Warga Palestina di Jalur Gaza yang diblokade Israel semakin banyak mengalami infeksi kulit akibat meningkatnya hama, termasuk tikus, kutu, pinjal, dan tungau, kata badan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA, pada Selasa.
UNRWA mengatakan tim kesehatannya menangani sekitar 40% dari “ribuan kasus,” seraya mencatat bahwa kondisi tersebut “biasanya mudah ditangani dengan pengobatan sederhana,” yang saat ini tidak tersedia di Gaza.
“Di Gaza, obat-obatan dasar sangat langka dan banyak anak-anak tidak mendapatkan pengobatan yang mereka butuhkan,” tambah badan PBB tersebut dalam pernyataan di platform media sosial X milik perusahaan AS.
Badan tersebut memperingatkan bahwa jika bantuan tidak diizinkan masuk ke Gaza dalam skala besar, “situasi kemungkinan akan semakin memburuk.”
Peringatan ini muncul di tengah memburuknya situasi kemanusiaan di Gaza, di mana kekurangan pasokan medis dan memburuknya kondisi hidup telah berkontribusi pada penyebaran penyakit.
Tentara Israel telah mengakibatkan lebih dari 72.600 orang menjadi korban jiwa, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai lebih dari 172.000 orang dalam serangan mematikan di Gaza sejak Oktober 2023, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
Meskipun gencatan senjata telah berlaku sejak Oktober lalu, Israel menolak mengizinkan masuknya jumlah bantuan kemanusiaan yang telah disepakati ke wilayah tersebut, di mana sekitar 2,4 juta warga Palestina, termasuk 1,5 juta pengungsi, menghadapi kondisi kemanusiaan yang sangat parah.
sumber: Anadolu





