• Berita
  • Penyaluran
  • Donasi
Rabu, Juli 15, 2026
  • Login
Suara Langit Indonesia
  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus
Mari Berdonasi
  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus
No Result
View All Result
Suara Langit Indonesia
No Result
View All Result
Home Berita

Guterres Sebut Kondisi Gaza “Sangat Mengerikan”, Desak Perlindungan Warga Palestina

Suara Langit Indonesia by Suara Langit Indonesia
1 Juli 2026
in Berita
0
Guterres Sebut Kondisi Gaza “Sangat Mengerikan”, Desak Perlindungan Warga Palestina
0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, menuduh Israel telah menyebabkan lebih dari 1.000 warga Palestina menjadi korban jiwa di Gaza sejak gencatan senjata diumumkan, akibat serangan yang terus berlanjut. Ia menggambarkan kondisi kehidupan di Jalur Gaza sebagai “sangat mengerikan”, di tengah banyaknya sisa-sisa bahan peledak yang belum meledak, merebaknya penyakit, serta gelombang pengungsian yang meluas.

Guterres juga mengecam perluasan dan percepatan pembangunan permukiman Israel di Tepi Barat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Menurutnya, praktik tersebut telah memicu krisis pengungsian terbesar bagi warga Palestina di kawasan itu sejak tahun 1967.

Kantor Berita AFP mengutip laporan triwulanan yang disusun Guterres mengenai situasi di Tepi Barat. Dalam laporan tersebut ditegaskan bahwa pengambilalihan kantor Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di Yerusalem Timur yang diduduki oleh Israel merupakan tindakan yang melanggar hukum dan tidak dapat diterima.

Guterres juga memperingatkan bahwa warga Palestina di Tepi Barat terus menghadapi kekerasan dari para pemukim Israel serta perluasan permukiman yang berkelanjutan. Laporan PBB mencatat meningkatnya serangan kelompok pemukim terhadap kota-kota dan desa-desa Palestina dengan perlindungan pasukan Israel.

Dalam laporannya, Guterres menyatakan bahwa “perkembangan ini memicu meningkatnya ketegangan, semakin mengukuhkan pendudukan yang ilegal, serta melemahkan hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan mendirikan negara mereka yang merdeka serta berdaulat.”

Ia juga secara khusus memperingatkan bahaya proyek permukiman “E1”, yang disebutnya sebagai “ancaman eksistensial bagi rakyat Palestina”, karena proyek tersebut bertujuan membagi wilayah Tepi Barat menjadi dua bagian yang terpisah.

Sementara itu, Koordinator Tetap PBB sekaligus Koordinator Kemanusiaan untuk Palestina, Ramiz Alakbarov, menegaskan pentingnya menjawab berbagai kekhawatiran serta memenuhi kebutuhan dan aspirasi sah masyarakat Gaza melalui penerapan penuh Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2803. Ia juga memperingatkan bahwa situasi di Tepi Barat, termasuk Yerusalem, terus mengalami kemunduran.

Di sisi lain, lima negara Eropa anggota Dewan Keamanan PBB, yaitu Prancis, Inggris, Yunani, Latvia, dan Denmark, dalam pernyataan bersama menjelang sidang Dewan Keamanan, menyampaikan keprihatinan mendalam atas memburuknya situasi di Tepi Barat serta mengecam keras berlanjutnya aktivitas pembangunan permukiman Israel.

sumber : Arabi21

Tags: Antonio GuterresDewan Keamanan PBBGazaIsraelKrisis Kemanusiaan GazaPalestinaPBBPermukiman IsraelPerserikatan Bangsa-BangsaTepi BaratTimur TengahUNRWAYerusalem Timur
Previous Post

Di Antara Rasa Sakit dan Ketakutan: Anak-Anak Gaza Menanggung Dampak Serangan Israel yang Terus Berlanjut

Next Post

Setelah 1.000 Hari Genosida, Gaza Tetap Dilanda Serangan dan Krisis Kemanusiaan

Suara Langit Indonesia

Suara Langit Indonesia

Related Posts

Setelah 1.000 Hari Genosida, Gaza Tetap Dilanda Serangan dan Krisis Kemanusiaan
Berita

Setelah 1.000 Hari Genosida, Gaza Tetap Dilanda Serangan dan Krisis Kemanusiaan

7 Juli 2026
Di Antara Rasa Sakit dan Ketakutan: Anak-Anak Gaza Menanggung Dampak Serangan Israel yang Terus Berlanjut
Berita

Di Antara Rasa Sakit dan Ketakutan: Anak-Anak Gaza Menanggung Dampak Serangan Israel yang Terus Berlanjut

29 Juni 2026
Kehilangan Suami Akibat Perang, Ribuan Perempuan Gaza Berjuang Bertahan di Tengah Kelaparan
Berita

Kehilangan Suami Akibat Perang, Ribuan Perempuan Gaza Berjuang Bertahan di Tengah Kelaparan

25 Juni 2026
Next Post
Setelah 1.000 Hari Genosida, Gaza Tetap Dilanda Serangan dan Krisis Kemanusiaan

Setelah 1.000 Hari Genosida, Gaza Tetap Dilanda Serangan dan Krisis Kemanusiaan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Yayasan Suara Langit Indonesia Salurkan Bantuan Pemenuhan Gizi bagi Warga Gaza
  • Setelah 1.000 Hari Genosida, Gaza Tetap Dilanda Serangan dan Krisis Kemanusiaan
  • Guterres Sebut Kondisi Gaza “Sangat Mengerikan”, Desak Perlindungan Warga Palestina
  • Di Antara Rasa Sakit dan Ketakutan: Anak-Anak Gaza Menanggung Dampak Serangan Israel yang Terus Berlanjut
  • Kehilangan Suami Akibat Perang, Ribuan Perempuan Gaza Berjuang Bertahan di Tengah Kelaparan

Kategori

  • Berita
  • Laporan Khusus
  • Penyaluran
  • Uncategorized

Suara Langit Indonesia

Suara Langit Indonesia (SLI) adalah lembaga kemanusiaan yang resmi berdiri dan berbadan hukum pada tanggal 5 Januari 2020. SLI menyelenggarakan berbagai kegiatan kemanusiaan dengan pendekatan dakwah, sosial, pendidikan, dan bantuan darurat.

Rekening Donasi

•BNI 2444266609
•BSI 7236-30881-7
•MANDIRI 170-00-1300772-3
A.N. Yayasan Suara Langit Indonesia

Konfirmasi transfer

• Admin SLI:‪‪‪‪‪‪‪‪‪‪‪‪ 0813 3946 8790
‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬(Whatsapp)

Ikuti Kami

Dana yang didonasikan melalui Suara Langit Indonesia sepenuhnya sah, halal, serta tidak terkait pencucian uang, terorisme, atau tindak kejahatan lainnya.

  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus

© 2025 Suara Langit - Sosial, Dakwah dan Kemanusiaan

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus

© 2025 Suara Langit - Sosial, Dakwah dan Kemanusiaan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In