Gaza – Sebuah serangan udara Israel merusak bus milik Dokter Lintas Batas (MSF) di Kota Gaza dan melukai seorang staf, demikian pernyataan lembaga amal medis tersebut pada Senin.
Dokter Lintas Batas menyatakan bahwa bus tersebut sedang membawa 10 pekerja kemanusiaan ketika sebuah serangan Israel mengenai kendaraan sasaran yang berjarak hanya dua meter (6,5 kaki) pada 13 September.
Kelompok tersebut menyatakan bahwa bus itu dapat dikenali dengan jelas, dengan logo besar MSF yang terlihat di atapnya.
“Sekali lagi, pasukan Israel telah menunjukkan pengabaian yang terang-terangan terhadap keselamatan personel kemanusiaan dan medis,” kata MSF.
Organisasi tersebut menyatakan bahwa tidak ada tempat di Gaza yang aman dan menyerukan agar warga sipil, para pekerja layanan kesehatan, serta staf kemanusiaan dilindungi.
Organisasi tersebut juga mendesak agar kendaraan medis dan kemanusiaan yang ditandai dengan jelas dibebaskan dari serangan.
Pelanggaran-pelanggaran Israel terhadap kesepakatan gencatan senjata telah menyebabkan 1.372 warga Palestina menjadi korban jiwa dan melukai 4.659 lainnya hingga Senin, menurut data terbaru Kementerian Kesehatan Gaza.
Sejak 8 Oktober 2023, perang Israel di Gaza telah menyebabkan lebih dari 73.000 warga Palestina menjadi korban jiwa dan melukai lebih dari 174.000 lainnya, sekaligus menghancurkan sekitar 90% infrastruktur wilayah kantong tersebut.
Sumber: Anadolu Ajansı — Tarek Chouiref




