Gaza – Serangan udara Israel di wilayah utara Jalur Gaza mengakibatkan lima warga Palestina menjadi korban jiwa, termasuk tiga anak-anak, pada Rabu, di tengah serangan harian yang terus berlangsung serta pelanggaran terhadap apa yang disebut sebagai gencatan senjata.
Serangan Dekat Masjid di Beit Lahiya
Petugas medis dan tim pertahanan sipil mengatakan bahwa lima korban jiwa terjadi setelah serangan Israel menargetkan kerumunan warga di dekat sebuah masjid di Beit Lahiya, bagian utara Gaza.
Serangan Meningkat Meski Ada Gencatan Senjata
Terjadi peningkatan intensitas serangan Israel di Jalur Gaza meskipun gencatan senjata masih diberlakukan.
Israel dilaporkan telah melanggar gencatan senjata yang mulai berlaku pada Oktober lebih dari 2.400 kali, mengakibatkan ratusan korban jiwa serta menghambat masuknya bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan.
Ratusan Korban Jiwa Sejak Gencatan Senjata
Pasukan Israel telah mengakibatkan lebih dari 780 warga Palestina menjadi korban jiwa sejak gencatan senjata diberlakukan, termasuk lebih dari 300 anak-anak, perempuan, dan lansia. Setidaknya 32 korban jiwa terjadi pada bulan ini saja.
Lebih dari 72 Ribu Korban Jiwa Sejak 2023
Sejak perang dimulai pada 7 Oktober 2023, lebih dari 72.000 warga Palestina telah menjadi korban jiwa akibat serangan Israel.
Laporan dari Save the Children pada September menyebutkan bahwa lebih dari 20.000 anak-anak telah menjadi korban jiwa selama dua tahun perang. Rata-rata, setidaknya satu anak meninggal setiap jam, dengan lebih dari 1.000 di antaranya berusia di bawah satu tahun, sementara ribuan lainnya mengalami luka, trauma, atau terpisah dari orang tua mereka.
PBB Kecam Pola Kekerasan Berkelanjutan
Kepala HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa, Volker Türk, mengecam kekerasan yang terus terjadi di Gaza.
Ia menyatakan bahwa “pola pembunuhan yang tak henti-hentinya” mencerminkan “impunitas luas” Israel.
“Selama 10 hari terakhir, warga Palestina terus menjadi korban jiwa dan luka di sisa-sisa rumah mereka, tempat penampungan, tenda pengungsi, di jalanan, dalam kendaraan, fasilitas medis, hingga di ruang kelas,” ujarnya.
sumber: QNN





