KOTA GAZA, Palestina – Serangan Israel mengakibatkan korban jiwa empat warga Palestina, termasuk seorang anak, dan melukai lainnya pada Selasa setelah menargetkan kendaraan polisi di Gaza City bagian timur, dalam pelanggaran terbaru terhadap perjanjian gencatan senjata, menurut sumber medis.
Korban Dievakuasi ke Rumah Sakit
Jenazah para korban dibawa ke Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza City bagian barat dan Rumah Sakit Al-Ahli Baptist di Gaza bagian tengah setelah serangan tersebut, kata sumber kepada Anadolu Agency.
Belum ada rincian segera mengenai jumlah korban luka maupun tingkat keparahan cedera mereka.
Serangan Drone di Jalan Al-Nafaq
Saksi mata mengatakan bahwa sebuah drone Israel menembakkan rudal ke kendaraan polisi saat melintas di Jalan Al-Nafaq di Gaza City bagian timur.
Serangan tersebut membuat kendaraan terbakar, menewaskan orang-orang di dalamnya dan melukai sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi, tambah mereka.
Pelanggaran Gencatan Senjata Berlanjut
Meskipun gencatan senjata telah berlaku sejak 10 Oktober 2025, pasukan Israel terus melanggar kesepakatan melalui penembakan, pemboman, dan serangan darat, menurut kantor media pemerintah Gaza.
Setidaknya 757 orang telah mengakibatkan korban jiwa dan 2.111 lainnya terluka sejak gencatan senjata diberlakukan, menurut otoritas kesehatan.
Desakan Internasional dan Kerusakan Infrastruktur
Pelanggaran terus berlanjut bahkan setelah Amerika Serikat mengumumkan pada pertengahan Januari dimulainya fase kedua perjanjian, di tengah seruan agar Israel mematuhi gencatan senjata dan mengizinkan masuknya bantuan kemanusiaan yang telah disepakati, termasuk makanan, pasokan medis, dan bahan tempat tinggal.
Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan sekitar 90% infrastruktur sipil Gaza telah rusak atau hancur akibat perang Israel, dengan biaya rekonstruksi diperkirakan mencapai sekitar 70 miliar dolar AS.
sumber: Anadolu





