Seorang perempuan hamil menjadi korban jiwa pada Sabtu, akibat luka yang dideritanya karena tembakan pasukan Israel, di selatan Kota Khan Younis, selatan Jalur Gaza, seiring meningkatnya penargetan terhadap para pengungsi dan tenda-tenda tempat mereka berlindung.
Sumber-sumber lokal menyatakan bahwa warga bernama Iman Shalouf menjadi korban jiwa bersama janinnya, akibat luka yang mereka derita karena tembakan pasukan Israel tiga hari sebelumnya.
Dalam perkembangan lain, sembilan warga Palestina terluka pada Sabtu dalam serangan Israel menggunakan pesawat nirawak yang menyasar kerumunan warga sipil di dekat sebuah tenda penampungan pengungsi di kawasan Mawasi, Khan Younis.
Serangan Israel ini terjadi di tengah berlanjutnya pelanggaran Tel Aviv terhadap kesepakatan gencatan senjata, yang berlaku sejak 11 Oktober 2025.
Di wilayah lain di Jalur Gaza, sumber-sumber lokal melaporkan bahwa militer Israel melancarkan tembakan artileri ke wilayah timur kamp pengungsi Bureij di Gaza tengah, serta wilayah timur Kota Gaza dan kamp pengungsi Jabalia di utara Jalur Gaza. Selain itu, kapal-kapal perang Israel melepaskan tembakan ke arah perahu-perahu nelayan di lepas pantai Kota Gaza.
Sejak 7 Oktober 2023, perang Israel di Jalur Gaza telah menyebabkan 73.783 orang menjadi korban jiwa dan 174.738 lainnya terluka.
Kementerian Kesehatan di Gaza menyatakan bahwa rumah-rumah sakit di Jalur Gaza menerima 10 orang yang menjadi korban jiwa dan 56 orang terluka dalam 24 jam terakhir.
Kementerian menambahkan bahwa jumlah total korban jiwa sejak berlakunya gencatan senjata pada 11 Oktober lalu meningkat menjadi 1.369 orang, dan korban luka menjadi 4.627 orang, sementara jumlah total kasus evakuasi jenazah mencapai 831 kasus.
Kementerian menjelaskan bahwa sejumlah korban masih berada di bawah reruntuhan dan di jalan-jalan, di tengah ketidakmampuan tim ambulans dan penyelamat untuk menjangkau mereka.
Sumber: Arabi21




