GAZA — Sedikitnya tujuh warga Palestina menjadi korban jiwa dalam serangkaian serangan Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza pada Selasa, menurut sumber medis setempat. Serangan terjadi meskipun gencatan senjata telah berlaku sejak Oktober 2025.
Dua dari tujuh korban tersebut meninggal akibat luka yang mereka alami dalam serangan Israel sebelumnya.
Seorang sumber medis di Rumah Sakit Al-Shifa mengatakan kepada Anadolu bahwa jenazah tiga warga Palestina dibawa ke rumah sakit setelah Israel menyerang sebuah rumah di Beit Lahia, Jalur Gaza utara.
Menurut saksi mata setempat, rumah tersebut berada di dekat Rumah Sakit Kamal Adwan, di kawasan Beit Lahia Project.
Serangan itu juga menyebabkan sejumlah warga lainnya terluka. Belum diketahui jenis amunisi yang digunakan dalam serangan tersebut.
Seorang sumber medis kemudian mengatakan kepada Anadolu bahwa Taher Aouni Attallah meninggal akibat luka kritis yang dialaminya dalam serangan tersebut.
Sebelumnya pada Selasa, seorang pria Palestina menjadi korban jiwa dalam serangan drone Israel di kawasan Al-Mawasi, Khan Younis, Jalur Gaza selatan, menurut sumber medis.
Pada hari yang sama, dua warga Palestina lainnya meninggal setelah terkena tembakan Israel.
Sumber tersebut juga mengatakan seorang warga Palestina meninggal akibat luka yang dialaminya dalam serangan Israel di sebelah barat Khan Younis pada Senin.
Seorang warga Palestina lainnya dilaporkan meninggal akibat luka yang dialaminya dalam serangan Israel di lingkungan Al-Amal, Khan Younis, beberapa hari sebelumnya.
Serangan Dilaporkan Berlangsung di Sejumlah Wilayah
Sementara itu, sumber-sumber lokal melaporkan kendaraan militer Israel melepaskan tembakan ke arah rumah-rumah dan tenda-tenda yang menampung warga pengungsi di wilayah selatan Khan Younis.
Artileri Israel juga dilaporkan menargetkan kamp pengungsi Bureij serta wilayah di sekitar Jembatan Wadi Gaza di Jalur Gaza tengah.
Di wilayah utara, saksi mata mengatakan kendaraan militer Israel melepaskan tembakan ke rumah-rumah warga Palestina di Beit Lahia di tengah rentetan tembakan artileri.
Serangan tersebut berlangsung setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyerukan agar Israel menghentikan serangan di Gaza.
Dalam wawancara dengan Fox News pada 17 Agustus, Trump mengatakan Israel “seharusnya tidak melakukan serangan di Gaza.”
“Hamas telah setuju untuk meletakkan senjata mereka” berdasarkan ketentuan rencana perdamaian yang didukung Amerika Serikat, tambah Trump.
Korban Sejak Gencatan Senjata
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sejak perjanjian gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, serangan Israel telah menyebabkan 1.296 warga Palestina menjadi korban jiwa dan 4.296 lainnya terluka.
Sementara itu, sejak Oktober 2023, lebih dari 73.000 warga Palestina telah menjadi korban jiwa dan lebih dari 174.000 lainnya terluka akibat serangan Israel di Jalur Gaza, menurut data yang dicantumkan dalam sumber.
sumber: anadolu





