KOTA GAZA, Palestina — Tujuh warga Palestina mengalami luka-luka setelah pesawat tempur Israel membombardir sebuah bangunan permukiman di Kamp Pengungsi Shati, sebelah barat Kota Gaza, pada Rabu malam, menurut sumber medis dan warga setempat.
Serangan tersebut terjadi di tengah terus berlanjutnya pelanggaran Israel terhadap perjanjian gencatan senjata yang berlaku di Jalur Gaza sejak 10 Oktober 2025.
Sumber medis di Rumah Sakit Al-Shifa menyatakan bahwa tujuh orang mengalami luka dengan tingkat keparahan yang beragam akibat serangan tersebut.
Menurut koresponden Anadolu dan sejumlah saksi mata, pesawat tempur Israel melancarkan dua serangan udara terhadap sebuah bangunan permukiman bertingkat di bagian selatan Kamp Shati setelah para penghuni menerima peringatan untuk mengungsi.
Sumber setempat mengatakan bahwa salah seorang penghuni menerima panggilan telepon dari intelijen Israel yang memerintahkannya untuk segera mengosongkan bangunan tersebut. Peringatan itu memicu kepanikan, sehingga banyak keluarga bergegas meninggalkan rumah mereka.
Para saksi menyebutkan bahwa serangan itu menghancurkan bangunan tersebut sepenuhnya. Bangunan itu sebelumnya juga telah mengalami kerusakan akibat operasi militer Israel. Ledakan tersebut turut menyebabkan kerusakan parah pada puluhan rumah dan bangunan permukiman di sekitarnya.
Kebakaran juga terjadi setelah serangan berlangsung. Tim Pertahanan Sipil Gaza berhasil memadamkan api, demikian disampaikan sumber dari Pertahanan Sipil kepada Anadolu.
Sebelumnya pada hari yang sama, tiga warga Palestina menjadi korban jiwa dan sedikitnya 20 lainnya mengalami luka-luka dalam serangan pesawat nirawak serta tembakan pasukan Israel di Kota Gaza dan Khan Younis, menurut sumber medis.
Meskipun gencatan senjata masih berlaku, serangan Israel sejak 10 Oktober 2025 telah menyebabkan sedikitnya 1.209 warga Palestina menjadi korban jiwa dan 3.943 lainnya mengalami luka-luka, yang sebagian besar merupakan perempuan dan anak-anak, menurut otoritas Palestina.
Israel terus melanjutkan ofensif militernya di Gaza sejak 8 Oktober 2023. Menurut otoritas Palestina, perang tersebut telah menyebabkan lebih dari 73.000 warga Palestina menjadi korban jiwa dan lebih dari 174.000 lainnya mengalami luka-luka, serta menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Jalur Gaza.
sumber: Anadolu





