• Berita
  • Penyaluran
  • Donasi
Minggu, Februari 15, 2026
  • Login
Suara Langit Indonesia
  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus
Mari Berdonasi
  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus
No Result
View All Result
Suara Langit Indonesia
No Result
View All Result
Home Laporan Khusus

“Apakah Rumahmu Masih Berdiri?”, Pertanyaan yang Menggema di Gaza Setelah Dua Tahun Genosida

Suara Langit Indonesia by Suara Langit Indonesia
12 Oktober 2025
in Laporan Khusus
0
“Apakah Rumahmu Masih Berdiri?”, Pertanyaan yang Menggema di Gaza Setelah Dua Tahun Genosida
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Setelah berbulan-bulan mengalami pengusiran paksa di bawah ancaman Israel, ribuan warga Palestina kini mulai kembali ke lingkungan mereka di Gaza Utara, Kota Gaza, dan Khan Younis — menyusul penarikan pasukan Israel sebagai bagian dari tahap pertama perjanjian gencatan senjata dalam rencana Trump.

Namun bagi banyak dari mereka, pertanyaan pertama yang terucap kepada teman atau tetangga bukanlah tentang keselamatan, makanan, atau air.
Pertanyaannya sederhana, namun memilukan:

“Apakah rumahmu masih berdiri?”

Bagi keluarga-keluarga yang melarikan diri di bawah gempuran bom Israel, pertanyaan itu kini menjadi simbol beban emosional dalam perjalanan pulang mereka.

“Saya berjalan berjam-jam untuk sampai ke rumah saya di kawasan Sheikh Redwan,” kata Amal Haboub (42), yang mengungsi bersama anak-anaknya ke tempat penampungan PBB di Gaza tengah pada hari-hari awal serangan besar Israel ke Kota Gaza.
“Tidak ada atap. Dindingnya retak dan hangus. Tapi rumah itu masih berdiri — dan itu lebih dari yang saya harapkan.”

Tidak semua seberuntung itu.

“Rumah saya sudah tidak ada,” ujar Mahmoud al-Jabari, sambil berdiri di depan tumpukan puing bekas rumah keluarganya di Gaza utara.
“Tidak ada yang bisa dibangun kembali. Saya hanya menemukan cangkir teh milik ibu saya yang terkubur di debu. Itu saja yang tersisa.”

“Kerusakan ini sungguh tak terbayangkan. Rumah keluarga kami—tempat di mana kami dibesarkan dan menciptakan begitu banyak kenangan—telah hancur.”

Di seluruh Jalur Gaza, warga yang kembali menyaksikan lingkungan mereka berubah menjadi gurun puing.
Jalan-jalan rata dengan tanah, infrastruktur hancur, sekolah dan rumah sakit penuh luka akibat perang.

Namun di tengah kehancuran itu, orang-orang tetap kembali — didorong oleh tekad untuk merebut kembali tanah, kehidupan, dan martabat mereka.

“Saya tidak kembali untuk mencari dinding,” kata Huda al-Najjar, seorang guru di Khan Younis.
“Saya datang untuk berdiri di atas tanah saya — untuk menunjukkan kepada anak-anak saya bahwa kami masih ada.”

Di beberapa wilayah, keluarga kini mendirikan tenda di samping reruntuhan rumah mereka, menyapu puing, menancapkan bendera, dan menyalakan api untuk menyeduh teh — tindakan kecil penuh makna, simbol perlawanan dan keteguhan di tengah kehancuran.

“Genosida Israel mungkin telah berakhir, tapi penderitaan belum,” ujar Nouran Mohamed, seorang perawat di Rumah Sakit Al-Aqsa, Gaza Tengah.
“Kami menghadapi trauma, luka fisik, dan kerusakan psikologis yang luar biasa. Tapi saya melihat keteguhan yang sulit saya gambarkan.”

Entisar Ashour, warga Tel Al-Hawa yang terpaksa melarikan diri di bawah serangan berat, mengatakan:

“Kehancurannya tak bisa dipercaya. Rumah keluarga kami — tempat kami tumbuh dan menyimpan begitu banyak kenangan — kini telah lenyap.”

Rumah keluarga Entisar Ashour setelah dihancurkan oleh pasukan Israel.

Di masjid, pasar, dan tempat penampungan darurat, pertanyaan yang sama terus bergema seperti nyanyian kesedihan:

“Apakah rumahmu masih berdiri?”

Kadang, jawabannya ya.
Namun lebih sering, sunyi.
Atau air mata.

Meski demikian, kehidupan perlahan kembali ke Gaza — pelan, penuh luka — saat keluarga-keluarga mulai menyusun kembali apa yang tersisa dan menatap masa depan, berjuang membangun bukan hanya rumah, tetapi kehidupan dan harapan mereka yang hancur.

sumber : Quds News Network

Tags: GazaPalestina
Previous Post

Laporan Resmi: Gaza Alami “Genosida Kesehatan” Akibat Dua Tahun Serangan Israel

Next Post

Jurnalis Gaza, Salih Al-Jaafrawi, Syahid Ditembak oleh Kelompok Bersenjata yang Didukung Israel di Gaza Selatan

Suara Langit Indonesia

Suara Langit Indonesia

Related Posts

Sudah Berapa Kali Israel Melanggar Gencatan Senjata di Gaza dalam Empat Bulan?
Laporan Khusus

Sudah Berapa Kali Israel Melanggar Gencatan Senjata di Gaza dalam Empat Bulan?

11 Februari 2026
Lahir sebagai Pengungsi, Dikenang sebagai Simbol: Siapakah Abu Obeida?
Laporan Khusus

Lahir sebagai Pengungsi, Dikenang sebagai Simbol: Siapakah Abu Obeida?

2 Januari 2026
Gencatan Senjata Gaza? Data Menunjukkan Jawabannya: Tidak
Laporan Khusus

Gencatan Senjata Gaza? Data Menunjukkan Jawabannya: Tidak

27 November 2025
Next Post
Jurnalis Gaza, Salih Al-Jaafrawi, Syahid Ditembak oleh Kelompok Bersenjata yang Didukung Israel di Gaza Selatan

Jurnalis Gaza, Salih Al-Jaafrawi, Syahid Ditembak oleh Kelompok Bersenjata yang Didukung Israel di Gaza Selatan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • PBB: Israel Blokir Sejumlah Misi Kemanusiaan di Gaza
  • Sudah Berapa Kali Israel Melanggar Gencatan Senjata di Gaza dalam Empat Bulan?
  • Tujuh Warga Palestina Menjadi Korban Jiwa dalam Serangan Israel di Gaza, Pelanggaran Gencatan Senjata Terus Berlanjut
  • UNICEF: 37 Anak Palestina Menjadi Korban Jiwa di Gaza Sejak Awal Tahun, Gencatan Senjata Gagal Lindungi Warga Sipil
  • Suara Langit Indonesia Tebar Manfaat Lewat Bakti Sosial di Gunung Kidul

Kategori

  • Berita
  • Laporan Khusus
  • Penyaluran
  • Uncategorized

Suara Langit Indonesia

Suara Langit Indonesia (SLI) adalah lembaga kemanusiaan yang resmi berdiri dan berbadan hukum pada tanggal 5 Januari 2020. SLI menyelenggarakan berbagai kegiatan kemanusiaan dengan pendekatan dakwah, sosial, pendidikan, dan bantuan darurat.

Rekening Donasi

•BNI 2444266609
•BSI 7236-30881-7
•MANDIRI 170-00-1300772-3
A.N. Yayasan Suara Langit Indonesia

Konfirmasi transfer

• Admin SLI:‪‪‪‪‪‪‪‪‪‪‪‪ 0813 3946 8790
‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬(Whatsapp)

Ikuti Kami

Dana yang didonasikan melalui Suara Langit Indonesia sepenuhnya sah, halal, serta tidak terkait pencucian uang, terorisme, atau tindak kejahatan lainnya.

  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus

© 2025 Suara Langit - Sosial, Dakwah dan Kemanusiaan

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus

© 2025 Suara Langit - Sosial, Dakwah dan Kemanusiaan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In