Gaza – Serangkaian serangan udara dan artileri Israel di berbagai wilayah Gaza mengakibatkan sembilan warga Palestina menjadi korban jiwa dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka pada Jumat. Serangan menyasar area sipil, termasuk kendaraan polisi, rumah warga, dan patroli keamanan, memicu kekhawatiran akan eskalasi lanjutan meski gencatan senjata masih berlaku.
Serangan Drone di Gaza Selatan Targetkan Kendaraan Polisi
Kompleks Medis Nasser di Khan Younis melaporkan lima korban jiwa dan sejumlah luka setelah serangan drone Israel menargetkan kendaraan polisi di wilayah al-Mawasi, Gaza selatan. Serangan ini menjadi bagian dari target berulang terhadap infrastruktur sipil dan keamanan di wilayah yang terkepung.
Rumah Warga di Gaza Utara Dihantam, Ibu dan Anak Jadi Korban Jiwa
Di Gaza utara, serangan artileri Israel menghantam rumah milik keluarga Al-Tanani di dekat Rumah Sakit Kamal Adwan. Dua warga Palestina, termasuk seorang ibu dan anaknya, menjadi korban jiwa. Beberapa lainnya mengalami luka-luka dan dilarikan untuk mendapatkan perawatan, sementara pengeboman terus berlangsung di sekitar area rumah sakit.
Serangan di Sheikh Radwan Tewaskan Polisi dan Lukai Warga
Di kawasan Sheikh Radwan, Gaza City bagian utara, dua warga Palestina menjadi korban jiwa dan lainnya mengalami luka serius setelah pesawat Israel menyerang patroli polisi di dekat persimpangan Behloul, dekat kantor polisi Sheikh Radwan.
Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan Nasional Gaza mengonfirmasi bahwa serangan tersebut mengakibatkan dua anggota polisi menjadi korban jiwa dan dua lainnya dalam kondisi kritis. Korban diidentifikasi sebagai Kapten Polisi Imran Omar Al-Lad’a dan Letnan Polisi Ahmed Ibrahim Al-Qassas.
Eskalasi Terus Terjadi Meski Gencatan Senjata
Gelombang serangan terbaru ini terjadi di tengah pelanggaran berkelanjutan di Gaza, di mana pasukan Israel terus menargetkan warga sipil, kawasan permukiman, dan unit kepolisian meskipun terdapat gencatan senjata.
Serangan ini menambah kekhawatiran atas memburuknya krisis kemanusiaan dan keamanan di wilayah tersebut, seiring dengan berlanjutnya blokade ketat yang diberlakukan Israel.
Sumber: QNN





