• Berita
  • Penyaluran
  • Donasi
Minggu, September 13, 2026
  • Login
Suara Langit Indonesia
  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus
Mari Berdonasi
  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus
No Result
View All Result
Suara Langit Indonesia
No Result
View All Result
Home Berita

UNICEF: 300 Anak Gaza Jadi Korban Jiwa Sejak Gencatan Senjata

Suara Langit Indonesia by Suara Langit Indonesia
8 Agustus 2026
in Berita
0
UNICEF: 300 Anak Gaza Jadi Korban Jiwa Sejak Gencatan Senjata
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Setidaknya 300 anak telah menjadi korban jiwa di Gaza dalam sekitar 300 hari sejak apa yang disebut sebagai “gencatan senjata” diumumkan pada 10 Oktober 2025—rata-rata satu anak setiap hari, menurut Badan PBB untuk Anak-Anak (UNICEF).

Ratusan anak lainnya mengalami luka-luka, banyak di antaranya dalam kondisi serius. UNICEF menyampaikan hal tersebut dalam pernyataan pada Kamis, seraya mendesak pihak-pihak yang terlibat dalam usulan rencana perdamaian yang dipimpin Amerika Serikat untuk menerjemahkan komitmen mereka ke dalam tindakan nyata.

“Gencatan senjata yang masih membuat rata-rata satu anak kehilangan nyawa setiap hari berarti gagal melindungi anak-anak,” kata Edouard Beigbeder, Direktur Regional UNICEF untuk Timur Tengah dan Afrika Utara.

“Anak-anak di Gaza masih menunggu berakhirnya kekerasan yang telah dijanjikan kepada mereka,” tambahnya.

Menurut UNICEF, keluarga-keluarga di Gaza kini terkurung di sekitar sepertiga wilayah Jalur Gaza, berlindung di antara bangunan yang hancur, puing-puing dan limbah yang belum dibersihkan.

Anak-anak terus menghadapi kekurangan gizi akut, penyakit, air yang tidak aman, serta buruknya sanitasi. Sementara itu, keterbatasan inkubator membuat sejumlah bayi prematur harus berbagi satu mesin.

Sejak Oktober 2023, perang Israel di Gaza telah menyebabkan lebih dari 73.300 warga Palestina kehilangan nyawa, menurut otoritas kesehatan di wilayah tersebut.

UNICEF menyebut lebih dari 58.000 anak telah kehilangan salah satu atau kedua orang tuanya, sementara lebih dari satu juta anak membutuhkan perlindungan serta dukungan psikososial.

Sebelumnya, UNICEF memperkirakan sekitar 17.000 anak berada tanpa pendamping atau terpisah dari keluarga mereka, menjadikannya salah satu krisis perlindungan anak terbesar di dunia.

Banyak keluarga terus menghadapi pengungsian berulang, kehilangan sumber pendapatan, serta keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan perlindungan.

Dalam salah satu serangan di Gaza City bagian barat pada 2 Agustus, warga menemukan jasad bayi yang belum lahir dari bawah reruntuhan setelah serangan tersebut menewaskan seorang perempuan hamil, suaminya, dan putra mereka yang berusia lima tahun, menurut laporan Al Jazeera.

Di luar ancaman fisik, para pekerja kemanusiaan menggambarkan kondisi sebuah generasi yang kehilangan masa kanak-kanaknya.

Memasuki musim panas ketiga di tengah perang, banyak anak menghabiskan hari-hari mereka untuk mengambil air, mengantre mendapatkan makanan, dan mengumpulkan kayu bakar, bukan bermain. Sementara itu, kegiatan kemah musim panas, perlengkapan seni, bahkan kertas dan alat tulis masih sulit diperoleh di kamp-kamp pengungsian, menurut UNICEF dan sejumlah organisasi bantuan.

Penilaian UNICEF pada Mei menunjukkan bahwa anak-anak usia dini tidak memiliki lingkungan yang aman dan mendukung yang mereka butuhkan untuk tumbuh dan berkembang. Anak-anak usia sekolah juga menghadapi gangguan pendidikan berkepanjangan dengan peluang pemulihan yang sangat terbatas tanpa bantuan yang terarah.

“Bermain adalah cara anak-anak merebut kembali apa yang telah direnggut perang dari mereka,” kata Jonathan Crickx, Kepala Komunikasi UNICEF Palestina, awal tahun ini. Ia menegaskan bahwa bermain merupakan kebutuhan penting bagi anak-anak, bukan sekadar kemewahan.

Beigbeder menyambut sejumlah pengumuman terbaru yang mengarah pada upaya mengakhiri permusuhan dan meningkatkan bantuan kemanusiaan.

“Bagi anak-anak di Gaza, ukurannya sederhana. Apakah pembunuhan berhenti? Apakah bantuan dapat menjangkau mereka dalam skala besar? Apakah rumah sakit kembali beroperasi dan air kembali mengalir?” ujarnya.

Pekan ini, UNICEF mengirimkan lebih dari 600 palet perlengkapan sekolah dan sabun sebagai persiapan menghadapi tahun ajaran baru yang diperkirakan dimulai dalam waktu sekitar dua pekan.

sumber: Al Jazeera

Previous Post

Setelah Tiga Tahun di Bawah Reruntuhan, 112 Korban Serangan Israel Dimakamkan

Next Post

Yayasan Suara Langit Gelar Aksi Sosial dan Sedekah Air di Pracimantoro, Wonogiri

Suara Langit Indonesia

Suara Langit Indonesia

Related Posts

Warga Palestina di Gaza Makamkan Jenazah 100 Orang yang Ditemukan dari Reruntuhan
Berita

Warga Palestina di Gaza Makamkan Jenazah 100 Orang yang Ditemukan dari Reruntuhan

7 September 2026
Krisis Kesehatan Mengintai saat Gaza Memasuki Musim Hujan, WHO Peringatkan
Berita

Krisis Kesehatan Mengintai saat Gaza Memasuki Musim Hujan, WHO Peringatkan

2 September 2026
Keluarga di Gaza Menuntut Jawaban atas Nasib 11.200 Warga Palestina yang Hilang
Berita

Keluarga di Gaza Menuntut Jawaban atas Nasib 11.200 Warga Palestina yang Hilang

31 Agustus 2026
Next Post
Yayasan Suara Langit Gelar Aksi Sosial dan Sedekah Air di Pracimantoro, Wonogiri

Yayasan Suara Langit Gelar Aksi Sosial dan Sedekah Air di Pracimantoro, Wonogiri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Baksos Gedhen: Suara Langit Indonesia Salurkan Air Bersih dan Ragam Bantuan di Dua Dusun Wonogiri
  • Bernapas Bergantung pada Sebuah Tabung: Gaza Hadapi Krisis Oksigen Medis
  • ‘Puluhan Ribu Janda’ Tanggung Beban yang Kian Berat dalam Mempertahankan Keutuhan Keluarga Gaza: Pejabat PBB
  • Warga Palestina di Gaza Makamkan Jenazah 100 Orang yang Ditemukan dari Reruntuhan
  • Kehancuran Pabrik Desalinasi Perparah Krisis Air Minum di Gaza

Kategori

  • Berita
  • Laporan Khusus
  • Penyaluran
  • Uncategorized

Suara Langit Indonesia

Suara Langit Indonesia (SLI) adalah lembaga kemanusiaan yang resmi berdiri dan berbadan hukum pada tanggal 5 Januari 2020. SLI menyelenggarakan berbagai kegiatan kemanusiaan dengan pendekatan dakwah, sosial, pendidikan, dan bantuan darurat.

Rekening Donasi

•BNI 2444266609
•BSI 7236-30881-7
•MANDIRI 170-00-1300772-3
A.N. Yayasan Suara Langit Indonesia

Konfirmasi transfer

• Admin SLI:‪‪‪‪‪‪‪‪‪‪‪‪ 0813 3946 8790
‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬(Whatsapp)

Ikuti Kami

Dana yang didonasikan melalui Suara Langit Indonesia sepenuhnya sah, halal, serta tidak terkait pencucian uang, terorisme, atau tindak kejahatan lainnya.

  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus

© 2025 Suara Langit - Sosial, Dakwah dan Kemanusiaan

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Donasi
  • Penyaluran
  • Laporan Khusus

© 2025 Suara Langit - Sosial, Dakwah dan Kemanusiaan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In