Seorang perempuan Palestina bersama tiga putrinya menjadi korban jiwa pada Selasa dini hari setelah pasukan Israel mengebom sebuah rumah di Kota Gaza, meskipun gencatan senjata masih berlangsung, demikian dilaporkan kantor berita WAFA.
Mereka menjadi korban jiwa dalam serangan yang terjadi di Jalan Al-Thalathini, Gaza selatan, di tengah terus berlanjutnya pelanggaran terhadap gencatan senjata yang telah berlaku sejak 10 Oktober 2025.
Militer Israel kini menguasai lebih dari 70 persen wilayah Jalur Gaza, meningkat dari 53 persen sebagaimana diatur dalam perjanjian gencatan senjata pada Oktober 2025, menurut pejabat Israel.
Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sedikitnya 1.158 warga Palestina menjadi korban jiwa dan 3.756 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan Israel yang hampir terjadi setiap hari, meskipun gencatan senjata masih berlaku.
Sejak genosida Israel dimulai pada 8 Oktober 2023, sedikitnya 73.250 warga Palestina menjadi korban jiwa dan 173.751 lainnya mengalami luka-luka, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
Kementerian tersebut juga menyatakan bahwa sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Jalur Gaza telah mengalami kerusakan atau hancur.
sumber: Anadolu





