GAZA – Sedikitnya lima warga Palestina, termasuk empat orang dari satu keluarga yang sama, menjadi korban jiwa dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka dalam serangan Israel di Jalur Gaza pada Sabtu dini hari. Serangan ini terjadi di tengah berlanjutnya pelanggaran Israel terhadap kesepakatan gencatan senjata yang masih berlaku, menurut sumber medis dan saksi mata.
Dua anak bersama kedua orang tua mereka menjadi korban jiwa setelah serangan udara Israel menghantam rumah mereka di dekat persimpangan Al-Tayaran, Kota Gaza, kata sumber medis di Rumah Sakit Al-Shifa kepada Anadolu.
Saksi mata menyebutkan bahwa serangan yang terjadi saat fajar tersebut menargetkan rumah keluarga Safadi. Serangan itu menyebabkan Hussein Safadi, Rana Safadi, serta dua putri mereka, Zina (6 tahun) dan Lana (13 tahun), kehilangan nyawa. Sejumlah anggota keluarga lainnya dan warga sekitar juga mengalami luka-luka.
Dalam insiden terpisah, seorang pria Palestina menjadi korban jiwa dan seorang perempuan mengalami luka sedang setelah serangan drone Israel menargetkan pejalan kaki di dekat bundaran Al-Saftawi, Gaza utara, menurut keterangan saksi mata.
Serangan-serangan tersebut terjadi di tengah berlanjutnya pelanggaran Israel terhadap gencatan senjata yang mulai berlaku pada Oktober 2025.
Hingga Kamis lalu, pelanggaran tersebut telah menyebabkan 1.007 warga Palestina menjadi korban jiwa dan 3.165 lainnya mengalami luka-luka, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
Kesepakatan gencatan senjata itu dicapai setelah dua tahun perang Israel di Gaza yang mengakibatkan lebih dari 73.000 warga Palestina kehilangan nyawa, melukai lebih dari 173.000 orang, serta menyebabkan kerusakan luas pada sekitar 90 persen infrastruktur sipil di wilayah tersebut.
sumber : Anadolu





