Banggai, Sulawesi Tengah – Kunjungan da’i dari Suara Langit Indonesia ke Kampung Muallaf Tombiobong, Suku Loinang, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, menjadi momen penuh kehangatan dan haru. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga upaya nyata dalam memperkuat keimanan serta ukhuwah Islamiyah di wilayah pelosok negeri.
Perjalanan menuju lokasi bukanlah hal yang mudah. Tim harus menempuh medan berat hingga berhari-hari berjalan kaki menembus hutan belantara Sulawesi Tengah. Namun, segala tantangan tersebut terbayar dengan sambutan hangat dari masyarakat setempat yang penuh semangat dalam menyambut kehadiran para da’i.
Dalam kunjungan tersebut, tim bertemu dengan salah satu warga, Pak Skap, yang merupakan kakak dari kepala suku, Pak Pesawat. Mereka berasal dari Suku Loinang, bagian dari suku asli Saluan, yang hidup sederhana di wilayah pedalaman Luwuk Banggai.
Di tengah kondisi di mana umat Muslim masih menjadi minoritas, masyarakat muallaf di wilayah ini menunjukkan keteguhan iman yang luar biasa. Meski dengan keterbatasan akses terhadap ilmu dan fasilitas keagamaan, semangat mereka untuk belajar Islam, beribadah, dan mempertahankan keyakinan tetap terjaga dengan kuat.
Para da’i tidak hanya menyampaikan tausiyah dan dasar-dasar ilmu keislaman, tetapi juga mendengarkan langsung kisah perjuangan warga dalam menjaga keimanan. Interaksi ini menjadi ruang berbagi yang menguatkan, menumbuhkan harapan, sekaligus mempererat rasa persaudaraan antara sesama Muslim.
Kunjungan ini menjadi pengingat bahwa dakwah tidak hanya tentang menyampaikan pesan, tetapi juga tentang hadir, peduli, dan membersamai. Dari pelosok negeri, terpancar keteguhan iman yang justru menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat luas.
Melalui kegiatan ini, Suara Langit Indonesia berharap dapat terus menjangkau wilayah-wilayah terpencil lainnya, serta menghadirkan pembinaan berkelanjutan bagi para muallaf agar semakin kokoh dalam menjalankan ajaran Islam.






