggaran Gencatan Senjata Terus Berlanjut
  • UNICEF: 37 Anak Palestina Menjadi Korban Jiwa di Gaza Sejak Awal Tahun, Gencatan Senjata Gagal Lindungi Warga Sipil
  • Suara Langit Indonesia Tebar Manfaat Lewat Bakti Sosial di Gunung Kidul

Kategori

  • Berita
  • Laporan Khusus
  • Penyaluran
  • Uncategorized

Suara Langit Indonesia

Suara Langit Indonesia (SLI) adalah lembaga kemanusiaan yang resmi berdiri dan berbadan hukum pada tanggal 5 Januari 2020. SLI menyelenggarakan berbagai kegiatan kemanusiaan dengan pendekatan dakwah, sosial, pendidikan, dan bantuan darurat.

Rekening Donasi

•BNI 2444266609
•BSI 7236-30881-7
•MANDIRI 170-00-1300772-3
A.N. Yayasan Suara Langit Indonesia

Konfirmasi transfer

• Admin SLI:‪‪‪‪‪‪‪‪‪‪‪‪ 0813 3946 8790
‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬(Whatsapp)

Ikuti Kami

Dana yang didonasikan melalui Suara Langit Indonesia sepenuhnya sah, halal, serta tidak terkait pencucian uang, terorisme, atau tindak kejahatan lainnya.

  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus

© 2025 Suara Langit - Sosial, Dakwah dan Kemanusiaan

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus

© 2025 Suara Langit - Sosial, Dakwah dan Kemanusiaan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In