• Berita
  • Penyaluran
  • Donasi
Rabu, Juli 15, 2026
  • Login
Suara Langit Indonesia
  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus
Mari Berdonasi
  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus
No Result
View All Result
Suara Langit Indonesia
No Result
View All Result
Home Berita

Komisi PBB: Israel Sengaja Menargetkan dan Membunuh Anak-Anak Palestina di Gaza

Suara Langit Indonesia by Suara Langit Indonesia
23 Juni 2026
in Berita
0
Komisi PBB: Israel Sengaja Menargetkan dan Membunuh Anak-Anak Palestina di Gaza

Anak-anak memandang dari puncak bukit yang menghadap ke tempat-tempat penampungan bagi para pengungsi perang, sementara asap membubung di latar belakang dekat kamp pengungsi Palestina Nuseirat di Jalur Gaza bagian tengah [Foto: AFP]

0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Sebuah Komisi Penyelidikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa Israel terus secara sengaja menargetkan dan membunuh anak-anak Palestina, yang mengakibatkan terjadinya genosida, kejahatan perang, dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza, serta kejahatan perang di Tepi Barat yang diduduki.

Dalam laporan yang diterbitkan pada Selasa, Komisi Penyelidikan Internasional Independen PBB untuk Wilayah Palestina yang Diduduki, termasuk Yerusalem Timur, dan Israel, menelaah pelanggaran yang dilakukan Israel terhadap anak-anak Palestina sejak dimulainya perang Israel di Gaza pada Oktober 2023.

Laporan tersebut menemukan bahwa sekitar 30 persen dari seluruh korban jiwa di Gaza sejak awal perang adalah anak-anak.

Laporan itu juga mencatat bahwa penargetan Israel terhadap pusat perawatan neonatal dan maternitas selama perang di Gaza secara langsung membahayakan masa depan reproduksi warga Palestina dan kelangsungan hidup bayi yang baru lahir. Kondisi tersebut menyebabkan meningkatnya kasus keguguran, cacat lahir, serta berbagai kerentanan kesehatan jangka panjang.

Selain itu, laporan tersebut menemukan bahwa blokade bantuan yang diberlakukan Israel di Gaza tahun lalu juga berdampak sangat berat terhadap anak-anak Palestina. Blokade tersebut menyebabkan kematian akibat kelaparan dan meningkatnya penyebaran penyakit karena menurunnya tingkat imunisasi.

“Bukti-bukti menunjukkan bahwa anak-anak Palestina secara sengaja menjadi sasaran dan dibunuh oleh pasukan keamanan Israel,” kata Srinivasan Muralidhar, Ketua Komisi Penyelidikan tersebut.

“Bahkan setelah gencatan senjata pada Oktober 2025, anak-anak terus menjadi korban jiwa dan mengalami luka berat, sementara Israel terus mengabaikan gencatan senjata dan perlindungan yang seharusnya diberikan kepada anak-anak Palestina berdasarkan hukum internasional,” tambahnya.

Komisi PBB dan Temuan Sebelumnya

Komisi tersebut dibentuk pada 27 Mei 2021 dalam sesi khusus Dewan Hak Asasi Manusia PBB. Tujuannya adalah menyelidiki dugaan pelanggaran hukum internasional dan pelanggaran hak asasi manusia, serta mengkaji akar penyebab konflik antara Israel dan Palestina.

Dalam laporan yang diterbitkan pada September 2025, komisi tersebut menyimpulkan bahwa terdapat dasar yang masuk akal untuk menyatakan bahwa Israel telah melakukan genosida terhadap warga Palestina di Gaza.

Komisi menyebut Israel telah melakukan empat dari lima tindakan yang dilarang dalam Konvensi Genosida 1948, yaitu:

  • Pembunuhan anggota kelompok.
  • Menyebabkan penderitaan fisik dan mental yang serius.
  • Menciptakan kondisi kehidupan yang bertujuan menghancurkan suatu kelompok.
  • Menerapkan langkah-langkah yang mencegah kelompok tersebut untuk berkembang biak.

Lebih dari 50.000 Anak Menjadi Korban

Menurut UNICEF, lebih dari 50.000 anak telah menjadi korban jiwa atau mengalami luka-luka akibat serangan pasukan Israel sejak perang di Gaza dimulai.

UNICEF juga mencatat bahwa rata-rata satu anak Palestina kehilangan nyawa setiap hari selama lebih dari delapan bulan di Gaza, sejak gencatan senjata yang disebut-sebut mulai berlaku pada Oktober lalu.

Pada Senin, PBB juga memperingatkan bahwa anak-anak Palestina semakin tidak terlindungi karena organisasi kemanusiaan dan pembela hak asasi manusia terpaksa mengurangi operasinya di wilayah Palestina.

Penahanan dan Penyiksaan Anak Palestina

Selain menjadi korban jiwa atau luka-luka, laporan tersebut menyebut anak-anak Palestina juga ditangkap dan mengalami penyiksaan di penjara Israel, serta berbagai bentuk perlakuan buruk lainnya, termasuk kekerasan seksual.

Warga Palestina di seluruh wilayah yang diduduki, termasuk anak-anak, menghadapi peningkatan penangkapan dan penahanan sejak Israel melancarkan perang di Gaza.

Organisasi hak anak Palestina, Defense for Children International-Palestine (DCIP), pada Maret lalu menyatakan bahwa lebih dari setengah anak Palestina yang ditahan di penjara Israel pada akhir tahun lalu ditahan tanpa dakwaan maupun proses pengadilan.

Fasilitas Pendidikan dan Panti Asuhan Juga Diserang

Laporan PBB juga mencatat bahwa selain di Gaza, pasukan Israel telah menghancurkan panti asuhan dan fasilitas pendidikan di Tepi Barat yang diduduki.

Tindakan tersebut berdampak terhadap perkembangan kognitif, sosial, emosional, serta proses pengasuhan anak-anak Palestina.

Komisi PBB menyatakan telah mengidentifikasi sejumlah unit militer Israel yang bertanggung jawab atas penargetan anak-anak Palestina dan menyerukan agar Israel segera menghentikan kekerasan terhadap mereka.

“Bahkan jika bom dan senjata berhenti digunakan di Gaza dan Tepi Barat, anak-anak Palestina tidak akan pulih begitu saja dalam semalam,” kata Muralidhar.

“Perlindungan, perawatan, dan kelangsungan hidup anak-anak Palestina tidak dapat dipisahkan dari hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib mereka sendiri,” tambahnya.

“Dengan menargetkan anak-anak, Israel sedang menyerang kemampuan rakyat Palestina untuk tetap eksis dan menentukan masa depan mereka.”

sumber: Al Jazeera

Tags: Anak PalestinaGazaGenosida GazaHak Asasi ManusiaIsraelKejahatan PerangKomisi Penyelidikan PBBPalestinaPBBTepi BaratTimur TengahUNICEF
Previous Post

Pelanggaran Gencatan Senjata Berlanjut, Serangan Israel Sebabkan 5 Korban Jiwa di Gaza

Next Post

Kehilangan Suami Akibat Perang, Ribuan Perempuan Gaza Berjuang Bertahan di Tengah Kelaparan

Suara Langit Indonesia

Suara Langit Indonesia

Related Posts

Setelah 1.000 Hari Genosida, Gaza Tetap Dilanda Serangan dan Krisis Kemanusiaan
Berita

Setelah 1.000 Hari Genosida, Gaza Tetap Dilanda Serangan dan Krisis Kemanusiaan

7 Juli 2026
Guterres Sebut Kondisi Gaza “Sangat Mengerikan”, Desak Perlindungan Warga Palestina
Berita

Guterres Sebut Kondisi Gaza “Sangat Mengerikan”, Desak Perlindungan Warga Palestina

1 Juli 2026
Di Antara Rasa Sakit dan Ketakutan: Anak-Anak Gaza Menanggung Dampak Serangan Israel yang Terus Berlanjut
Berita

Di Antara Rasa Sakit dan Ketakutan: Anak-Anak Gaza Menanggung Dampak Serangan Israel yang Terus Berlanjut

29 Juni 2026
Next Post
Kehilangan Suami Akibat Perang, Ribuan Perempuan Gaza Berjuang Bertahan di Tengah Kelaparan

Kehilangan Suami Akibat Perang, Ribuan Perempuan Gaza Berjuang Bertahan di Tengah Kelaparan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Yayasan Suara Langit Indonesia Salurkan Bantuan Pemenuhan Gizi bagi Warga Gaza
  • Setelah 1.000 Hari Genosida, Gaza Tetap Dilanda Serangan dan Krisis Kemanusiaan
  • Guterres Sebut Kondisi Gaza “Sangat Mengerikan”, Desak Perlindungan Warga Palestina
  • Di Antara Rasa Sakit dan Ketakutan: Anak-Anak Gaza Menanggung Dampak Serangan Israel yang Terus Berlanjut
  • Kehilangan Suami Akibat Perang, Ribuan Perempuan Gaza Berjuang Bertahan di Tengah Kelaparan

Kategori

  • Berita
  • Laporan Khusus
  • Penyaluran
  • Uncategorized

Suara Langit Indonesia

Suara Langit Indonesia (SLI) adalah lembaga kemanusiaan yang resmi berdiri dan berbadan hukum pada tanggal 5 Januari 2020. SLI menyelenggarakan berbagai kegiatan kemanusiaan dengan pendekatan dakwah, sosial, pendidikan, dan bantuan darurat.

Rekening Donasi

•BNI 2444266609
•BSI 7236-30881-7
•MANDIRI 170-00-1300772-3
A.N. Yayasan Suara Langit Indonesia

Konfirmasi transfer

• Admin SLI:‪‪‪‪‪‪‪‪‪‪‪‪ 0813 3946 8790
‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬(Whatsapp)

Ikuti Kami

Dana yang didonasikan melalui Suara Langit Indonesia sepenuhnya sah, halal, serta tidak terkait pencucian uang, terorisme, atau tindak kejahatan lainnya.

  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus

© 2025 Suara Langit - Sosial, Dakwah dan Kemanusiaan

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus

© 2025 Suara Langit - Sosial, Dakwah dan Kemanusiaan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In