KOTA GAZA, Palestina – Sedikitnya sembilan warga Palestina menjadi korban jiwa, termasuk lima anggota dari satu keluarga, dan puluhan lainnya mengalami luka-luka, termasuk perempuan dan anak-anak, dalam serangkaian serangan udara Israel yang terjadi secara bersamaan pada Kamis (04/06/2026) dini hari. Serangan tersebut menargetkan empat apartemen hunian di berbagai wilayah Kota Gaza, menurut sumber medis.
Serangan terbaru ini terjadi ketika Israel terus melanggar perjanjian gencatan senjata yang berlaku di Jalur Gaza sejak 10 Oktober 2025.
Koresponden Anadolu di lokasi melaporkan bahwa sembilan jenazah dan puluhan korban luka telah dibawa ke Rumah Sakit Al-Shifa.
Sumber medis menyebutkan beberapa jenazah tiba dalam kondisi tercabik-cabik, sementara lainnya mengalami luka bakar parah.
Lima Anggota Keluarga Menjadi Korban Jiwa
Menurut saksi mata, serangan udara yang menghantam sebuah apartemen di Gedung Labad, Jalan Intelligence, barat laut Kota Gaza, menyebabkan lima anggota dari satu keluarga menjadi korban jiwa, yakni seorang ayah, istrinya, dan tiga anak mereka.
Seorang anak perempuan dari keluarga tersebut mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Di lingkungan Tel al-Hawa, bagian selatan Kota Gaza, seorang pria dan istrinya juga menjadi korban jiwa setelah serangan udara menghantam sebuah apartemen di Gedung Al-Israa 1. Beberapa warga lainnya mengalami luka-luka, salah satunya dalam kondisi kritis.
Sementara itu, seorang warga Palestina menjadi korban jiwa dan puluhan lainnya terluka dalam serangan udara yang menargetkan rumah milik keluarga Mhanna di Kamp Pengungsi Al-Shati, sebelah barat Kota Gaza. Serangan tersebut memicu kebakaran besar yang menyebar ke rumah-rumah di sekitarnya.
Di lingkungan Sheikh Radwan, utara Kota Gaza, satu warga Palestina lainnya menjadi korban jiwa dan beberapa orang mengalami luka-luka setelah serangan udara menghantam sebuah apartemen di Gedung Al-Ghoul dan menyebabkan kebakaran.
Kerusakan Luas dan Kepanikan Warga
Para saksi mata mengatakan serangan-serangan tersebut menyebabkan kerusakan besar pada bangunan yang menjadi sasaran serta area di sekitarnya. Serangan yang terjadi setelah tengah malam itu juga memicu kepanikan di kalangan warga.
Menurut data Palestina, genosida Israel di Gaza sejak Oktober 2023 telah menyebabkan hampir 73.000 warga Palestina menjadi korban jiwa dan lebih dari 173.000 lainnya mengalami luka-luka, sebagian besar perempuan dan anak-anak.
Meski gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, Kementerian Kesehatan Gaza mencatat pasukan Israel telah menyebabkan 936 warga Palestina menjadi korban jiwa dan melukai 2.903 lainnya dalam serangan yang hampir terjadi setiap hari.
sumber : Anadolu





